Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS FENOMENA URBAN HEAT ISLAND BERDASARKAN TUTUPAN LAHAN DI KOTA PEKANBARU

View through CrossRef
Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau memiliki aktivitas pembangunan yang tinggi seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk akibat urbanisasi, sehingga berakibat pada pada berkurangnya lahan vegetasi. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya temperatur permukaan di Kota Pekanbaru terutama di daerah pusat kota dan memicu terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran temperatur permukaan dan mengidentifikasi fenomena UHI di Kota Pekanbaru sehubungan dengan perubahan tutupan lahan menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dari tahun 2013-2018. Ekstraksi temperatur permukaan dan tutupan lahan diperoleh dari citra Landsat 8. Hasil penelitian menunjukkan Kota Pekanbaru sudah mengalami fenomena UHI sejak tahun 2013, sedangkan sebaran temperatur permukaan Kota Pekanbaru tahun 2013-2015 didominasi oleh ketogori temperatur tinggi (33-35oC), tahun 2016-2017 didominasi oleh kategori temperatur sedang (30-33oC), dan tahun 2018 kembali didominasi oleh temperatur tinggi. Untuk tren perubahan tutupan lahan di Kota Pekanbaru dari tahun 2013-2018 kategori hutan campuran relatif selalu menduduki urutan pertama dengan persentase lebih dari ≥50%, hanya citra tahun 2013 yang berbeda, dimana mayoritas tutupan lahan yang paling luas pada tahun 2013 adalah kategori tutupan padang rumput dan semak belukar, hal ini dikarenakan adanya gangguan atmosferik pada daerah yang memiliki kategori tutupan lahan hutan campuran, sehingga kategori tutupan lahan jenis hutan campuran teridentifikasi lebih sedikit dibandingkan dengan kategori padang rumput dan semak belukar.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Title: ANALISIS FENOMENA URBAN HEAT ISLAND BERDASARKAN TUTUPAN LAHAN DI KOTA PEKANBARU
Description:
Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau memiliki aktivitas pembangunan yang tinggi seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk akibat urbanisasi, sehingga berakibat pada pada berkurangnya lahan vegetasi.
Kondisi ini menyebabkan meningkatnya temperatur permukaan di Kota Pekanbaru terutama di daerah pusat kota dan memicu terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran temperatur permukaan dan mengidentifikasi fenomena UHI di Kota Pekanbaru sehubungan dengan perubahan tutupan lahan menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dari tahun 2013-2018.
Ekstraksi temperatur permukaan dan tutupan lahan diperoleh dari citra Landsat 8.
Hasil penelitian menunjukkan Kota Pekanbaru sudah mengalami fenomena UHI sejak tahun 2013, sedangkan sebaran temperatur permukaan Kota Pekanbaru tahun 2013-2015 didominasi oleh ketogori temperatur tinggi (33-35oC), tahun 2016-2017 didominasi oleh kategori temperatur sedang (30-33oC), dan tahun 2018 kembali didominasi oleh temperatur tinggi.
Untuk tren perubahan tutupan lahan di Kota Pekanbaru dari tahun 2013-2018 kategori hutan campuran relatif selalu menduduki urutan pertama dengan persentase lebih dari ≥50%, hanya citra tahun 2013 yang berbeda, dimana mayoritas tutupan lahan yang paling luas pada tahun 2013 adalah kategori tutupan padang rumput dan semak belukar, hal ini dikarenakan adanya gangguan atmosferik pada daerah yang memiliki kategori tutupan lahan hutan campuran, sehingga kategori tutupan lahan jenis hutan campuran teridentifikasi lebih sedikit dibandingkan dengan kategori padang rumput dan semak belukar.

Related Results

ANALISA PERBANDINGAN METODE CELLULAR AUTOMATA ANN DAN MARKOV UNTUK PREDIKSI TUTUPAN LAHAN DI KOTA BLITAR
ANALISA PERBANDINGAN METODE CELLULAR AUTOMATA ANN DAN MARKOV UNTUK PREDIKSI TUTUPAN LAHAN DI KOTA BLITAR
ABSTRACT The development of urban areas in Blitar City, which is triggered by population growth and mobility, has caused changes in land cover, especially the reduction in rice fie...
Perubahan Penutupan Lahan Kota Bogor
Perubahan Penutupan Lahan Kota Bogor
Pembangunan yang terjadi sangat pesat sehingga tutupan lahan di Kota Bogor berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan Kota Bogor yang berubah yaitu tahun 1996...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...
Klasifikasi Tutupan Lahan Multitemporal Menggunakan Metode Supervised di Kota Bandar Lampung
Klasifikasi Tutupan Lahan Multitemporal Menggunakan Metode Supervised di Kota Bandar Lampung
Abstract. Bandar Lampung City is experiencing land cover changes that are increasing or spreading and uncontrolled. This is because Bandar Lampung City is the capital city of Lampu...
Kajian Perubahan Tutupan Lahan terhadap Karakteristik Hidrologis di Hutan Penelitian Gunung Dahu
Kajian Perubahan Tutupan Lahan terhadap Karakteristik Hidrologis di Hutan Penelitian Gunung Dahu
ABSTRACT The Gunung Dahu Research Forest Area was originally degraded land that was converted into forested land through a revegetation program with dipterocarp tree species in 199...
NERACA LAHAN INDONESIA
NERACA LAHAN INDONESIA
Dalam rangka mengukur sejauh mana capaian Indonesia dalam Sustainable Development Goals (SDGs) tentu diperlukan suatu indikator. Komisi statistik di Perserikatan Bangsa-Bangsa mere...

Back to Top