Javascript must be enabled to continue!
Pemetaan Atribut Pembelian Rumah Di Kabupaten Sleman
View through CrossRef
Kebutuhan berupa tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap manusia agar dapat bertahan hidup. Pemenuhan kebutuhan berupa tempat tinggal dapat dilakukan dengan cara membangun rumah sendiri atau membeli rumah jadi pada suatu kluster perumahan atau perkampungan melalui developer atau pengembang perumahan maupun pemilik langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan atribut pembelian rumah di Kabupaten Sleman dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang didapat, mayoritas responden lebih menyukai properti yang dengan kisaran harga Rp 400-800 juta, terletak di perumahan/cluster, luas tanah 101-200 m2, luas bangunan 40-60 m2, tipe menengah, terletak di tengah, berbentuk persegi/persegi panjang, model/arsitek bangunan minimalis/modern, jumlah lantai 1, jumlah kamar 2, lebar bagian depan properti 6.1-9 m, lebar jalan depan properti 3.1-5 m, perkerasan jalan paving block/conblok, ketinggian jalan/elevasi sama dengan properti, kondisi rumah bisa baru atau lama, umur bangunan 1.1-5 tahun, bentuk kepemilikan SHM, tersedia IMB, topografi datar, tersedia fasos dan fasum, akses mudah, lokasi nyaman, properti berada di daerah prestise, pemandangan sekitar properti bagus, dan properti berada di lokasi yang memiliki potensi perkembangan yang baik. Sementara itu, menurut developer, terdapat aspek yang sangat penting yang mempengaruhi pembeli dalam membeli rumah seperti tipe rumah, luas bangunan, lebar bagian depan properti, kemudahan aksesibilitas dengan pusat kegiatan, potensi perkembangan lokasi di sekitar properti, ketersediaan fasilitas umum, ketersediaan fasilitas sosial perdagangan, dan ketersediaan fasilitas sosial kesehatan. Dari sudut pandang developer, tempat tinggal yang paling diminati oleh konsumen adalah rumah siap huni tipe modern minimalis dengan akses jalan lebar, lokasi strategis, dan dekat dengan pusat kota. Rumah yang paling diminati oleh konsumen memiliki luas minimal 100 meter persegi dan memiliki 2 hingga 3 kamar tidur. Harga properti yang paling diminati oleh konsumen berkisar antara 300 s/d 400 juta rupiah.
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
Title: Pemetaan Atribut Pembelian Rumah Di Kabupaten Sleman
Description:
Kebutuhan berupa tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap manusia agar dapat bertahan hidup.
Pemenuhan kebutuhan berupa tempat tinggal dapat dilakukan dengan cara membangun rumah sendiri atau membeli rumah jadi pada suatu kluster perumahan atau perkampungan melalui developer atau pengembang perumahan maupun pemilik langsung.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan atribut pembelian rumah di Kabupaten Sleman dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif.
Hasil yang didapat, mayoritas responden lebih menyukai properti yang dengan kisaran harga Rp 400-800 juta, terletak di perumahan/cluster, luas tanah 101-200 m2, luas bangunan 40-60 m2, tipe menengah, terletak di tengah, berbentuk persegi/persegi panjang, model/arsitek bangunan minimalis/modern, jumlah lantai 1, jumlah kamar 2, lebar bagian depan properti 6.
1-9 m, lebar jalan depan properti 3.
1-5 m, perkerasan jalan paving block/conblok, ketinggian jalan/elevasi sama dengan properti, kondisi rumah bisa baru atau lama, umur bangunan 1.
1-5 tahun, bentuk kepemilikan SHM, tersedia IMB, topografi datar, tersedia fasos dan fasum, akses mudah, lokasi nyaman, properti berada di daerah prestise, pemandangan sekitar properti bagus, dan properti berada di lokasi yang memiliki potensi perkembangan yang baik.
Sementara itu, menurut developer, terdapat aspek yang sangat penting yang mempengaruhi pembeli dalam membeli rumah seperti tipe rumah, luas bangunan, lebar bagian depan properti, kemudahan aksesibilitas dengan pusat kegiatan, potensi perkembangan lokasi di sekitar properti, ketersediaan fasilitas umum, ketersediaan fasilitas sosial perdagangan, dan ketersediaan fasilitas sosial kesehatan.
Dari sudut pandang developer, tempat tinggal yang paling diminati oleh konsumen adalah rumah siap huni tipe modern minimalis dengan akses jalan lebar, lokasi strategis, dan dekat dengan pusat kota.
Rumah yang paling diminati oleh konsumen memiliki luas minimal 100 meter persegi dan memiliki 2 hingga 3 kamar tidur.
Harga properti yang paling diminati oleh konsumen berkisar antara 300 s/d 400 juta rupiah.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis perbaikan kualitas pelayanan menggunakan metode service quality (Servqual) di PT. Bestindo Cakra Utama
Analisis perbaikan kualitas pelayanan menggunakan metode service quality (Servqual) di PT. Bestindo Cakra Utama
Kebutuhan kendaraan sewa untuk keperluan operasional perusahaan semakin meningkat, membuat persaingan antar perusahaan jasa penyewaan kendaraan semakin ketat. PT. Bestindo Cakra Ut...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke ...
Analisis Conjoint Terhadap Preferensi Konsumen Pada Kemasan Minuman Kalamansi Siap Minum Di Kota Bengkulu
Analisis Conjoint Terhadap Preferensi Konsumen Pada Kemasan Minuman Kalamansi Siap Minum Di Kota Bengkulu
Jeruk kalamansi telah menjadi komoditi yang banyak dikembangkan di provinsi Bengkulu sebagai bahan baku olahan sirup dan produk lainnya. Salah satu produk olahan yang berpotensi di...
Analisis Hubungan Faktor Lokasi dengan Harga Transaksi Rumah Tinggal Tipe Sederhana (Studi Kasus Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Sleman)
Analisis Hubungan Faktor Lokasi dengan Harga Transaksi Rumah Tinggal Tipe Sederhana (Studi Kasus Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Sleman)
Menurut data Provinsi DIY dalam angka BPS Tahun 2022, Provinsi DIY memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada tahun 2021 dimana menurut data Bank Indonesia pada tahun 202...
Faktor yang Mempengaruhi Niat Membeli Rumah di Jabodetabek Menurut Teori Model Perilaku Pembeli
Faktor yang Mempengaruhi Niat Membeli Rumah di Jabodetabek Menurut Teori Model Perilaku Pembeli
Pengembang perumahan di Jabodetabek seringkali menyediakan rumah hanya berdasarkan faktor ekonomi masyarakat sekitar tanpa mempelajari minat dan preferensi dari ...
PENERAPAN DAN EVALUASI SAPTA PESONA DENGAN MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DI DESA WISATA SUGIHMUKTI
PENERAPAN DAN EVALUASI SAPTA PESONA DENGAN MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DI DESA WISATA SUGIHMUKTI
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan Sapta Pesona di Desa Wisata Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Selain itu, tujuan penelitian ini ju...

