Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Coping Stress terhadap Intensi Berhenti Merokok pada Emerging Adulthood di Kota Bandung

View through CrossRef
Abstract. The main problem studied in this research is the increasing smoking behavior in emerging adulthood. The underlying reason for smoking during emerging adulthood is the difficulty individuals face in adapting to adult problems, which leads to stress. The coping process plays an important role in the intention to quit smoking, including how individuals handle stressors and appropriate strategies to enhance the quitting process. The strength of an individual's intention to quit smoking determines the individual's success in quitting smoking. This study aims to determine how much influence coping stress (problem focused coping and emotion focused coping) has on the intention to quit smoking among emerging adulthood smokers in Bandung. This research uses quantitative causality methods. The sample consists of 212 emerging adulthood smokers (18-29 years) in Bandung, selected using convenience sampling. The measuring instruments used are the Ways of Coping (Folkman & Lazarus, 1986) and Intention to Quit Smoking (Ajzen,2005). This research uses simple linear regression data analysis. The results of the study showed that problem-focused coping had an effect of 37,1% and emotion-focused coping had an effect of 13,9% on the intention to quit smoking. Emerging adulthood smokers in Bandung who tend to use problem-focused coping have a strong intention to quit smoking. Meanwhile, individuals who tend to use emotion-focused coping exhibit a weaker intentions to quit smoking. Abstrak. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah perilaku merokok pada emerging adulthood yang semakin meningkat. Alasan yang melatarbelakangi emerging adulthood merokok karena individu kesulitan beradaptasi terhadap masalah pada dewasa, sehingga menimbulkan stres. Proses coping memainkan peran penting dalam intensi berhenti merokok, bagaimana menghadapi stressor dan strategi yang tepat untuk meningkatkan proses berhenti merokok. Kuatnya intensi yang dimiliki individu untuk berhenti merokok menentukan keberhasilan individu untuk berhenti merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh coping stress (problem focused coping dan emotion focused coping) terhadap intensi berhenti merokok pada perokok emerging adulthood di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausalitas. Jumlah sampel sebanyak 212 perokok emerging adulthood (18-29 tahun) di Kota Bandung dengan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Ways of Coping (Folkman & Lazarus, 1986) dan Intensi Berhenti Merokok (Ajzen, 2005). Penelitian ini menggunakan analisis data regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa problem focused coping berpengaruh sebesar 37,1% dan emotion focused coping berpengaruh sebesar 13,9% terhadap intensi berhenti merokok. Perokok emerging adulthood di Kota Bandung yang cenderung menggunakan bentuk problem focused coping memiliki intensi berhenti merokok kuat. Sedangkan, individu yang cenderung menggunakan emotion focused coping memiliki intensi berhenti merokok yang lemah.
Title: Pengaruh Coping Stress terhadap Intensi Berhenti Merokok pada Emerging Adulthood di Kota Bandung
Description:
Abstract.
The main problem studied in this research is the increasing smoking behavior in emerging adulthood.
The underlying reason for smoking during emerging adulthood is the difficulty individuals face in adapting to adult problems, which leads to stress.
The coping process plays an important role in the intention to quit smoking, including how individuals handle stressors and appropriate strategies to enhance the quitting process.
The strength of an individual's intention to quit smoking determines the individual's success in quitting smoking.
This study aims to determine how much influence coping stress (problem focused coping and emotion focused coping) has on the intention to quit smoking among emerging adulthood smokers in Bandung.
This research uses quantitative causality methods.
The sample consists of 212 emerging adulthood smokers (18-29 years) in Bandung, selected using convenience sampling.
The measuring instruments used are the Ways of Coping (Folkman & Lazarus, 1986) and Intention to Quit Smoking (Ajzen,2005).
This research uses simple linear regression data analysis.
The results of the study showed that problem-focused coping had an effect of 37,1% and emotion-focused coping had an effect of 13,9% on the intention to quit smoking.
Emerging adulthood smokers in Bandung who tend to use problem-focused coping have a strong intention to quit smoking.
Meanwhile, individuals who tend to use emotion-focused coping exhibit a weaker intentions to quit smoking.
Abstrak.
Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah perilaku merokok pada emerging adulthood yang semakin meningkat.
Alasan yang melatarbelakangi emerging adulthood merokok karena individu kesulitan beradaptasi terhadap masalah pada dewasa, sehingga menimbulkan stres.
Proses coping memainkan peran penting dalam intensi berhenti merokok, bagaimana menghadapi stressor dan strategi yang tepat untuk meningkatkan proses berhenti merokok.
Kuatnya intensi yang dimiliki individu untuk berhenti merokok menentukan keberhasilan individu untuk berhenti merokok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh coping stress (problem focused coping dan emotion focused coping) terhadap intensi berhenti merokok pada perokok emerging adulthood di Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausalitas.
Jumlah sampel sebanyak 212 perokok emerging adulthood (18-29 tahun) di Kota Bandung dengan convenience sampling.
Alat ukur yang digunakan adalah Ways of Coping (Folkman & Lazarus, 1986) dan Intensi Berhenti Merokok (Ajzen, 2005).
Penelitian ini menggunakan analisis data regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukan bahwa problem focused coping berpengaruh sebesar 37,1% dan emotion focused coping berpengaruh sebesar 13,9% terhadap intensi berhenti merokok.
Perokok emerging adulthood di Kota Bandung yang cenderung menggunakan bentuk problem focused coping memiliki intensi berhenti merokok kuat.
Sedangkan, individu yang cenderung menggunakan emotion focused coping memiliki intensi berhenti merokok yang lemah.

Related Results

Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan
Persepsi Dampak Merokok dengan Motivasi Berhenti Merokok pada Mahasiswa Keperawatan
Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan menjadi teladan dalam perilaku hidup sehat. Namun, perilaku merokok masih ditemukan pada kelompok ini. Persepsi  dam...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH DENGAN INTENSI MEROKOK PADA SISWA SMP FRANSISKUS SEMARANG
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH DENGAN INTENSI MEROKOK PADA SISWA SMP FRANSISKUS SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan intensi merokok pada siswa SMP Fransiskus Semarang. Populasi dalam penelitian ini seba...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok
Merokok dapat mengakibatkan berbagai gangguan seperti gangguan paru-paru, kanker, impotensi, gangguan reproduksi, stroke, serta gangguan kehamilan dan janin. Perilaku merokok merup...
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...

Back to Top