Javascript must be enabled to continue!
RESILIENSI PADA SISWA-SISWI PRA-REMAJA
View through CrossRef
Resiliensi didefinisikan sebagai suatu proses dinamis dimana seseorang mampu menunjukkan fungsi adaptif dalam menghadapi kesukaran atau kemalangan (adversiti), tidak hanya perubahan secara fisiologis tetapi psikososial harus dilewati pada masa pra remaja. Perubahan tersebut tak ayal menjadi sebuah tantangan yang dihadapi oleh anak pra remaja dan menuntut mereka mengembangkan kemampuan resiliensi. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana kondisi resiliensi pada anak pra remaja dengan metode kuantitatif deskriptif dan menggunakan teknik convenience sampling. Sebanyak 668 responden berusia pra remaja berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi anak pra remaja di Jakarta tergolong sedang (47.3 %) yang artinya cukup baik dalam beradaptasi dan bangkit serta mampu menyelesaikan suatu masalah. Sebanyak 26.7 persen terkategori rendah dan sebanyak 25.7 persen terkategori tinggi, dimana perempuan menunjukkan kemampuan resiliensi lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Tingkat vulnerabiliti juga didominasi oleh kategori sedang (45.7 %) yang mengindikasikan bahwa anak pra remaja sudah cukup mampu mengolah reaksi emosi negatif dalam dirinya. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa masa pra remaja penting untuk memiliki kemampuan resilien, oleh karena itu saran dalam penelitian ini adalah baik sekolah dan orang tua harus terlibat dan berperan signifikan untuk dapat meningkatkan kemampuan resiliensi anak pra remaja.
Title: RESILIENSI PADA SISWA-SISWI PRA-REMAJA
Description:
Resiliensi didefinisikan sebagai suatu proses dinamis dimana seseorang mampu menunjukkan fungsi adaptif dalam menghadapi kesukaran atau kemalangan (adversiti), tidak hanya perubahan secara fisiologis tetapi psikososial harus dilewati pada masa pra remaja.
Perubahan tersebut tak ayal menjadi sebuah tantangan yang dihadapi oleh anak pra remaja dan menuntut mereka mengembangkan kemampuan resiliensi.
Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana kondisi resiliensi pada anak pra remaja dengan metode kuantitatif deskriptif dan menggunakan teknik convenience sampling.
Sebanyak 668 responden berusia pra remaja berpartisipasi dalam penelitian ini.
Hasil menunjukkan bahwa resiliensi anak pra remaja di Jakarta tergolong sedang (47.
3 %) yang artinya cukup baik dalam beradaptasi dan bangkit serta mampu menyelesaikan suatu masalah.
Sebanyak 26.
7 persen terkategori rendah dan sebanyak 25.
7 persen terkategori tinggi, dimana perempuan menunjukkan kemampuan resiliensi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Tingkat vulnerabiliti juga didominasi oleh kategori sedang (45.
7 %) yang mengindikasikan bahwa anak pra remaja sudah cukup mampu mengolah reaksi emosi negatif dalam dirinya.
Implikasi penelitian menunjukkan bahwa masa pra remaja penting untuk memiliki kemampuan resilien, oleh karena itu saran dalam penelitian ini adalah baik sekolah dan orang tua harus terlibat dan berperan signifikan untuk dapat meningkatkan kemampuan resiliensi anak pra remaja.
Related Results
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Abstrak: Remaja penyintas bunuh diri merupakan remaja yang pernah berniat dan mencoba bunuh diri namun berhasil selamat dan bisa bertahan sampai sekarang. Resiliensi merupakan kema...
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Optimalisasi Bimbingan Pra- Nikah di Kantor Urusan Agama
Pre Marriage Marriage Guidance comes because of the need, with the increasing number of divorce cases that occur in the community of Ujung Berung Subdistrict, it also indicates tha...
HUBUNGAN KELEKATAN PADA AYAH DENGAN RESILIENSI REMAJA SMPN 5 BANJARBARU
HUBUNGAN KELEKATAN PADA AYAH DENGAN RESILIENSI REMAJA SMPN 5 BANJARBARU
Masa remaja merupakan masa transisi yang dihadapkan dengan berbagai konflik kehidupan baik secara eksternal ataupun internal. Pada masa transisi ini diperlukan kelekatan pada orang...
RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU
RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU DITINJAU DARI RESILIENSI GURU
Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan bahwa resiliensi merupakan konstruk psikologi yang sangat mendasar yang mestinya dimiliki oleh setiap guru demi suksesnya pengajaran dan pem...
Gambaran Resiliensi Akademik Siswa SMA dan Implikasinya Terhadap Intervensi Bimbingan dan Konseling
Gambaran Resiliensi Akademik Siswa SMA dan Implikasinya Terhadap Intervensi Bimbingan dan Konseling
Permasalahan yang sering dialami siswa di sekolah yaitu ketidakmampuan siswa untuk bertahan dalam kondisi suatu tekanan diantaranya tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk...
Analysis of Students' Mathematical Concept Understanding Ability in Terms of Student Resilience at Ban Kadeng School Thailand
Analysis of Students' Mathematical Concept Understanding Ability in Terms of Student Resilience at Ban Kadeng School Thailand
Concept understanding ability is one of the main elements in learning mathematics. Understanding students' concept understanding ability will help teachers to plan better learning....
Pemanfaatan Media Interaktif Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Pencegahan KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) Di Posyandu Remaja "Healthy Teenager"
Pemanfaatan Media Interaktif Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Pencegahan KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) Di Posyandu Remaja "Healthy Teenager"
Seks aktif pra nikah pada remaja berisiko terhadap kehamilan remaja dan penularan penyakit menular seksual. Kehamilan yang tidak direncanakan pada remaja perempuan dapat berlanjut ...

