Javascript must be enabled to continue!
Tinjauan Akad Qardh terhadap Praktik Pinjam Meminjam Bapak Johan dengan Ibu Angel di Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung
View through CrossRef
Abstract. The practice of borrowing and lending is a socio-economic activity that is very common in people's lives. In Islam, this practice is known as the qardh contract, which is giving loans without any reward or benefit, solely as a form of help. However, in reality, there are not a few lending practices that are carried out in accordance with sharia principles, such as the absence of a written contract, the unclear repayment period, or even an additional reward agreement that falls under the category of usury. This study aims to analyze the practice of borrowing and borrowing between Mr. Johan and Mrs. Angel that occurred in Ciateul Village, Regol District, Bandung City, from the perspective of Islamic law. The research method used is a qualitative method with a field study approach. Data was obtained through interviews with the parties involved, as well as sources of fiqh experts, then analyzed using Islamic legal theories, especially muamalah fiqh. The results of the study show that the practice of borrowing and borrowing does not meet the principles of justice and clarity set by Islamic law, and there is an element of riba in the form of additional distribution of house sales proceeds. Therefore, this practice cannot be justified by sharia, and there is a need for muamalah legal education to the public to avoid practices that are contrary to Islamic teachings.
Abstrak. Praktik pinjam meminjam merupakan kegiatan sosial ekonomi yang sangat lumrah terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dalam Islam, praktik ini dikenal dengan akad qardh, yaitu memberikan pinjaman tanpa imbalan atau keuntungan, semata-mata sebagai bentuk tolong menolong. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit praktik pinjam meminjam yang dilakukan secara tidak sesuai dengan prinsip syariah, seperti tidak adanya akad tertulis, tidak jelasnya jangka waktu pengembalian, atau bahkan terdapat kesepakatan imbalan tambahan yang termasuk kategori riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pinjam meminjam antara Bapak Johan dengan Ibu Angel yang terjadi di Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, dalam perspektif hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak yang terlibat, serta narasumber ahli fiqih, kemudian dianalisis menggunakan teori-teori hukum Islam, khususnya fiqih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pinjam meminjam tersebut tidak memenuhi prinsip keadilan dan kejelasan yang ditetapkan oleh hukum Islam, serta terdapat unsur riba dalam bentuk tambahan pembagian hasil penjualan rumah. Oleh karena itu, praktik ini tidak dapat dibenarkan secara syariah, dan perlu adanya edukasi hukum muamalah kepada masyarakat agar terhindar dari praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Tinjauan Akad Qardh terhadap Praktik Pinjam Meminjam Bapak Johan dengan Ibu Angel di Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung
Description:
Abstract.
The practice of borrowing and lending is a socio-economic activity that is very common in people's lives.
In Islam, this practice is known as the qardh contract, which is giving loans without any reward or benefit, solely as a form of help.
However, in reality, there are not a few lending practices that are carried out in accordance with sharia principles, such as the absence of a written contract, the unclear repayment period, or even an additional reward agreement that falls under the category of usury.
This study aims to analyze the practice of borrowing and borrowing between Mr.
Johan and Mrs.
Angel that occurred in Ciateul Village, Regol District, Bandung City, from the perspective of Islamic law.
The research method used is a qualitative method with a field study approach.
Data was obtained through interviews with the parties involved, as well as sources of fiqh experts, then analyzed using Islamic legal theories, especially muamalah fiqh.
The results of the study show that the practice of borrowing and borrowing does not meet the principles of justice and clarity set by Islamic law, and there is an element of riba in the form of additional distribution of house sales proceeds.
Therefore, this practice cannot be justified by sharia, and there is a need for muamalah legal education to the public to avoid practices that are contrary to Islamic teachings.
Abstrak.
Praktik pinjam meminjam merupakan kegiatan sosial ekonomi yang sangat lumrah terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Dalam Islam, praktik ini dikenal dengan akad qardh, yaitu memberikan pinjaman tanpa imbalan atau keuntungan, semata-mata sebagai bentuk tolong menolong.
Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit praktik pinjam meminjam yang dilakukan secara tidak sesuai dengan prinsip syariah, seperti tidak adanya akad tertulis, tidak jelasnya jangka waktu pengembalian, atau bahkan terdapat kesepakatan imbalan tambahan yang termasuk kategori riba.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pinjam meminjam antara Bapak Johan dengan Ibu Angel yang terjadi di Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, dalam perspektif hukum Islam.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan.
Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak yang terlibat, serta narasumber ahli fiqih, kemudian dianalisis menggunakan teori-teori hukum Islam, khususnya fiqih muamalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pinjam meminjam tersebut tidak memenuhi prinsip keadilan dan kejelasan yang ditetapkan oleh hukum Islam, serta terdapat unsur riba dalam bentuk tambahan pembagian hasil penjualan rumah.
Oleh karena itu, praktik ini tidak dapat dibenarkan secara syariah, dan perlu adanya edukasi hukum muamalah kepada masyarakat agar terhindar dari praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Related Results
Pengaruh Kesabaran terhadap Tingkat Kecemasan pada Dewasa Awal di Kecamatan Regol Bandung
Pengaruh Kesabaran terhadap Tingkat Kecemasan pada Dewasa Awal di Kecamatan Regol Bandung
Abstract. Regol District is one of the sub-district that has the highest number of residents with anxiety disorders and one of the sub-districts that has a fairly high number of CO...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN AL-QARDH WAL IJARAH (Studi Kasus di BMT Nurul Ummah Ngasem Jawa Timur) The Implementation of Al-Qardh Wal Ijarah Financing (Case Study at BMT Nurul Ummah Ngasem East Java
IMPLEMENTASI PEMBIAYAAN AL-QARDH WAL IJARAH (Studi Kasus di BMT Nurul Ummah Ngasem Jawa Timur) The Implementation of Al-Qardh Wal Ijarah Financing (Case Study at BMT Nurul Ummah Ngasem East Java
Penelitian ini dilatarbelakangi Pembiayaan Al-Qardh Wal Ijarah. Al qardh wal ijarah merupakan salah satu produk yang didalamnya terkandung misi sosial. Adanya misi sosial kemasyara...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
IMPLEMENTASI PRINSIP HUKUM EKONOMI SYARIAH PADA AKAD QARDH DI BANK MEGA SYARIAH CABANG PALU
IMPLEMENTASI PRINSIP HUKUM EKONOMI SYARIAH PADA AKAD QARDH DI BANK MEGA SYARIAH CABANG PALU
Bank Mega Syariah Palu Branch applies the qardh contract to a multi contract financial product that is used in conjunction with the Hawalah contract, and the Ijarah (fee) contract....
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...
IMPLEMENTASI KONVERSI AKAD MURABAHAH MENJADI AKAD MUSYARAKAH MUTANAQISHAH PADA PEMBIAYAAN UMUM DI KOSPIN JASA SYARIAH TEGAL
IMPLEMENTASI KONVERSI AKAD MURABAHAH MENJADI AKAD MUSYARAKAH MUTANAQISHAH PADA PEMBIAYAAN UMUM DI KOSPIN JASA SYARIAH TEGAL
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya konversi akad di Kospin Jasa Syariah Tegal dan untuk mengetahui pelaksanaan konver...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

