Javascript must be enabled to continue!
ANALISA KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE THEORY OF RUN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI CORONG
View through CrossRef
Kekeringan merupakan fenomena alam yang tidak bisa dihindari dan mempunyai peran cukup penting dalam perencanaan maupun pengelolaan sumber daya air, kekeringan adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan, sehingga pertanian, perkebunan, kehutanan, sumber dan daya air merupakan sector pertama yang kena dampaknya, variasi alam ini dapat terjadi selama hitungan hari, minggu, bulan, tahun bahkan abad. Penyebab kekeringan yang terjadi karena bencana alam yang berlangsung lama sehingga dampaknya yang sangat luas. Penelitian ini menggunakan metode Theory Of Run untuk menganalisis kekeringan di wilayah Sub DAS Corong dengan tujuan mengevaluasi tingkat kekeringan. Data yang digunakan meliputi curah hujan selama 20 tahun dari 3 stasiun hujan di DAS Corong. Metode ini menghitung durasi kekeringan terpanjang dan defisit air maksimum dengan memperhatikan curah hujan bulanan dan ambang batasan yang telah ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa stasiun Karangbinangun memiliki durasi kekeringan terpanjang, yaitu 13 bulan pada tahun 2016. Durasi kekeringan terpendek terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2002 dan stasiun Lamongan tahun 2016, yaitu selama 8 bulan. Jumlah kekeringan kumulatif terbesar terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2016, mencapai 675mm, sedangkan jumlah kekeringan kumulatif terkecil terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2002, yaitu 306mm
P3M Politeknik Negeri Banjarmasin
Title: ANALISA KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE THEORY OF RUN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI CORONG
Description:
Kekeringan merupakan fenomena alam yang tidak bisa dihindari dan mempunyai peran cukup penting dalam perencanaan maupun pengelolaan sumber daya air, kekeringan adalah suatu keadaan dimana terjadi kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan, sehingga pertanian, perkebunan, kehutanan, sumber dan daya air merupakan sector pertama yang kena dampaknya, variasi alam ini dapat terjadi selama hitungan hari, minggu, bulan, tahun bahkan abad.
Penyebab kekeringan yang terjadi karena bencana alam yang berlangsung lama sehingga dampaknya yang sangat luas.
Penelitian ini menggunakan metode Theory Of Run untuk menganalisis kekeringan di wilayah Sub DAS Corong dengan tujuan mengevaluasi tingkat kekeringan.
Data yang digunakan meliputi curah hujan selama 20 tahun dari 3 stasiun hujan di DAS Corong.
Metode ini menghitung durasi kekeringan terpanjang dan defisit air maksimum dengan memperhatikan curah hujan bulanan dan ambang batasan yang telah ditetapkan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa stasiun Karangbinangun memiliki durasi kekeringan terpanjang, yaitu 13 bulan pada tahun 2016.
Durasi kekeringan terpendek terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2002 dan stasiun Lamongan tahun 2016, yaitu selama 8 bulan.
Jumlah kekeringan kumulatif terbesar terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2016, mencapai 675mm, sedangkan jumlah kekeringan kumulatif terkecil terjadi pada stasiun Karangbinangun tahun 2002, yaitu 306mm.
Related Results
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
<p>Bencana kekeringan merupakan bencana yang terjadi ketika ketersediaan air tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih penduduk. Selama beberapa bulan terakhir di tahu...
pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
Analisis Karakteristik Kekeringan DAS Kapuas Kalimantan Barat Berdasarkan Luaran Global Climate Model
Analisis Karakteristik Kekeringan DAS Kapuas Kalimantan Barat Berdasarkan Luaran Global Climate Model
Daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, walaupun berada di wilayah benua maritim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, namun sering mengalami kebakaran lahan dan hut...
PEMANFAATAN PUPUK HAYATI MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI KEKERINGAN PADA TANAMAN NILAM
PEMANFAATAN PUPUK HAYATI MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI KEKERINGAN PADA TANAMAN NILAM
ABSTRAK<br />Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman<br />atsiri utama di Indonesia. Saat ini sekitar 90% minyak nilam dunia<br />dihasilkan ole...
Simulasi Aliran Fluida Crude Palm Oil (CPO) dan Air Pada Pipa Horizontal Menggunakan Metode Volume Hingga
Simulasi Aliran Fluida Crude Palm Oil (CPO) dan Air Pada Pipa Horizontal Menggunakan Metode Volume Hingga
Telah dilakukan simulasi aliran dua fasa cair- cair crude palm oil (CPO) dan air yang mengalir satu arah dalam pipa horizontal untuk mendapatkan pola aliran campuran dan karakteris...
STUDI KETERSEDIAAN AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI TERHADAP KEBUTUHAN AIR BAKU
STUDI KETERSEDIAAN AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI TERHADAP KEBUTUHAN AIR BAKU
Kota Langsa merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Aceh, Kota Langsa memiliki sebuah sungai yang disebut dengan Sungai Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ...
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan...
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa
Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan...

