Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TINDAK TUTUR PENGGUNAAN BAHASA HIPNOTIS: KAJIAN PRAGMATIK

View through CrossRef
Bahasa tidak hanya digunakan oleh para linguis saja, tetapi dari disiplin ilmu yang berbedapun bahasa kerap digunakan untuk mengkomunikasikan berbagai hal; seperti halnya politisi, psikiater, dan lain-lain. Salah satu yang sedang marak diperbincangkan adalah penggunaan bahasa hipnotis, dalam hal ini bahasa sebagai medium utama yang memiliki pengaruh dengan anggapan bahwa ujaran mempunyai daya sugesti terhadap orang lain yang menjadi objek hipnotis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa hipnotis dilihat dari sisi pragmatik dengan menggunakan maksim kerjasama Grice yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dan teknik simak catat. Subjek yang diteliti yaitu percakapan antara orang yang menghipnotis “hypnostist” dengan sasaran hipnotis, adapun data yang diperoleh yaitu berupa ujaran dalam bentuk tulisan. Teknik Analisis data dilakukan dengan menggunakan prinsip kerjasama yang terdiri dari maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi dan maksim pelaksanaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan hipnotis lebih sering menggunakan maksim kuantitas ketimbang maksim lainnya. Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta tuturan memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh lawan bicaranya, hal ini berkaitan dengan hipnotis yang digunakan adalah dibawah sadar subjek sehingga ada kalimat imperative yaitu perintah, kemudian ada pola jika-maka. Subjek hipnotis: akan menuturkan kalimat yang dikiranya ada suatu kelogisan dalam kalimat. Pada dasarnya penggunaan bahasa hipnotis melaksanakan prinsip kerjasama Grice antara hypnostist dan subjek hipnotis. Katakunci: Pragmatik, hipnotis, maksim kerja sama grice
Title: TINDAK TUTUR PENGGUNAAN BAHASA HIPNOTIS: KAJIAN PRAGMATIK
Description:
Bahasa tidak hanya digunakan oleh para linguis saja, tetapi dari disiplin ilmu yang berbedapun bahasa kerap digunakan untuk mengkomunikasikan berbagai hal; seperti halnya politisi, psikiater, dan lain-lain.
Salah satu yang sedang marak diperbincangkan adalah penggunaan bahasa hipnotis, dalam hal ini bahasa sebagai medium utama yang memiliki pengaruh dengan anggapan bahwa ujaran mempunyai daya sugesti terhadap orang lain yang menjadi objek hipnotis.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa hipnotis dilihat dari sisi pragmatik dengan menggunakan maksim kerjasama Grice yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dan teknik simak catat.
Subjek yang diteliti yaitu percakapan antara orang yang menghipnotis “hypnostist” dengan sasaran hipnotis, adapun data yang diperoleh yaitu berupa ujaran dalam bentuk tulisan.
Teknik Analisis data dilakukan dengan menggunakan prinsip kerjasama yang terdiri dari maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi dan maksim pelaksanaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan hipnotis lebih sering menggunakan maksim kuantitas ketimbang maksim lainnya.
Maksim kuantitas menghendaki setiap peserta tuturan memberikan kontribusi yang secukupnya atau sebanyak yang dibutuhkan oleh lawan bicaranya, hal ini berkaitan dengan hipnotis yang digunakan adalah dibawah sadar subjek sehingga ada kalimat imperative yaitu perintah, kemudian ada pola jika-maka.
Subjek hipnotis: akan menuturkan kalimat yang dikiranya ada suatu kelogisan dalam kalimat.
Pada dasarnya penggunaan bahasa hipnotis melaksanakan prinsip kerjasama Grice antara hypnostist dan subjek hipnotis.
Katakunci: Pragmatik, hipnotis, maksim kerja sama grice.

Related Results

Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim pada Media Sosial Youtube
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim pada Media Sosial Youtube
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim di media sosial YouTube. Permasalahan yang...
Tindak Tutur Ilokusi Iklan Layanan Masyarakat Terkait Covid-19 di Televisi (Kajian Pragmatik)
Tindak Tutur Ilokusi Iklan Layanan Masyarakat Terkait Covid-19 di Televisi (Kajian Pragmatik)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat terkait covid-19 di televisi. Masalah dalam penelitian ini bagaim...
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan...
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
ANALISIS TINDAK TUTUR BAHASA KOMERING DESA TANJUNG BARU KECAMATAN TANJUNG LUBUK KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan...
Tindak Tutur Perlokusi Representatif dalam Acara “Lapor, Pak!” Trans 7
Tindak Tutur Perlokusi Representatif dalam Acara “Lapor, Pak!” Trans 7
Tindak tutur representatif merupakan tindakan yang menggunakan tuturan guna mengikat mitra tutur pada kebenaran yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ben...
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penerapan Maksim Kesopanan dalam Tindak Tutur Berbahasa Indonesia Lisan Mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar
Penelitian tentang penerapan maksim kesopanan dalam tindak tutur berbahasa In- donesia lisan mahasiswa FKIP Universitas Samawa Sumbawa Besar dilatarbelakangi oleh pentingnya penera...
PENGGUNAAN VOKATIF NAMA DIRI TERHADAP MITRA TUTUR DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA SUNDA
PENGGUNAAN VOKATIF NAMA DIRI TERHADAP MITRA TUTUR DALAM TINGKAT TUTUR BAHASA SUNDA
Penggunaan vokatif nama diri, baik berbentuk utuh maupun penggalan, terhadap mitra tutur dalam tingkat tutur bahasa Sunda dapat terjadi, baik dalam tingkat tutur kode akrab maupun ...
TINDAK TUTUR DAN MAKNA PRAGMATIK DALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR
TINDAK TUTUR DAN MAKNA PRAGMATIK DALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR
Penelitian ini membahas jenis tindak tutur dan makna pragmatik dalam percakapan antar tokoh atau penutur pada novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? Karya Agnes Davonar. Latar belakang pe...

Back to Top