Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Kebiasaan Pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat

View through CrossRef
Latar belakang: Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang  diberikan pada usia 6-24 bulan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi. Rendahnya  pemberian  makanan tambahan yang tepat sesuai umur bayi menjadi salah satu pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita. Kekurangan gizi merupakan faktor utama yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan (jenis, frekuensi, porsi, tekstur, ketepatan waktu) pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat. Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik korelasi yang menggambarkan hubungan kebiasaan pemberian MP ASI dengan status gizi bayi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 responden. Hasil: Profil status gizi subjek penelitian menunjukkan bahwa 49 bayi (96,1 %) memiliki gizi baik menurut BB/U, 47 bayi (92,2 %) memiliki gizi normal menurut PB/U, dan 49 bayi (96,1 %) memiliki gizi gizi normal menurut BB/PB. Hasil uji spearman pada variabel frekuensi, dan porsi pemberian MP-ASI diperoleh nilai signifikasi >0,05, dan hasil uji chi-square pada variabel ketepatan waktu, jenis dan tekstur pemberian MP-ASI diperoleh nilai p ≥0,05, sehingga tidak didapatkan adanya hubungan antara kebiasaan (jenis, frekuensi, porsi, tekstur, ketepatan waktu) pemberian MP-ASI terhadap status gizi pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat.
Title: Hubungan Kebiasaan Pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat
Description:
Latar belakang: Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang  diberikan pada usia 6-24 bulan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi.
Rendahnya  pemberian  makanan tambahan yang tepat sesuai umur bayi menjadi salah satu pemicu rendahnya status gizi bayi dan balita.
Kekurangan gizi merupakan faktor utama yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan (jenis, frekuensi, porsi, tekstur, ketepatan waktu) pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat.
Metode: Jenis penelitian ini bersifat analitik korelasi yang menggambarkan hubungan kebiasaan pemberian MP ASI dengan status gizi bayi.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 responden.
Hasil: Profil status gizi subjek penelitian menunjukkan bahwa 49 bayi (96,1 %) memiliki gizi baik menurut BB/U, 47 bayi (92,2 %) memiliki gizi normal menurut PB/U, dan 49 bayi (96,1 %) memiliki gizi gizi normal menurut BB/PB.
Hasil uji spearman pada variabel frekuensi, dan porsi pemberian MP-ASI diperoleh nilai signifikasi >0,05, dan hasil uji chi-square pada variabel ketepatan waktu, jenis dan tekstur pemberian MP-ASI diperoleh nilai p ≥0,05, sehingga tidak didapatkan adanya hubungan antara kebiasaan (jenis, frekuensi, porsi, tekstur, ketepatan waktu) pemberian MP-ASI terhadap status gizi pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan pemberian MP-ASI (Bubur Saring) terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada Kabupaten Lombok Barat.

Related Results

1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif
1035325 Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Ekslusif
Pemberian ASI Eksklusif  adalah pemberian ASI saja pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Menyusui merupakan investasi terbaik untuk k...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP ASI pada Bayi dan Balita di Kelurahan Sukolilo Surabaya
Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP ASI pada Bayi dan Balita di Kelurahan Sukolilo Surabaya
Kecukupan gizi dalam makanan menentukan status gizi anak. Setiap bayi harus mendapatkan ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Kebutuhan bayi akan nutrisi semakin meningkat seirin...
Hubungan Pekerjaan dengan Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Hubungan Pekerjaan dengan Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Latar belakang : ASI Eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa makananan dan minuman pendamping(termasuk air jeruk,madu,air gula)yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai de...
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
ABSTRAK Label gizi merupakan informasi  yang ditujukan kepada  masyarakat untuk  memberikan  informasi terkait  manfaat  dan  kandungan gizi makanan dalam kemasan tersebut. Membac...
Hubungan Pemberian ASI terhadap Status Gizi Bayi Usia 4-6 Bulan di UPT Kesmas Sukawati I
Hubungan Pemberian ASI terhadap Status Gizi Bayi Usia 4-6 Bulan di UPT Kesmas Sukawati I
Permasalahan gizi di Indonesia merupakan beban ganda baik akibat kekurangan maupun kelebihan gizi. Kurangnya gizi pada usia dini dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak. Upa...

Back to Top