Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Screening and Identification of Mangrove Plant Sonneratia alba Sm. Endophytic Bacteria From Enggano Island, Bengkulu Province

View through CrossRef
Abstract: The mangrove plants from Enggano Island are found in a well-preserved ecosystem. Mangroves contain secondary metabolite compounds that result from the interaction between plants and endophytic bacteria. This study aims to obtain endophytic bacterial isolates from the mangrove plant Sonneratia alba Sm. from Enggano Island and to assess bacterial diversity. Endophytic bacteria were isolated using grinding and then diluted with serial dilutions of 10-1, 10-3, and 10-5. The growing bacteria were purified using the quadrant streak method. They were then identified by observing colony morphology, Gram staining, and biochemical tests including catalase, motility, citrate, urea, and sugar fermentation tests. Bacterial identification was carried out using Bergey's Manual of Determinative Bacteriology. A total of 22 endophytic bacterial isolates were collected from the mangrove plant Sonneratia alba from Enggano Island, consisting of 4 genera: Bacillus, Marinococcus, Micrococcus, and Pseudomonas. There were 17 isolates closely related to the genus of Bacillus, 1 isolate closely related to the Marinococcus, 2 isolates closely related to the Micrococcus, and 2 isolates closely related to the Pseudomonas.Abstrak: Tumbuhan mangrove asal Pulau Enggano berada pada ekosistem yang masih terjaga. Mangrove memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang merupakan hasil interaksi antara tumbuhan dan bakteri endofit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri endofit tumbuhan mangrove Sonneratia alba Sm. asal Pulau Enggano dan mendapatkan keanekaragaman bakteri. Isolasi bakteri endofit dilakukan dengan metode gerus, kemudian diencerkan dengan pengenceran berseri dari 10-1, 10-3, dan 10-5. Bakteri yang tumbuh dimurnikan dengan metode gores kuadran. Kemudian diidentifikasi dengan mengamati morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia meliputi uji katalase, uji motilitas, uji sitrat, uji urea, uji gula-gula. Kemudian dilakukan identifikasi bakteri dengan buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Total isolat bakteri endofit yang berhasil dikoleksi dari tumbuhan mangrove Sonneratia alba asal Pulau Enggano adalah sebanyak 22 isolat dengan keanekaragaman bakteri endofit yang terdiri dari 4 genus yaitu Bacillus, Marinococcus, Micrococcus, dan Pseudomonas. Isolat yang memiliki kedekatan dengan genus Bacilus adalah sebanyak 17, yang memiliki kedekatan genus Marinococcus hanya 1 isolat, yang memiliki kedekatan dengan genus Micrococcus adalah 2 isolat, dan 2 isolat memiliki kedekatan dengan genus Pseudomonas.
Title: Screening and Identification of Mangrove Plant Sonneratia alba Sm. Endophytic Bacteria From Enggano Island, Bengkulu Province
Description:
Abstract: The mangrove plants from Enggano Island are found in a well-preserved ecosystem.
Mangroves contain secondary metabolite compounds that result from the interaction between plants and endophytic bacteria.
This study aims to obtain endophytic bacterial isolates from the mangrove plant Sonneratia alba Sm.
from Enggano Island and to assess bacterial diversity.
Endophytic bacteria were isolated using grinding and then diluted with serial dilutions of 10-1, 10-3, and 10-5.
The growing bacteria were purified using the quadrant streak method.
They were then identified by observing colony morphology, Gram staining, and biochemical tests including catalase, motility, citrate, urea, and sugar fermentation tests.
Bacterial identification was carried out using Bergey's Manual of Determinative Bacteriology.
A total of 22 endophytic bacterial isolates were collected from the mangrove plant Sonneratia alba from Enggano Island, consisting of 4 genera: Bacillus, Marinococcus, Micrococcus, and Pseudomonas.
There were 17 isolates closely related to the genus of Bacillus, 1 isolate closely related to the Marinococcus, 2 isolates closely related to the Micrococcus, and 2 isolates closely related to the Pseudomonas.
Abstrak: Tumbuhan mangrove asal Pulau Enggano berada pada ekosistem yang masih terjaga.
Mangrove memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang merupakan hasil interaksi antara tumbuhan dan bakteri endofit.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri endofit tumbuhan mangrove Sonneratia alba Sm.
asal Pulau Enggano dan mendapatkan keanekaragaman bakteri.
Isolasi bakteri endofit dilakukan dengan metode gerus, kemudian diencerkan dengan pengenceran berseri dari 10-1, 10-3, dan 10-5.
Bakteri yang tumbuh dimurnikan dengan metode gores kuadran.
Kemudian diidentifikasi dengan mengamati morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia meliputi uji katalase, uji motilitas, uji sitrat, uji urea, uji gula-gula.
Kemudian dilakukan identifikasi bakteri dengan buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology.
Total isolat bakteri endofit yang berhasil dikoleksi dari tumbuhan mangrove Sonneratia alba asal Pulau Enggano adalah sebanyak 22 isolat dengan keanekaragaman bakteri endofit yang terdiri dari 4 genus yaitu Bacillus, Marinococcus, Micrococcus, dan Pseudomonas.
Isolat yang memiliki kedekatan dengan genus Bacilus adalah sebanyak 17, yang memiliki kedekatan genus Marinococcus hanya 1 isolat, yang memiliki kedekatan dengan genus Micrococcus adalah 2 isolat, dan 2 isolat memiliki kedekatan dengan genus Pseudomonas.

Related Results

Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Studi Vegetasi Mangrove di Taman Edukasi Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kawasan wisata alam sekaligus lokasi rehabilitasi m...
MOTIVASI DAN PERSEPSI MASYARAKAT PULAU ENGGANO TERHADAP PENDIDIKAN
MOTIVASI DAN PERSEPSI MASYARAKAT PULAU ENGGANO TERHADAP PENDIDIKAN
This research aims to analyse the impact of motivation and perception of the society on the quality of education in Enggano island: one of the 111 outermost islands in Indonesia. D...
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU PEMAGARAN, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU PEMAGARAN, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA
Pengamatan mangrove di Pulau Pemagaran, Kepulauan Seribu mengambil lokasi stasiun pengamatan di bagian utara, timur, selatan, dan barat Pulau Pemagaran dengan substrat berupa pasir...
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI NEGERI AMAHAI
Mangrove forest is a very productive and beneficial ecosystem. Mangrove forest resources in Amahai Village will be increasingly exploited along with the increasing population and e...
Kondisi dan jenis mangrove di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua
Kondisi dan jenis mangrove di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi mangrove serta mengetahui indeks nilai penting (INP) mangrove di Kabupaten Merauke. Indeks Nilai Penting (INP) ini digunakan untuk m...
Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Kawasan Pesisir Lantebung Kota Makassar
Nilai Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Kawasan Pesisir Lantebung Kota Makassar
Penelitian nilai ekonomi ekosistem mangrove dilakukan di Kawasan Wisata Lantebung, Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai ekonomi mangrove di Kawasan Wisata...
ANALISIS PRODUKSI SERASAH MANGROVE DI PANTAI MANG KALOK KABUPATEN BANGKA
ANALISIS PRODUKSI SERASAH MANGROVE DI PANTAI MANG KALOK KABUPATEN BANGKA
Ekositem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran dan fungsi ekologis penting dalam menunjang sumber daya perairan dan perikanan. Keberadaan ekosistem mangrove yang...

Back to Top