Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KESALAHAN GOOGLE TRANSLATE DALAM MENERJEMAHKAN ENGLISH PHRASAL VERBS KE DALAM BAHASA INDONESIA

View through CrossRef
Abstract. This research aims to explore and analyze the errors that commonly occur when translating English phrasal verbs into Indonesian using Google Translate (GT). The research method employed is descriptive-qualitative, and data collection was conducted through a documentation study. The study utilizes descriptive analysis, analyzing all data to obtain results and conclusions. The technique involves several steps, including the identification of data that aligns with the research problem, grouping the data based on the type of phrasal verbs, then, discussing and drawing conclusions. The results of the research indicate the weaknesses of GT in translating English phrasal verbs into Indonesian accurately. GT faces difficulties with three types of phrasal verbs: separable, inseparable, and intransitive. In separable phrasal verbs, GT struggles to transfer the intended meaning accurately, often resulting in a literal translation that mismatches the context. For example, "bring (someone) down" is translated instead of considering the idiomatic aspect. In inseparable phrasal verbs, GT makes mistakes in selecting appropriate word equivalents based on context. For instance, "call on" should be translated as "mengunjungi" rather than "menelepon". Likewise, GT still finds idiomatic meanings difficult to interpret, such as translating "break into" as "masuk ke dalam" instead of "membobol or menerebos ke dalam". Regarding intransitive phrasal verbs, GT seems to be unable to identify idiomatic meanings and sentence context. For example, "get away" is translated as "menjauh" instead of the correct meaning "terlepas dari". GT also fails to understand the idiomatic meaning of "flip out," which should be translated as "terkejut atau marah sekali". Though GT provides convenience in translation, the quality of phrasal verb translations still requires improvement, and this research offers valuable insights for machine translation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kesalahan yang sering muncul ketika menerjemahkan English phrasal verbs ke dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan Google Translate (GT). Metode penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui penelaahan dokumen. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yang mana semua data dianalisis untuk mendapatkan hasil dan kesimpulan. Teknik tersebut melibatkan beberapa langkah, yaitu peneliti mengidentifikasi data yang sesuai dengan pernyataan masalah, peneliti mengelompokkan data berdasarkan jenis phrasal verbs. Selanjutnya, data yang telah diklasifikasikan akan dibahas, kemudian peneliti menarik kesimpulan untuk pernyataan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan GT dalam menerjemahkan English phrasal verbs ke dalam bahasa Indonesia. GT kesulitan dalam menangani tiga jenis phrasal verbs, yaitu separable, inseparable, dan intransitive. Pada jenis separable phrasal verbs, GT kesulitan dalam mentransfer makna secara akurat, seperti dalam kasus "bring (someone) down" yang kurang memahami aspek idiomatis. GT cenderung menerjemahkan secara harfiah, mengakibatkan ketidakcocokan kontekstual. Pada jenis inseparable phrasal verbs, GT keliru dalam memilih padanan kata yang sesuai dengan konteks, seperti pada "call on" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "mengunjungi", bukan "menelepon". GT juga menunjukkan kesulitan dalam mengartikan makna idiomatis, seperti pada "break into" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "membobol atau menerebos ke dalam". Sementara, pada jenis intransitive phrasal verbs, GT terlihat kesulitan dalam mengidentifikasi makna idiomatis dan konteks kalimat. Contohnya, pada "get away", GT menerjemahkan secara harfiah sebagai "menjauh", padahal makna yang benar adalah "terlepas dari". GT juga belum mampu memahami makna idiomatis dari "flip out" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "terkejut atau marah sekali". Walau GT memberikan kemudahan dalam menerjemahkan, kualitas terjemahan phrasal verbs masih perlu diperbaiki, dan penelitian ini memberikan wawasan tambahan bagi dunia penerjemahan mesin.
Title: KESALAHAN GOOGLE TRANSLATE DALAM MENERJEMAHKAN ENGLISH PHRASAL VERBS KE DALAM BAHASA INDONESIA
Description:
Abstract.
This research aims to explore and analyze the errors that commonly occur when translating English phrasal verbs into Indonesian using Google Translate (GT).
The research method employed is descriptive-qualitative, and data collection was conducted through a documentation study.
The study utilizes descriptive analysis, analyzing all data to obtain results and conclusions.
The technique involves several steps, including the identification of data that aligns with the research problem, grouping the data based on the type of phrasal verbs, then, discussing and drawing conclusions.
The results of the research indicate the weaknesses of GT in translating English phrasal verbs into Indonesian accurately.
GT faces difficulties with three types of phrasal verbs: separable, inseparable, and intransitive.
In separable phrasal verbs, GT struggles to transfer the intended meaning accurately, often resulting in a literal translation that mismatches the context.
For example, "bring (someone) down" is translated instead of considering the idiomatic aspect.
In inseparable phrasal verbs, GT makes mistakes in selecting appropriate word equivalents based on context.
For instance, "call on" should be translated as "mengunjungi" rather than "menelepon".
Likewise, GT still finds idiomatic meanings difficult to interpret, such as translating "break into" as "masuk ke dalam" instead of "membobol or menerebos ke dalam".
Regarding intransitive phrasal verbs, GT seems to be unable to identify idiomatic meanings and sentence context.
For example, "get away" is translated as "menjauh" instead of the correct meaning "terlepas dari".
GT also fails to understand the idiomatic meaning of "flip out," which should be translated as "terkejut atau marah sekali".
Though GT provides convenience in translation, the quality of phrasal verb translations still requires improvement, and this research offers valuable insights for machine translation.
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kesalahan yang sering muncul ketika menerjemahkan English phrasal verbs ke dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan Google Translate (GT).
Metode penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif.
Teknik pengumpulan data ditempuh melalui penelaahan dokumen.
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yang mana semua data dianalisis untuk mendapatkan hasil dan kesimpulan.
Teknik tersebut melibatkan beberapa langkah, yaitu peneliti mengidentifikasi data yang sesuai dengan pernyataan masalah, peneliti mengelompokkan data berdasarkan jenis phrasal verbs.
Selanjutnya, data yang telah diklasifikasikan akan dibahas, kemudian peneliti menarik kesimpulan untuk pernyataan masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat keterbatasan GT dalam menerjemahkan English phrasal verbs ke dalam bahasa Indonesia.
GT kesulitan dalam menangani tiga jenis phrasal verbs, yaitu separable, inseparable, dan intransitive.
Pada jenis separable phrasal verbs, GT kesulitan dalam mentransfer makna secara akurat, seperti dalam kasus "bring (someone) down" yang kurang memahami aspek idiomatis.
GT cenderung menerjemahkan secara harfiah, mengakibatkan ketidakcocokan kontekstual.
Pada jenis inseparable phrasal verbs, GT keliru dalam memilih padanan kata yang sesuai dengan konteks, seperti pada "call on" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "mengunjungi", bukan "menelepon".
GT juga menunjukkan kesulitan dalam mengartikan makna idiomatis, seperti pada "break into" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "membobol atau menerebos ke dalam".
Sementara, pada jenis intransitive phrasal verbs, GT terlihat kesulitan dalam mengidentifikasi makna idiomatis dan konteks kalimat.
Contohnya, pada "get away", GT menerjemahkan secara harfiah sebagai "menjauh", padahal makna yang benar adalah "terlepas dari".
GT juga belum mampu memahami makna idiomatis dari "flip out" yang seharusnya diterjemahkan sebagai "terkejut atau marah sekali".
Walau GT memberikan kemudahan dalam menerjemahkan, kualitas terjemahan phrasal verbs masih perlu diperbaiki, dan penelitian ini memberikan wawasan tambahan bagi dunia penerjemahan mesin.

Related Results

How Cognitive Linguistics Affect Indonesian Students’ Understanding on Learning Phrasal Verbs
How Cognitive Linguistics Affect Indonesian Students’ Understanding on Learning Phrasal Verbs
Phrasal verb is one aspect of English that is often avoided by EFL learners, including students in Indonesia. This is usually due to the method of learning phrasal verbs that tends...
PENGGUNAAN GOOGLE TRANSLATE SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PENERJEMAH PADA ABSTRAK JURNAL MAHASISWA
PENGGUNAAN GOOGLE TRANSLATE SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PENERJEMAH PADA ABSTRAK JURNAL MAHASISWA
AbstractThe aim of this study is to describe the use of google translate as an alternative medium for translating Indonesian to English texts in students’ journals. This study uses...
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN DOUSHI DAN KEIYOUSHI PADA SAKUBUN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNP
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN DOUSHI DAN KEIYOUSHI PADA SAKUBUN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNP
Penelitian ini membahas tentang analisis kesalahan penggunaan doushi dan keiyoushi pada sakubun mahasiswa program studi pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Padang. Tujuan d...
KESALAHAN BERBAHASA PADA SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
KESALAHAN BERBAHASA PADA SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
AbstrakMasalah penelitian ini yaitu:(1) apa saja kesalahan pemakaian ejaan pada bab 1 skripsi Mahasiswa program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Bengkulu? (2) apa kesalaha...
Macmillan Phrasal Verbs Plus
Macmillan Phrasal Verbs Plus
Reviewed by Yasutake IshiiSeijo University, Tokyo, Japan   1. INTRODUCTION “Phrasal verb” is a term that refers to those units of verbs and particles, i.e. prepos...
VERBA AKTIVITAS KAKI DALAM BAHASA MINANGKABAU UMUM
VERBA AKTIVITAS KAKI DALAM BAHASA MINANGKABAU UMUM
This study aims to (a) describe the verb form of foot activity in Minangkabau language, (b) describe the process of derivative verbs of foot activity in Minangkabau language, (c) d...
Aviation English - A global perspective: analysis, teaching, assessment
Aviation English - A global perspective: analysis, teaching, assessment
This e-book brings together 13 chapters written by aviation English researchers and practitioners settled in six different countries, representing institutions and universities fro...
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM MAKALAH MAHASISWA PRODI TADRIS BAHASA INDONESIA UIN SUMATERA UTARA MEDAN
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM MAKALAH MAHASISWA PRODI TADRIS BAHASA INDONESIA UIN SUMATERA UTARA MEDAN
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menganalisis kesalahan berbahasa dalam penulisan makalah terhadap suatu karya ...

Back to Top