Javascript must be enabled to continue!
TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM SERIAL DRAMA PEAKY BLINDERS (SEASON I)
View through CrossRef
Abstract Communication, particularly at the verbal or spoken level, demands
careful attention as it has the potential to generate a multitude of interpretations
from the speaker to the listener. The research focuses on identifying commissive speech
acts in found in Steven Knight's drama series, Peaky Blinders. Using a qualitative
descriptive method with a pragmatic approach, the research analyzes the utterances of
the characters. The data for this study consists of speech acts performed by the
characters in the drama series Peaky Blinders. Data collection was conducted using a
note-taking and listening technique through orthographic transcription. Data analysis
employed a pragmatic matching method, with the interlocutors themselves serving as the
determining factor based on the speaker's language. The fundamental technique applied
was the classification of determining elements. The findings reveal that speakers who
make commissive utterances are accountable for their words. In this study, fifty-two
patterns of commissive speech acts were identified, illustrating how language can be
used to create binding commitments between speakers and their interlocutors. This study
highlights the importance of considering various factors in communication, as
misinterpretations can easily arise if these factors are not carefully observed. If the
supportive factors of communication are not carefully observed, the chances of a
misperception between the speaker and the interlocutor are greater. Ultimately, this
research offers a deeper understanding of how language is employed to construct
narratives and characters within a specific context, as seen in Peaky Blinders season I.
Keywords: commissive speech acts, language function, Peaky Blinders Abstrak Dalam
berkomunikasi khususnya pada tataran verbal atau lisan perlu karena berpeluang untuk
menghadirkan banyak persepsi dari penutur terhadap mitra tutur. Intensi focus ini adalah
untuk mengidentifikasi tindak tutur komisif yang ditemukan di dalam serial drama yang
berjudul Peaky Blinders karya Steven Knight. Penelitian ini menggunakan metodede
deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik yang terfokus pada kajian tindak
tutur. Data dalam penelitian ini berbentuk tindak tutur pada tokoh serial drama Peaky
Blinders. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik catat dan simak melalui
transkripsi ortografis. Analisis data dalam penelitian ini menerapkan metode padan
pragmatik dengan alat penentunya merupakan mitra tutur itu sendiri berdasarkan bahasa
penutur. Teknik dasar yang diaplikasikan ialah pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan
hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada tindak tutur komisif, penutur harus
mempertanggungjawabkan apa yang telah dituturkannya. Dalam penelitian ini ditemukan 52
tuturan yang mengandung tindak tutur komisif yang mengikat penutur terhadap tuturannya.
Hal tersebut terjadi karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi,
terutama dalam komunikasi secara verbal. Apabila faktor-faktor pendukung komunikasi
tidak diperhatikan dengan saksama, peluang akan terjadinya suatu kesalahan persepsi
antara penutur dan mitra tutur makin besar. Penelitian ini mampu memberikan pemahaman
yang lebih mendalam tentang bagaimana bahasa digunakan untuk membangun cerita dan
karakter dalam konteks tertentu, seperti yang terlihat dalam Peaky Blinders (Season I).
Kata kunci: tindak tutur komisif, fungsi, Peaky Blinders
Title: TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM SERIAL DRAMA PEAKY BLINDERS (SEASON I)
Description:
Abstract Communication, particularly at the verbal or spoken level, demands
careful attention as it has the potential to generate a multitude of interpretations
from the speaker to the listener.
The research focuses on identifying commissive speech
acts in found in Steven Knight's drama series, Peaky Blinders.
Using a qualitative
descriptive method with a pragmatic approach, the research analyzes the utterances of
the characters.
The data for this study consists of speech acts performed by the
characters in the drama series Peaky Blinders.
Data collection was conducted using a
note-taking and listening technique through orthographic transcription.
Data analysis
employed a pragmatic matching method, with the interlocutors themselves serving as the
determining factor based on the speaker's language.
The fundamental technique applied
was the classification of determining elements.
The findings reveal that speakers who
make commissive utterances are accountable for their words.
In this study, fifty-two
patterns of commissive speech acts were identified, illustrating how language can be
used to create binding commitments between speakers and their interlocutors.
This study
highlights the importance of considering various factors in communication, as
misinterpretations can easily arise if these factors are not carefully observed.
If the
supportive factors of communication are not carefully observed, the chances of a
misperception between the speaker and the interlocutor are greater.
Ultimately, this
research offers a deeper understanding of how language is employed to construct
narratives and characters within a specific context, as seen in Peaky Blinders season I.
Keywords: commissive speech acts, language function, Peaky Blinders Abstrak Dalam
berkomunikasi khususnya pada tataran verbal atau lisan perlu karena berpeluang untuk
menghadirkan banyak persepsi dari penutur terhadap mitra tutur.
Intensi focus ini adalah
untuk mengidentifikasi tindak tutur komisif yang ditemukan di dalam serial drama yang
berjudul Peaky Blinders karya Steven Knight.
Penelitian ini menggunakan metodede
deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik yang terfokus pada kajian tindak
tutur.
Data dalam penelitian ini berbentuk tindak tutur pada tokoh serial drama Peaky
Blinders.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik catat dan simak melalui
transkripsi ortografis.
Analisis data dalam penelitian ini menerapkan metode padan
pragmatik dengan alat penentunya merupakan mitra tutur itu sendiri berdasarkan bahasa
penutur.
Teknik dasar yang diaplikasikan ialah pilah unsur penentu (PUP).
Berdasarkan
hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada tindak tutur komisif, penutur harus
mempertanggungjawabkan apa yang telah dituturkannya.
Dalam penelitian ini ditemukan 52
tuturan yang mengandung tindak tutur komisif yang mengikat penutur terhadap tuturannya.
Hal tersebut terjadi karena banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi,
terutama dalam komunikasi secara verbal.
Apabila faktor-faktor pendukung komunikasi
tidak diperhatikan dengan saksama, peluang akan terjadinya suatu kesalahan persepsi
antara penutur dan mitra tutur makin besar.
Penelitian ini mampu memberikan pemahaman
yang lebih mendalam tentang bagaimana bahasa digunakan untuk membangun cerita dan
karakter dalam konteks tertentu, seperti yang terlihat dalam Peaky Blinders (Season I).
Kata kunci: tindak tutur komisif, fungsi, Peaky Blinders.
Related Results
Representasi Makna Gaya Kepemimpinan Otoriter Tokoh Thomas Shelby dalam Film Serial Peaky Blinders
Representasi Makna Gaya Kepemimpinan Otoriter Tokoh Thomas Shelby dalam Film Serial Peaky Blinders
Abstract. A leader usually has a communication style that is quite interesting and unique according to his own leadership style. Leadership is a person's ability to influence other...
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim pada Media Sosial Youtube
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim pada Media Sosial Youtube
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim di media sosial YouTube. Permasalahan yang...
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan...
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan...
Tindak Tutur Ilokusi Iklan Layanan Masyarakat Terkait Covid-19 di Televisi (Kajian Pragmatik)
Tindak Tutur Ilokusi Iklan Layanan Masyarakat Terkait Covid-19 di Televisi (Kajian Pragmatik)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat terkait covid-19 di televisi. Masalah dalam penelitian ini bagaim...
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penelitian tentang penerapan maksim kesopanan dalam tindak tutur berbahasa In- donesia lisan mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar dilatarbelakangi oleh pentingnya penera...
Tindak Tutur Perlokusi Representatif dalam Acara “Lapor, Pak!” Trans 7
Tindak Tutur Perlokusi Representatif dalam Acara “Lapor, Pak!” Trans 7
Tindak tutur representatif merupakan tindakan yang menggunakan tuturan guna mengikat mitra tutur pada kebenaran yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ben...
Analisis Tindak Tutur dalam Podcast Indonesia “Sudah Lulus Pendidikan, Terus Apa?”
Analisis Tindak Tutur dalam Podcast Indonesia “Sudah Lulus Pendidikan, Terus Apa?”
Salah satu fungsi bahasa adalah untuk berkomunikasi. Proses berkomunikasi dilakukan oleh penutur dan mitra tutur yang menghasilkan tindak tutur, yaitu suatu kalimat dalam situasi t...

