Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aplikasi klinis Continous Interscalene Block

View through CrossRef
Blok pleksus brakialis dimulai oleh Ansbro pada tahun 1946. Pada tahun 1999, Boezaart mempublikasi tehnik baru yaitu continuous interscalene block. Sebagian besar metode  ini memiliki kendala pada penempatan kateter yang tidak akurat atau dislokasi kateter. Continous Interscalene Block (CISB) adalah blok plexus brachial proximal di leher yang dapat dilakukan melalui pendekatan anterior atau posterior. Pendekatan anterior disebut juga True Continous Interscalene Block dan pendekatan posterior dikenal sebagai continous Cervikal Paravertebral Block. CISB diindikasikan untuk setelah pembedahan mayor bahu, clavicula lateral, acromiocalvicular join dan proksimal humerus serta  juga dapat digunakan untuk terapi nyeri kronik ekstremitas atas. Komplikasi Continous Interscalene Block (CISB) mirip dengan single ISB injeksi, meskipun insiden paralisis diafragma akibat blok nervus frenicus telah dilaporkan secara signikan berkurang.Dalam praktik rutin, interscalene blok dapat menggunakan bolus awal 10-15 ml obat anastesi lokal seperti rovipacaine 0,2-0,75 %.  Konsentrasi yang digunakan  tergantung pada faktor pasien, tujuan blok (analgesia atau anestesia), dan ada tidanya kateter. Jika terdapat kateter, dosis bolus awal bisa dikurangi dan anastesi lokal tambahan bisa disuntikkan melalui kateter. Infus kontinyu rovipacaine 0,2 % 4-10 ml/ jam dapat digunakan untuk analgesia pasca operasi. Penggunaan infus kontinyu bupivacaine 0,125 % dengan kecepatan 0,125 ml/kg per jam juga dapat mengatasi nyeri secara efisien.  Dibandingkan dengan teknik kontinyu, teknik PCRA (Patient control regional analgesia) dengan infus basal rendah 5 ml/jam bupivacaine ditambah dengan bolus kecil PCA 2,5 ml/30 menit dapat memberikan kontrol nyeri yang efisien, tetapi konsumsi lokal anastesi berkurang 37 % dan efek sampingnya rendah.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Aplikasi klinis Continous Interscalene Block
Description:
Blok pleksus brakialis dimulai oleh Ansbro pada tahun 1946.
 Pada tahun 1999, Boezaart mempublikasi tehnik baru yaitu continuous interscalene block.
 Sebagian besar metode  ini memiliki kendala pada penempatan kateter yang tidak akurat atau dislokasi kateter.
 Continous Interscalene Block (CISB) adalah blok plexus brachial proximal di leher yang dapat dilakukan melalui pendekatan anterior atau posterior.
Pendekatan anterior disebut juga True Continous Interscalene Block dan pendekatan posterior dikenal sebagai continous Cervikal Paravertebral Block.
CISB diindikasikan untuk setelah pembedahan mayor bahu, clavicula lateral, acromiocalvicular join dan proksimal humerus serta  juga dapat digunakan untuk terapi nyeri kronik ekstremitas atas.
Komplikasi Continous Interscalene Block (CISB) mirip dengan single ISB injeksi, meskipun insiden paralisis diafragma akibat blok nervus frenicus telah dilaporkan secara signikan berkurang.
Dalam praktik rutin, interscalene blok dapat menggunakan bolus awal 10-15 ml obat anastesi lokal seperti rovipacaine 0,2-0,75 %.
  Konsentrasi yang digunakan  tergantung pada faktor pasien, tujuan blok (analgesia atau anestesia), dan ada tidanya kateter.
Jika terdapat kateter, dosis bolus awal bisa dikurangi dan anastesi lokal tambahan bisa disuntikkan melalui kateter.
Infus kontinyu rovipacaine 0,2 % 4-10 ml/ jam dapat digunakan untuk analgesia pasca operasi.
Penggunaan infus kontinyu bupivacaine 0,125 % dengan kecepatan 0,125 ml/kg per jam juga dapat mengatasi nyeri secara efisien.
  Dibandingkan dengan teknik kontinyu, teknik PCRA (Patient control regional analgesia) dengan infus basal rendah 5 ml/jam bupivacaine ditambah dengan bolus kecil PCA 2,5 ml/30 menit dapat memberikan kontrol nyeri yang efisien, tetapi konsumsi lokal anastesi berkurang 37 % dan efek sampingnya rendah.

Related Results

Effectiveness of Supraclavicular vs. Interscalene Brachial Plexus Block on Duration of Analgesia and Postoperative Pain Scores
Effectiveness of Supraclavicular vs. Interscalene Brachial Plexus Block on Duration of Analgesia and Postoperative Pain Scores
Background: Regional anesthesia is pivotal in upper limb surgeries; supraclavicular and interscalene brachial plexus blocks remain critical in optimizing postoperative analgesia, p...
Evaluation of perfusion index as an objective indicator of successful interscalene block
Evaluation of perfusion index as an objective indicator of successful interscalene block
Background: Interscalene nerve blocks are commonly performed for surgeries of the upper limb. Assessment methods for evaluation of blocks are conventional and subjective. Aims and ...
Incidence of Hemidiaphragmatic Paralysis After Ultrasound Guided Low Dose Interscalene Brachial Plexus Block
Incidence of Hemidiaphragmatic Paralysis After Ultrasound Guided Low Dose Interscalene Brachial Plexus Block
Background and Aims: Hemidiaphragmatic paralysis is a complication of single shot and continuous interscalene brachial plexus block that can be minimised by ultrasound guided extra...
Penilaian Sistematis Kualitas Aplikasi Smartphone Tumbuh Kembang Anak
Penilaian Sistematis Kualitas Aplikasi Smartphone Tumbuh Kembang Anak
Saat ini terdapat 38 aplikasi smartphone untuk orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak (balita) yang ada di Google Playstore, namun sampai sekarang belum ada satupun rekomenda...
Rekonstruksi Sipesanpos Bina Karya
Rekonstruksi Sipesanpos Bina Karya
Masalah utama dalam pengembangan system informasi adalah ketidakkonsistenan pengembang/perancang. Seringkali tahapan terhenti sampai evaluasi, bahkan hanya sampai perancangan dan u...
A Comparative Study of Different Techniques of Brachial Plexus Block in Upper Limb Surgery
A Comparative Study of Different Techniques of Brachial Plexus Block in Upper Limb Surgery
Background: Different techniques of Brachial Plexus block in upper limb surgery depending on the site of operation the approach of the brachial plexus was chosen. For the operation...

Back to Top