Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Identifikasi Industri Tahu Di Desa Wringinagung

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi desa Wringinagung yang memiliki lahan pertanian seluas 699 Ha dalam pengadaan bahan baku kedelai dan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan desa Wringinagung tidak dapat memenuhi kebutuhan kedelai secara mandiri untuk home industri tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal (kekuatan dan kelemahan) yang mempengaruhi peningkatan produksi kedelai di desa Wringinagung adalah bantuan modal, fungsi kelembagaan, pemberian subsidi, pelatihan dan kebijakan harga, sedangkan faktor eksternalnya (peluang dan ancaman) adalah harga kedelai, ketersediaan modal petani, serangan hama, luas lahan, pengalaman bertani kedelai, penggunaan sarana produksi, tingkat adopsi teknologi, permintaan kedelai dan sarana prasarana. Untuk mengoptimalkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bantuan modal (kekuatan) yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten kabupaten Jember dan ketersediaan modal petani (peluang) sehingga produktivitas kedelai dapat meningkat. Produktivitas yang meningkat akan menurunkan biaya rata-rata, dengan demikian harga kedelai yang relatif rendah masih memberikan keuntungan kepada petani dan mampu menekan biaya produksi tahu di desa Wringinagung. Dengan demikian kebijakan harga yang tidak efektif (kelemahan) dan keterbatasan bahan baku kedelai (ancaman) dapat diatasi
Title: Identifikasi Industri Tahu Di Desa Wringinagung
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi desa Wringinagung yang memiliki lahan pertanian seluas 699 Ha dalam pengadaan bahan baku kedelai dan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan desa Wringinagung tidak dapat memenuhi kebutuhan kedelai secara mandiri untuk home industri tahu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal (kekuatan dan kelemahan) yang mempengaruhi peningkatan produksi kedelai di desa Wringinagung adalah bantuan modal, fungsi kelembagaan, pemberian subsidi, pelatihan dan kebijakan harga, sedangkan faktor eksternalnya (peluang dan ancaman) adalah harga kedelai, ketersediaan modal petani, serangan hama, luas lahan, pengalaman bertani kedelai, penggunaan sarana produksi, tingkat adopsi teknologi, permintaan kedelai dan sarana prasarana.
Untuk mengoptimalkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bantuan modal (kekuatan) yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten kabupaten Jember dan ketersediaan modal petani (peluang) sehingga produktivitas kedelai dapat meningkat.
Produktivitas yang meningkat akan menurunkan biaya rata-rata, dengan demikian harga kedelai yang relatif rendah masih memberikan keuntungan kepada petani dan mampu menekan biaya produksi tahu di desa Wringinagung.
Dengan demikian kebijakan harga yang tidak efektif (kelemahan) dan keterbatasan bahan baku kedelai (ancaman) dapat diatasi.

Related Results

Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Strategi Pengembangan Industri Tahu Dalam Rangka Memperoleh Laba
Strategi Pengembangan Industri Tahu Dalam Rangka Memperoleh Laba
ABSTRAK Industri Tahu mbak Yani dusun Purwo Bakti, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo merupakan salah satu UMKM yang dapat memenuhi salah satu kebutuhan pangan yang diperlukan o...
Tofu Dregs Crackers, Innovation of Industrial Solid Waste Utilization Know Ampeldento Village, Malang Regency
Tofu Dregs Crackers, Innovation of Industrial Solid Waste Utilization Know Ampeldento Village, Malang Regency
Industri tahu yang terletak di Desa Ampeldento Kabupaten Malang merupakan salah satu industri skala UMKM di lingkungan sekitar yang berdiri dari tahun 2017. Setiap harinya, i...
Analisis Potensi Ekonomi Pengembangan Ampas Tahu Menjadi Produk Nugget
Analisis Potensi Ekonomi Pengembangan Ampas Tahu Menjadi Produk Nugget
Penelitian ini dilakukan di desa Kasumeia Kecamatan. Onembute Kabupaten Konawe, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ampas tahu menjadi produk Nugget. Pengarajin tahu di de...
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
<p>Ampas tahu merupakan residu proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu cukup melimpah. Pemanfaatan ampas tahu selama ini dapat digunakan...

Back to Top