Javascript must be enabled to continue!
WABAH DALAM SASTRA INDONESIA MODERN
View through CrossRef
Salah satu bencana yang melanda umat manusia adalah wabah. Beberapa kali wabah juga dialami bangsa Indonesia. Penelitian kualitatif ini memberikan gambaran wabah dalam sastra Indonesia modern. Data dalam penelitian bersumber dari novel Cerita Calon Arang (Pramodya Ananta Toer, 2003) dan Cerita Nyai Pania (H. Kommer, 2003). Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa wabah tersebut tidak hanya menimbulkan penderitaan tetapi juga kematian banyak orang. Dengan teori feminisme sastra, dapat diungkapkan bawah wabah dalam kedua cerita tersebut merupakan alat perlawanan terhadap hegemoni kekusaaan. Tokoh-tokoh perempuan dalam dalam kedua cerita itu, Calon Arang dalam karya Pramodya Ananta Toer dan Nyi Paina dalam karya H. Kommer mengalami permasalahan yang sama yaitu perlakuan yang tidak menyenangkan akibat patriarki. Dengan wabah, Calon Arang membalas dendamnya kepada orang-orang di negara Daha sehingga mereka menderita penyakit kuning yang menyebabkan banyak penderitaan bahkan kematian. Sedangkan, Nyi Paina melalui penyanyi cacar yang sedang mewabah saat itu membalas dendamnya kepada Tuan Briot yang merupakan representasi penguasa yang sewenang-wenang. Kata Kunci : wabah, Cerita Calon Arang, Tjerita Nji Paina, feminisme Abstract One of the disasters that hit humanity is the plague. Several times the plague was also experienced by the Indonesian people. This qualitative research provides a picture of the plague in modern Indonesian literature. The data in this study were sourced from the novel Cerita Calon Arang Arang (Pramodya Ananta Toer, 2003) and Tjerita Nyi Paina (H. Kommer, 2003). The findings of this study concluded that the outbreak did not only cause suffering but also the death of many people. With the theory literature of feminism, it can be revealed that the plague in both stories is an instrument of resistance to the hegemony of power. The female characters in the two stories, Calon Arang in Pramodya's work and Nyi Paina in H. Kommer's work experienced the same problem of unpleasant treatment due to patriarchy. With the plague, Calon Arang took revenge on the people in the country of Daha so they suffered from jaundice which caused much suffering and even death. Meanwhile, Nyi Paina through the smallpox singer who was plagued at that time took revenge on Mr. Briot who was an arbitrary representation of the ruler. Keywords: plague, Cerita Calon Arang, Tjerita Nji Paina, feminism
Title: WABAH DALAM SASTRA INDONESIA MODERN
Description:
Salah satu bencana yang melanda umat manusia adalah wabah.
Beberapa kali wabah juga dialami bangsa Indonesia.
Penelitian kualitatif ini memberikan gambaran wabah dalam sastra Indonesia modern.
Data dalam penelitian bersumber dari novel Cerita Calon Arang (Pramodya Ananta Toer, 2003) dan Cerita Nyai Pania (H.
Kommer, 2003).
Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa wabah tersebut tidak hanya menimbulkan penderitaan tetapi juga kematian banyak orang.
Dengan teori feminisme sastra, dapat diungkapkan bawah wabah dalam kedua cerita tersebut merupakan alat perlawanan terhadap hegemoni kekusaaan.
Tokoh-tokoh perempuan dalam dalam kedua cerita itu, Calon Arang dalam karya Pramodya Ananta Toer dan Nyi Paina dalam karya H.
Kommer mengalami permasalahan yang sama yaitu perlakuan yang tidak menyenangkan akibat patriarki.
Dengan wabah, Calon Arang membalas dendamnya kepada orang-orang di negara Daha sehingga mereka menderita penyakit kuning yang menyebabkan banyak penderitaan bahkan kematian.
Sedangkan, Nyi Paina melalui penyanyi cacar yang sedang mewabah saat itu membalas dendamnya kepada Tuan Briot yang merupakan representasi penguasa yang sewenang-wenang.
Kata Kunci : wabah, Cerita Calon Arang, Tjerita Nji Paina, feminisme Abstract One of the disasters that hit humanity is the plague.
Several times the plague was also experienced by the Indonesian people.
This qualitative research provides a picture of the plague in modern Indonesian literature.
The data in this study were sourced from the novel Cerita Calon Arang Arang (Pramodya Ananta Toer, 2003) and Tjerita Nyi Paina (H.
Kommer, 2003).
The findings of this study concluded that the outbreak did not only cause suffering but also the death of many people.
With the theory literature of feminism, it can be revealed that the plague in both stories is an instrument of resistance to the hegemony of power.
The female characters in the two stories, Calon Arang in Pramodya's work and Nyi Paina in H.
Kommer's work experienced the same problem of unpleasant treatment due to patriarchy.
With the plague, Calon Arang took revenge on the people in the country of Daha so they suffered from jaundice which caused much suffering and even death.
Meanwhile, Nyi Paina through the smallpox singer who was plagued at that time took revenge on Mr.
Briot who was an arbitrary representation of the ruler.
Keywords: plague, Cerita Calon Arang, Tjerita Nji Paina, feminism .
Related Results
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Pembelajaran Sastra di SMA dalam Kurikulum Merdeka
Pembelajaran Sastra di SMA dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka memberikan Capaian Pembelajaran tiap-tiap fase (A-F) untuk masing-masing elemen (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, dan menulis). Dari...
Ekokritisisme Dalam Cerpen Kontemporer Indonesia: Menelusuri Jejak Sastra Hijau
Ekokritisisme Dalam Cerpen Kontemporer Indonesia: Menelusuri Jejak Sastra Hijau
Dalam era studi sastra kontemporer, perhatian terhadap isu lingkungan hidup melahirkan bidang kajian ekokritisisme, yaitu pendekatan interdisipliner yang mengkaji hubungan antara s...
PERMASALAHAN PENULISAN SEJARAH KESUSASTRAAN INDONESIA
PERMASALAHAN PENULISAN SEJARAH KESUSASTRAAN INDONESIA
Sejarah kesusastraan Indonesia modern sering dianggap dimulai dari masa roman Balai Pustaka (1920~). Namun, sedikit perhatian yang menjelaskan proses dari sastra tradisional menuju...
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
Kajian sastra ditandai oleh suatu aktivitas penting yang inheren di dalam dirinya, yakni interpretasi (penafsiran). Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada tepi dan muara...
KONFLIK INTERNAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RASAKARYA TERE LIYE
KONFLIK INTERNAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RASAKARYA TERE LIYE
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah konflik internal tokoh utama dalam novel Rasa karya Tere Liye ? Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan konfli...
METAFORA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM MELAYU SUMATERA SELATAN
METAFORA DALAM KEBUDAYAAN ISLAM MELAYU SUMATERA SELATAN
Metafora dalam sastra lisan merupakan bagian khazanah kekayaan kebudayaan masyarakat Melayu Islam Sumatera Selatan. Beragam bentuk sastra lisan masyarakat Melayu Sumatera Selatan m...
Bentuk Interaksi Sosial Dalam Anime Jaku Chara Tomozaki-Kun Karya Yuuki Yaku
Bentuk Interaksi Sosial Dalam Anime Jaku Chara Tomozaki-Kun Karya Yuuki Yaku
Karya sastra anime Jaku Chara Tomozaki-kun merupakan adaptasi dari novel karya Yuuki Yaku. psikologi sastra ialah cabang ilmu sastra dengan menggunakan pendekatan ilmu psikologi un...

