Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Pulau Enggano

View through CrossRef
Pulau Enggano merupakan salah satu wilayah terluar yang menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebagai sumber energi listriknya. PLTD yang mulai beroperasi sejak tahun 2017 ini terdiri atas tiga unit mesin pembangkit yang mampu menghasilkan daya sebesar 730 kW, dengan total pelanggan sebanyak 1.050 pelanggan dan kebutuhan energi listrik sebesar 1.097.883 kWh/tahun. Meskipun pembangkit listrik telah tersedia, pada kenyataannya permasalahan ketenagalistrikan masih menjadi masalah dasar yang belum terselesaikan di pulau ini. Rata-rata pemakaian bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan PLTD adalah 21 ton/bulan atau Rp582.757.000,00 per bulan dengan asumsi harga BBM adalah Rp9.800,00 per liter. Tingginya biaya operasional mengakibatkan listrik hanya dipasok selama enam belas jam per hari. Pemanfaatan PLTD juga menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) yang sangat tinggi. Hal ini tidak sejalan dengan komitmen pemerintah untuk bertransisi menuju net zero emission pada tahun 2060. Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan sebesar 23% pada tahun 2025 nyatanya masih belum maksimal. Makalah ini bertujuan untuk menemukan konfigurasi pembangkit tenaga hybrid yang optimal di Pulau Enggano dari segi teknis dan kelayakan ekonomi. Kelayakan ekonomi ditinjau menggunakan pendekatan net present cost (NPC) dan cost of economic (COE). Selain itu, dilakukan juga analisis keberlanjutan dari aspek lingkungan. Dari penelitian ini, didapatkan konfigurasi yang paling optimal berdasarkan biaya sistem terendah, yaitu konfigurasi 2 skenario 1, yang terdiri atas photovoltaic (PV) 1.005 kW, diesel 250 kW, dan baterai 594 unit. Konfigurasi ini dapat memproduksi listrik sebesar 1.576.115 kWh/tahun dengan nilai NPC mencapai Rp31,7 miliar rupiah dan nilai COE sebesar Rp1.998,75 per kWh. Konfigurasi ini juga memiliki keberlanjutan lingkungan yang baik karena memiliki nilai renewable fraction sebesar 91%.
Title: Optimasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Pulau Enggano
Description:
Pulau Enggano merupakan salah satu wilayah terluar yang menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebagai sumber energi listriknya.
PLTD yang mulai beroperasi sejak tahun 2017 ini terdiri atas tiga unit mesin pembangkit yang mampu menghasilkan daya sebesar 730 kW, dengan total pelanggan sebanyak 1.
050 pelanggan dan kebutuhan energi listrik sebesar 1.
097.
883 kWh/tahun.
Meskipun pembangkit listrik telah tersedia, pada kenyataannya permasalahan ketenagalistrikan masih menjadi masalah dasar yang belum terselesaikan di pulau ini.
Rata-rata pemakaian bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan PLTD adalah 21 ton/bulan atau Rp582.
757.
000,00 per bulan dengan asumsi harga BBM adalah Rp9.
800,00 per liter.
Tingginya biaya operasional mengakibatkan listrik hanya dipasok selama enam belas jam per hari.
Pemanfaatan PLTD juga menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) yang sangat tinggi.
Hal ini tidak sejalan dengan komitmen pemerintah untuk bertransisi menuju net zero emission pada tahun 2060.
Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan sebesar 23% pada tahun 2025 nyatanya masih belum maksimal.
Makalah ini bertujuan untuk menemukan konfigurasi pembangkit tenaga hybrid yang optimal di Pulau Enggano dari segi teknis dan kelayakan ekonomi.
Kelayakan ekonomi ditinjau menggunakan pendekatan net present cost (NPC) dan cost of economic (COE).
Selain itu, dilakukan juga analisis keberlanjutan dari aspek lingkungan.
Dari penelitian ini, didapatkan konfigurasi yang paling optimal berdasarkan biaya sistem terendah, yaitu konfigurasi 2 skenario 1, yang terdiri atas photovoltaic (PV) 1.
005 kW, diesel 250 kW, dan baterai 594 unit.
Konfigurasi ini dapat memproduksi listrik sebesar 1.
576.
115 kWh/tahun dengan nilai NPC mencapai Rp31,7 miliar rupiah dan nilai COE sebesar Rp1.
998,75 per kWh.
Konfigurasi ini juga memiliki keberlanjutan lingkungan yang baik karena memiliki nilai renewable fraction sebesar 91%.

Related Results

VALUASI EKONOMI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PULAU ENGGANO, KABUPATEN BENGKULU UTARA, PROVINSI BENGKULU
VALUASI EKONOMI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PULAU ENGGANO, KABUPATEN BENGKULU UTARA, PROVINSI BENGKULU
Pulau Enggano dengan luas ± 400,6 km2 (± 40.600 hektar) adalah sebuah pulau kecil terluar di Provinsi Bengkulu yang terletak di Perairan Barat Sumatera, dan termasuk wilayah Kabupa...
Identifikasi Karakteristik Morfologi Pantai Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu
Identifikasi Karakteristik Morfologi Pantai Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu
Secara geografis, Pulau Enggano berada di wilayah Samudera Indonesia yang posisi astronomisnya terletak pada 05°31'13 LS dan 102°16'00 BT. Secara administratif,Pulau Enggano termas...
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Model Hybrid Pembangkit Listrik Di Pedesaan
Energi listrik merupakan salah satu jenis energi yang paling banyak digunakan dalam aktivitas manusia sehari-hari. pemenuhan kebutuhan energi listrik dapat meningkatkan kesejahtera...
MOTIVASI DAN PERSEPSI MASYARAKAT PULAU ENGGANO TERHADAP PENDIDIKAN
MOTIVASI DAN PERSEPSI MASYARAKAT PULAU ENGGANO TERHADAP PENDIDIKAN
This research aims to analyse the impact of motivation and perception of the society on the quality of education in Enggano island: one of the 111 outermost islands in Indonesia. D...
Peranan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) pada Pembangkit Listrik PLTGU
Peranan Heat Recovery Steam Generator (HRSG) pada Pembangkit Listrik PLTGU
Pembangkit listrik mengubah berbagai sumber energi non-listrik menjadi listrik menggunakan berbagai bahan bakar seperti minyak, batu bara, dan energi terbarukan. Jenis pembangkit l...
PEMASANGAN PEMBANGKIT TENAGA SURYA UNTUK INSTALASI RUMAH (SOLAR HOME)
PEMASANGAN PEMBANGKIT TENAGA SURYA UNTUK INSTALASI RUMAH (SOLAR HOME)
Latar Belakang : Latar belakang penelitian ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau disingkat PLTS, sistem ini mampu mengubah energi matahari menjadi energi listrik, ia terg...

Back to Top