Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DI SMA YA BAKII KESUGIHAN
View through CrossRef
Penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMA Ya BAKII Kesugihan, dan apa faktor pendukung dan penghambat upaya implementasi manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMA Ya BAKII Kesugihan, dan adakah solusi dan perbaikan yang dilakukan dalam menghadapi hambatan tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui implementasi manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMA Ya BAKII Kesugihan, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat upaya implementasi manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMA Ya BAKII Kesugihan.
Pada penelitian ini subjek penelian yang diambil yaitu kepala sekolah dan guru, lalu dalam teknik pengumpulan data yang dipakai peneliti memakai observasi, wawacara dan dokumenasi.
Hasil penelitian ini ialah kepala sekolah selaku leader di sekolah dalam pelaksanaan manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru dilakukan dengan cara membuat pelatihan untuk guru disekolah ataupun mengikutsertakan guru dalam pelatiihan diluar sekolah, hal itu sebagai ajang guru menambah keilmuan, kemampuan serta keterampilan. Dalam prosesnya pun kepala sekolah tidak dapat berjalan sendiri, kepala sekolah selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan guru sebagai pelaksana pembelajaran untuk mencari membahas terkait pengembangan kompetensi profesionalisme guru, hal tersebut bisa dilakukan melalui rapat-rapat bulanan ataupun pertemuan di tempat-tempat yang memang dibutuhkan. Adapun faktor penghambat dan faktor pendukung yang dihadapi oleh kepala sekolah dan juga guru, yaitu selama dua tahun terakhir tidak bisa melakukan tatap muka, baik pelatihan untuk guru maupun proses pembelajaran siswa, sehingga baik guru dalam mengikuti pelatihan dan siswa dalam proses pembelajaran sama-sama kurang maksimal, siswa banyak terkendala di kuota untuk mengikuti pembelajaran. Untuk faktor pendukungnya sendiri yaitu sekolah memfasilitasi dengan baik guru-guru yang mengikuti pelatihan, baik pelatihan diluar maupun pelatihan yang diadakan disekolahan, lalu dalam hambatan yang dihadpi siswa terkait kuota belajar maka sekolah mmeberi solusi adanya konsultasi dengan gur mata pelajaran disekolah dengan anak dan waktu yang terbtasa agar tidak berkerumun.
Title: IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DI SMA YA BAKII KESUGIHAN
Description:
Penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMA Ya BAKII Kesugihan, dan apa faktor pendukung dan penghambat upaya implementasi manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMA Ya BAKII Kesugihan, dan adakah solusi dan perbaikan yang dilakukan dalam menghadapi hambatan tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui implementasi manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMA Ya BAKII Kesugihan, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat upaya implementasi manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru di SMA Ya BAKII Kesugihan.
Pada penelitian ini subjek penelian yang diambil yaitu kepala sekolah dan guru, lalu dalam teknik pengumpulan data yang dipakai peneliti memakai observasi, wawacara dan dokumenasi.
Hasil penelitian ini ialah kepala sekolah selaku leader di sekolah dalam pelaksanaan manajemen mutu dalam pengembangan kompetensi profesionalisme guru dilakukan dengan cara membuat pelatihan untuk guru disekolah ataupun mengikutsertakan guru dalam pelatiihan diluar sekolah, hal itu sebagai ajang guru menambah keilmuan, kemampuan serta keterampilan.
Dalam prosesnya pun kepala sekolah tidak dapat berjalan sendiri, kepala sekolah selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan guru sebagai pelaksana pembelajaran untuk mencari membahas terkait pengembangan kompetensi profesionalisme guru, hal tersebut bisa dilakukan melalui rapat-rapat bulanan ataupun pertemuan di tempat-tempat yang memang dibutuhkan.
Adapun faktor penghambat dan faktor pendukung yang dihadapi oleh kepala sekolah dan juga guru, yaitu selama dua tahun terakhir tidak bisa melakukan tatap muka, baik pelatihan untuk guru maupun proses pembelajaran siswa, sehingga baik guru dalam mengikuti pelatihan dan siswa dalam proses pembelajaran sama-sama kurang maksimal, siswa banyak terkendala di kuota untuk mengikuti pembelajaran.
Untuk faktor pendukungnya sendiri yaitu sekolah memfasilitasi dengan baik guru-guru yang mengikuti pelatihan, baik pelatihan diluar maupun pelatihan yang diadakan disekolahan, lalu dalam hambatan yang dihadpi siswa terkait kuota belajar maka sekolah mmeberi solusi adanya konsultasi dengan gur mata pelajaran disekolah dengan anak dan waktu yang terbtasa agar tidak berkerumun.
Related Results
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
ANALISIS SYAIR BERTEMA GURU SEKUMPUL KARYA GURU ABDUL HAKIM DAN GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTIK DAN HERMENEUTIK (ANALYSIS OF POETRY THEMED GURU SEKUMPUL BY GURU ABDUL HAKIM AND GURU AKHMAD SYAIRAZI: HEURISTICS AND HERMENEUTICS)
AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic a...
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU
The aims of this meta-analysis study are to find out how professional competence on postgraduate research results of Jakarta State University. The object of this study is to analyz...
Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah di Bengkulu
Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah di Bengkulu
Abstract: Madrasah human resources still create disparities in teacher competence as a profession, marked by some madrasah aliyah teachers experiencing difficulties in improving th...
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA GURU DALAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH DASAR NEGERI BATURSARI 5 KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA GURU DALAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH DASAR NEGERI BATURSARI 5 KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK
ABSTRAK
Abdulloh 2023, “Pengaruh Kompetensi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Wilayah Sub Rayon 05 Boja Kabupaten Kendal”. T...
STRATEGI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DI ERA DIGITAL
STRATEGI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DI ERA DIGITAL
Penelitian ini membahas strategi pengembangan profesionalisme guru dalam era digital. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, guru perlu mengembangkan keterampilan dan pengetahua...
Paradigma Kompetensi Guru
Paradigma Kompetensi Guru
Kompetensi adalah pijakan untuk mengetahui kualifikasi seorang guru. Guru wajib untuk menguasai empat kompetensi dasar guru, yaitu Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kom...
Pengembangan Professionalisme Guru pada Sekolah Luar Biasa
Pengembangan Professionalisme Guru pada Sekolah Luar Biasa
Penelitian ini mengkaji tentang Pengembangan Profesionalisme Guru (Studi Kasus Pada SLBS YPAB Mare dan SLBS Amanah). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran pengembang...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

