Javascript must be enabled to continue!
DURASI PENYINARAN MATAHARI DAN DIURNAL TEMPERATURE RANGE SERTA KAITANNYA DENGAN PERUBAHAN IKLIM DI PONTIANAK, INDONESIA
View through CrossRef
Durasi penyinaran matahari (DPM) memiliki peranan penting dalam perubahan iklim atau cuaca di bumi. Dewasa ini, perubahan iklim dapat diindikasikan dengan perubahan nilai DPM (dimming/brightening) beberapa dekade terakhir. Analisis DPM dan diurnal temperature range (DTR) perlu dilakukan untuk mengetahui dampak perubahan iklim. Dilakukan analisis data DPM, DTR Tmean, Tmak, Tmin, dan curah hujan di Pontianak, Kalimantan Barat tahun 1981-2019 menggunakan Continuous Wavelet Transform (CWT) dan Wavelet Transform Coheren (WTC). Hasil CWT menggunakan wavelet Morlet, DPM memiliki periode dominan 8-16 bulan. DTR memiliki periode dominan 8-16 bulan dan 32-64 bulan. Peningkatan DPM dapat dikatakan bahwa Pontianak berada pada periode pencerahan (brightening) yang disebabkan oleh perubahan karakteristik awan dan aerosol sehingga terjadi peningkatan jumlah energi matahari yang mencapai permukaan bumi. Perubahan iklim juga telah terlihat dari penurunan DTR. Ditemukan korelasi negatif antara DTR dan DPM (r = -0,80). DTR menjadi indikator penting dari perubahan iklim karena sensitif terhadap perubahan keseimbangan energi radiasi. Perubahan DPM memberikan dampak yang signifikan terhadap Tmean, Tmak dan Tmin. Peningkatan Tmin yang lebih cepat dibandingkan Tmak menyebabkan penurunan DTR sehingga Tmin diprediksi akan semakin tinggi. Tmean dan Tmak memiliki periode dominan 8-16 bulan. Tmin memiliki periode 12-20 bulan dan 32-64 bulan. Peningkatan suhu yang terdeteksi pada periode tersebut diasosiasikan dengan peristiwa kebakaran hutan lahan gambut di Kalimantan yang diperkirakan karena pengaruh brightening period dan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Curah hujan memiliki periode 4-8 bulan dan 8-16 bulan. Kekeringan yang terjadi dikaitkan dengan peristiwa El Nino mengakibatkan besarnya simpangan jumlah curah hujan terhadap normalnya.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Title: DURASI PENYINARAN MATAHARI DAN DIURNAL TEMPERATURE RANGE SERTA KAITANNYA DENGAN PERUBAHAN IKLIM DI PONTIANAK, INDONESIA
Description:
Durasi penyinaran matahari (DPM) memiliki peranan penting dalam perubahan iklim atau cuaca di bumi.
Dewasa ini, perubahan iklim dapat diindikasikan dengan perubahan nilai DPM (dimming/brightening) beberapa dekade terakhir.
Analisis DPM dan diurnal temperature range (DTR) perlu dilakukan untuk mengetahui dampak perubahan iklim.
Dilakukan analisis data DPM, DTR Tmean, Tmak, Tmin, dan curah hujan di Pontianak, Kalimantan Barat tahun 1981-2019 menggunakan Continuous Wavelet Transform (CWT) dan Wavelet Transform Coheren (WTC).
Hasil CWT menggunakan wavelet Morlet, DPM memiliki periode dominan 8-16 bulan.
DTR memiliki periode dominan 8-16 bulan dan 32-64 bulan.
Peningkatan DPM dapat dikatakan bahwa Pontianak berada pada periode pencerahan (brightening) yang disebabkan oleh perubahan karakteristik awan dan aerosol sehingga terjadi peningkatan jumlah energi matahari yang mencapai permukaan bumi.
Perubahan iklim juga telah terlihat dari penurunan DTR.
Ditemukan korelasi negatif antara DTR dan DPM (r = -0,80).
DTR menjadi indikator penting dari perubahan iklim karena sensitif terhadap perubahan keseimbangan energi radiasi.
Perubahan DPM memberikan dampak yang signifikan terhadap Tmean, Tmak dan Tmin.
Peningkatan Tmin yang lebih cepat dibandingkan Tmak menyebabkan penurunan DTR sehingga Tmin diprediksi akan semakin tinggi.
Tmean dan Tmak memiliki periode dominan 8-16 bulan.
Tmin memiliki periode 12-20 bulan dan 32-64 bulan.
Peningkatan suhu yang terdeteksi pada periode tersebut diasosiasikan dengan peristiwa kebakaran hutan lahan gambut di Kalimantan yang diperkirakan karena pengaruh brightening period dan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
Curah hujan memiliki periode 4-8 bulan dan 8-16 bulan.
Kekeringan yang terjadi dikaitkan dengan peristiwa El Nino mengakibatkan besarnya simpangan jumlah curah hujan terhadap normalnya.
Related Results
Pola dan Variasi Lama Penyinaran Matahari di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
Pola dan Variasi Lama Penyinaran Matahari di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
Kota Pekanbaru merupakan wilayah Indonesia yang dekat dengan garis khatulistiwa, hal ini menyebabkan lama waktu penyinaran matahari yang diterima cukup besar disetiap tahunnya berd...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Study on Urban Thermal Environment based on Diurnal Temperature Range
Study on Urban Thermal Environment based on Diurnal Temperature Range
<p>Diurnal temperature range (includes land surface temperature diurnal range and near surface air temperature diurnal range) is an important meteorological parameter...
Diseminasi Informasi Perubahan Iklim Berbasis QR Code di Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah
Diseminasi Informasi Perubahan Iklim Berbasis QR Code di Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah
Fokus kegiatan melaksanakan 'Diseminasi Informasi Perubahan Iklim Berbasis Quick Response Code di Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah'. Ini upaya mendorong terbentuknya sektor par...
ANALISIS WISATA SEJARAH DI KOTA KOLONIAL PONTIANAK
ANALISIS WISATA SEJARAH DI KOTA KOLONIAL PONTIANAK
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui Bagaimana Pelaksanaan Wisata Sejarah di Kota Kolonial P...
HERITAGE KOTA PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
HERITAGE KOTA PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yakni: (1) Mengetahui apa sajakah Heritage yang terdapat di Kot...
Gambaran Kecemasan Perubahan Iklim pada Mahasiswa di Kota Bandung
Gambaran Kecemasan Perubahan Iklim pada Mahasiswa di Kota Bandung
Abstract. Climate change is threatening human life and well-being. Human health affected by climate change is now a global concern. Bandung is one of the cities in Indonesia that i...

