Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pendugaan Kedalaman Rembesan Lindi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Alak Berdasarkan Metode Geolistrik Resistivitas

View through CrossRef
Metode geolistrik resistivitas Schlumberger telah diterapkan untuk memperkirakan kedalaman rembesan lindi TPA Alak Kota Kupang. Survei geolistrik menggunakan resistivity meter tipe Naninura NRD-300 HF dengan jarak elektroda potensial antara 0,5 meter - 10 meter. Pengambilan data dilakukan pada empat lintasan yang mewakili lokasi TPA. Lintasan 1 di utara barat laut dengan panjang lintasan 300 meter, lintasan 2 di barat laut sepanjang 275 meter, lintasan 3 di timur tenggara dengan panjang lintasan 300 meter, dan lintasan 4 di barat daya sepanjang 300 meter. Data geolistrik diolah dengan model inversi untuk memperkirakan kedalaman rembesan lindi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas berkisar antara 0,242 Ωm sampai dengan 535 Ωm. Pendugaan rembesan lindi mulai menyebar pada kedalaman 0,5 meter dari permukaan yang mengalir ke bawah tanah dan terakumulasi pada kedalaman 89,5 meter. Nilai resistivitas lindi berkisar 0,242 Ωm – 7,6 Ωm dan diduga terakumulasi pada lempung pasiran.
Title: Pendugaan Kedalaman Rembesan Lindi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Alak Berdasarkan Metode Geolistrik Resistivitas
Description:
Metode geolistrik resistivitas Schlumberger telah diterapkan untuk memperkirakan kedalaman rembesan lindi TPA Alak Kota Kupang.
Survei geolistrik menggunakan resistivity meter tipe Naninura NRD-300 HF dengan jarak elektroda potensial antara 0,5 meter - 10 meter.
Pengambilan data dilakukan pada empat lintasan yang mewakili lokasi TPA.
Lintasan 1 di utara barat laut dengan panjang lintasan 300 meter, lintasan 2 di barat laut sepanjang 275 meter, lintasan 3 di timur tenggara dengan panjang lintasan 300 meter, dan lintasan 4 di barat daya sepanjang 300 meter.
Data geolistrik diolah dengan model inversi untuk memperkirakan kedalaman rembesan lindi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas berkisar antara 0,242 Ωm sampai dengan 535 Ωm.
Pendugaan rembesan lindi mulai menyebar pada kedalaman 0,5 meter dari permukaan yang mengalir ke bawah tanah dan terakumulasi pada kedalaman 89,5 meter.
Nilai resistivitas lindi berkisar 0,242 Ωm – 7,6 Ωm dan diduga terakumulasi pada lempung pasiran.

Related Results

Analisis Persebaran Lindi Tempat Pemerosesan Akhir (Tpa) Puuwatu
Analisis Persebaran Lindi Tempat Pemerosesan Akhir (Tpa) Puuwatu
The purpose of this study was (1) to determine the amount of leachate discharge at the Puuwatu Landfill (TPA), (2) to analyze the quality of leachate effluent and surface groundwat...
Pengujian Toksisitas Lindi Instalasi Pengolahan Lindi TPA Piyungan pada Daphnia sp. dengan Whole Effluent Toxicity
Pengujian Toksisitas Lindi Instalasi Pengolahan Lindi TPA Piyungan pada Daphnia sp. dengan Whole Effluent Toxicity
Lindi adalah rembesan yang melalui tumpukan sampah hasil endapan yang berada di bawah landfill yang terakumulasi yang terdiri dari bahan organik dan anorganik. Lindi hasil pengolah...
Penyisihan Limbah Organik Air Lindi TPA Jatibarang Menggunakan Koagulasi-Flokulasi Kimia
Penyisihan Limbah Organik Air Lindi TPA Jatibarang Menggunakan Koagulasi-Flokulasi Kimia
Air lindi yang meresap ke dalam tanah yang berpotensi bercampur dengan air tanah sehingga menimbulkan pencemaran tanah, air tanah dan air permukaan. Komposisi limbah lindi dari ber...
Pendugaan Air Tanah Dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Matabesi
Pendugaan Air Tanah Dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Matabesi
Telah dilakukan pendugaan air tanah di Desa Matabesi dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-schlumberger. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai resi...
ANALISIS KUALITAS LINDI DI TEMPAT PEMPROSESAN AKHIR (TPA) TANJUNG HARAPAN KABUPATEN NUNUKAN
ANALISIS KUALITAS LINDI DI TEMPAT PEMPROSESAN AKHIR (TPA) TANJUNG HARAPAN KABUPATEN NUNUKAN
Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) merupakan fasilitas utama dalam sistem pengelolaan sampah yang berfungsi sebagai lokasi pembuangan dan pengolahan sampah sebelum mengalami degradasi ...
POTENSI PENCEMARAN AIR LINDI TERHADAP AIRTANAH DAN TEKNIK PENGOLAHAN AIR LINDI DI TPA BANYUROTO KABUPATEN KULON PROGO
POTENSI PENCEMARAN AIR LINDI TERHADAP AIRTANAH DAN TEKNIK PENGOLAHAN AIR LINDI DI TPA BANYUROTO KABUPATEN KULON PROGO
 Pengelolaan Sampah di Indonesia menjadi masalah aktual seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk yang berdampak pada semakin banyak jumlah sampah yang dihasilkan. ...
IDENTIFIKASI LAPISAN KERAS BERDASARKAN KORELASI DATA GEOLISTRIK DAN N-SPT DI KAWASAN UNIVERSITAS SAMUDRA
IDENTIFIKASI LAPISAN KERAS BERDASARKAN KORELASI DATA GEOLISTRIK DAN N-SPT DI KAWASAN UNIVERSITAS SAMUDRA
Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi lapisan keras di Kawasan Lapangan PGSD Universitas Samudra menggunakan survei geofisika metode geolistrik di Area Pembangunan Univ...

Back to Top