Javascript must be enabled to continue!
Analisa Harmonisa Pada Transformator 3 Fasa
View through CrossRef
Gangguan harmonisa yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan. Distorsi gelombang arus dan tegangan ini disebabkan adanya pembentukan gelombang-gelombang dengan frekuensi kelipatan bulat dari frekuensi fundamentalnya. Gelombang-gelombang ini kemudian menumpang pada gelombang aslinya sehingga terbentuk gelombang cacat yang merupakan jumlah antara gelombang murni sesaat dengan gelombang harmonik. Keberadaan beban non-linier yang terdapat pada jaringan di Gedung A sebagai sebagian penyumbang harmonisa yang terjadi diantaranya electronic ballast, variable frequency, thyristor ac power controllers (TCR), silicon controlled rectifier (SCR), serta adjustable speed drive (ASD) yang terdapat pada unit mesin Drawn Texture Yarn (DTY). Pengukuran dilakukan untuk melihat kandungan harmonisa arus dan tegangan listrik dengan menggunakan alat ukur Power and Harmonic Analyzer Langlois 6830 selama 2 (dua) hari kerja berturut- turut pada jam-jam tertentu. Sebagai perbandingan pengukuran dilakukan perbandingan dengan standar IEEE 519. 1992 sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik pada jaringan di Gedung A. Hasil data analisis menunjukkan jaringan pada Gedung A besarnya THDv adalah 1,85% masih di bawah 5% yang artinya belum melampaui batas yang ditentukan sesuai standard. Dan besarnya THDi 30,65% sehingga sudah tidak sesuai dengan standard yang ditetapkan
Title: Analisa Harmonisa Pada Transformator 3 Fasa
Description:
Gangguan harmonisa yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik akibat terjadinya distorsi gelombang arus dan tegangan.
Distorsi gelombang arus dan tegangan ini disebabkan adanya pembentukan gelombang-gelombang dengan frekuensi kelipatan bulat dari frekuensi fundamentalnya.
Gelombang-gelombang ini kemudian menumpang pada gelombang aslinya sehingga terbentuk gelombang cacat yang merupakan jumlah antara gelombang murni sesaat dengan gelombang harmonik.
Keberadaan beban non-linier yang terdapat pada jaringan di Gedung A sebagai sebagian penyumbang harmonisa yang terjadi diantaranya electronic ballast, variable frequency, thyristor ac power controllers (TCR), silicon controlled rectifier (SCR), serta adjustable speed drive (ASD) yang terdapat pada unit mesin Drawn Texture Yarn (DTY).
Pengukuran dilakukan untuk melihat kandungan harmonisa arus dan tegangan listrik dengan menggunakan alat ukur Power and Harmonic Analyzer Langlois 6830 selama 2 (dua) hari kerja berturut- turut pada jam-jam tertentu.
Sebagai perbandingan pengukuran dilakukan perbandingan dengan standar IEEE 519.
1992 sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik pada jaringan di Gedung A.
Hasil data analisis menunjukkan jaringan pada Gedung A besarnya THDv adalah 1,85% masih di bawah 5% yang artinya belum melampaui batas yang ditentukan sesuai standard.
Dan besarnya THDi 30,65% sehingga sudah tidak sesuai dengan standard yang ditetapkan.
Related Results
ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP EFISIENSI DAN USIA PAKAI TRANSFORMATOR PADA PENYULANG BANDARA 2
ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP EFISIENSI DAN USIA PAKAI TRANSFORMATOR PADA PENYULANG BANDARA 2
Beban yang bersifat fluktuatif dapat menimbulkan rugi-rugi pada transformator. Ketika suatu transformator diberi energi akan timbul rugi-rugi inti, rugi-rugi kumparan dan rugi-rugi...
Analisis Karakteristik Arus Inrush pada Transformator 3 Fasa dengan Leg yang Berbeda Berbasis Eksperimen
Analisis Karakteristik Arus Inrush pada Transformator 3 Fasa dengan Leg yang Berbeda Berbasis Eksperimen
Fenomena arus inrush merupakan kondisi transformator pada saat pertama kali dihubungkan dengan sumber tegangan dan menghasilkan lonjakan arus yang tinggi. Arus inrush dapat menyeba...
Analisis Karakteristik Harmonisa Pada Sistem Elektrikal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 2
Analisis Karakteristik Harmonisa Pada Sistem Elektrikal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 2
Beban non-linier secara masif digunakan pada berbagai industri termasuk pembangkit tenaga listrik. Penggunaan beban non-linier banyak digunakan karena memiliki efisiensi energi yan...
Rancang Bangun Modul Pembelajaran Transformator 1 Fasa dan 3 Fasa dengan Daya 120/360 VA
Rancang Bangun Modul Pembelajaran Transformator 1 Fasa dan 3 Fasa dengan Daya 120/360 VA
Transformator adalah salah satu komponen penting dalam sistem tenaga listrik. Maka dengan begitu harus adanya pemahaman yang baik mengenai karakteristik transformator. Sehingga per...
Analisa Total Harmonisa Distorsi (Thd) Pada Beban Non Linier Jenis Laptop Ideapad 110
Analisa Total Harmonisa Distorsi (Thd) Pada Beban Non Linier Jenis Laptop Ideapad 110
Harmonisa adalah gejala dari pembentukan gelombang sinus dengan gelombang fundamental yang apabiladigabungkan dengan frekuensi harmonisa akan terjadi nya gelombang yang terdistorsi...
STUDI PENGARUH PELUAHAN PARSIAL TERHADAP PENUAAN KUALITAS MINYAK TRANSFORMATOR
STUDI PENGARUH PELUAHAN PARSIAL TERHADAP PENUAAN KUALITAS MINYAK TRANSFORMATOR
Transformator merupakan peralatan yang vital dalam sistem tenaga listrik. Apabila terjadi kerusakan pada transformator dapat menyebabkan pen yaluran listrik ke konsumen dapat terga...
Pengaruh Variasi Pembebanan Pada Kinerja Transformator 60 MVA di PT. PLN Gardu Induk Keramasan
Pengaruh Variasi Pembebanan Pada Kinerja Transformator 60 MVA di PT. PLN Gardu Induk Keramasan
Gardu Induk Keramasan melayani sistem distribusi tenaga listrik dengan pola pembebanan yang bersifat fluktuatif setiap harinya. Fluktuasi beban tersebut berpotensi menimbulkan rugi...
Deteksi Gas Pada Minyak Transformator Berbasis Mikrokontroler
Deteksi Gas Pada Minyak Transformator Berbasis Mikrokontroler
Perkembangan kemajuan teknologi yang kiat pesat telah meningkatkan pentingnya listrik dalam kehidupan masyarakat. Kebutuhan akan ketersediaan energi listrik semakin meningkat denga...

