Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Aktivitas Antimikroba Allicin, Ketoconazole, dan Asam Ellagic Terhadap Trichophyton rubrum Secara In Vitro
View through CrossRef
Trichophyton rubrum termasuk dalam dermatofita antroposofik atau dermatofita yang lebih suka menginfeksi manusia. Jamur ini dapat menular melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan lesi kulit atau kulit kepala orang, hewan, atau fomite yang terinfeksi (misalnya lantai, bilik pancuran, pakaian, sisir, dll). Trichophyton rubrum dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh berkeratin dan menyebabkan infeksi seperti tinea pedis, tinea unguium, tinea cruris, tinea faciei, tinea corporis, tinea manuum, tinea barbae. Berbagai macam pengobatan telah dikembangkan untuk mengobati Trichophyton rubrum dan mengurangi risiko resistensi akibat penggunaan antijamur yang berlebihan. Salah satu antijamur yang sering digunakan untuk mengobati Trichophyton rubrum adalah ketoconazole. Obat ini efektif terhadap mikosis superfisial dan sistemik yang diberikan secara oral atau topikal dengan mekanisme kerja menghambat biosintesis ergosterol yang merupakan sterol utama dalam membran jamur. Namun, penggunaan ketoconazole secara berlebihan dapat menyebabkan risiko resistensi antijamur; oleh karena itu, dilakukan pengembangan obat menggunakan allicin dari ekstrak bawang putih dan asam ellagic dari Euphorbia humifusa wild (Euphorbiaceae). Berdasarkan hasil in vitro, diperoleh hasil MIC allicin pada 0,78-12,5 μg/ml dan ketoconazole pada 0,25-8,0 μg/ml. Ini menunjukkan bahwa respons terhadap allicin dan ketoconazole cukup sama. Selain itu, terjadi penurunan viabilitas setelah 12-24 jam inkubasi dengan adanya 12,5 μg/ml allicin dan 4 μg/ml ketoconazole. Pengembangan asam ellagic menunjukkan bahwa jalur biosintesis ergosterol mampu dihambat oleh asam ellagic dan terjadi perubahan morfologi dari T. rubrum, yaitu perubahan nyata, deformasi miselium kering, banyak kerusakan, dan fraktur yang ditemukan pada morfologi miselium. Dari hasil pengembangan tersebut, diketahui bahwa allicin dan asam ellagic mampu menurunkan efek infeksi T. rubrum.
PT Ruang Publikasi
Title: Evaluasi Aktivitas Antimikroba Allicin, Ketoconazole, dan Asam Ellagic Terhadap Trichophyton rubrum Secara In Vitro
Description:
Trichophyton rubrum termasuk dalam dermatofita antroposofik atau dermatofita yang lebih suka menginfeksi manusia.
Jamur ini dapat menular melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan lesi kulit atau kulit kepala orang, hewan, atau fomite yang terinfeksi (misalnya lantai, bilik pancuran, pakaian, sisir, dll).
Trichophyton rubrum dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh berkeratin dan menyebabkan infeksi seperti tinea pedis, tinea unguium, tinea cruris, tinea faciei, tinea corporis, tinea manuum, tinea barbae.
Berbagai macam pengobatan telah dikembangkan untuk mengobati Trichophyton rubrum dan mengurangi risiko resistensi akibat penggunaan antijamur yang berlebihan.
Salah satu antijamur yang sering digunakan untuk mengobati Trichophyton rubrum adalah ketoconazole.
Obat ini efektif terhadap mikosis superfisial dan sistemik yang diberikan secara oral atau topikal dengan mekanisme kerja menghambat biosintesis ergosterol yang merupakan sterol utama dalam membran jamur.
Namun, penggunaan ketoconazole secara berlebihan dapat menyebabkan risiko resistensi antijamur; oleh karena itu, dilakukan pengembangan obat menggunakan allicin dari ekstrak bawang putih dan asam ellagic dari Euphorbia humifusa wild (Euphorbiaceae).
Berdasarkan hasil in vitro, diperoleh hasil MIC allicin pada 0,78-12,5 μg/ml dan ketoconazole pada 0,25-8,0 μg/ml.
Ini menunjukkan bahwa respons terhadap allicin dan ketoconazole cukup sama.
Selain itu, terjadi penurunan viabilitas setelah 12-24 jam inkubasi dengan adanya 12,5 μg/ml allicin dan 4 μg/ml ketoconazole.
Pengembangan asam ellagic menunjukkan bahwa jalur biosintesis ergosterol mampu dihambat oleh asam ellagic dan terjadi perubahan morfologi dari T.
rubrum, yaitu perubahan nyata, deformasi miselium kering, banyak kerusakan, dan fraktur yang ditemukan pada morfologi miselium.
Dari hasil pengembangan tersebut, diketahui bahwa allicin dan asam ellagic mampu menurunkan efek infeksi T.
rubrum.
Related Results
Mitigation of Heat Stress in Striped Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) by Dietary Allicin: Exploring the Growth Performance, Stress Biomarkers, Antioxidative, and Immune Responses
Mitigation of Heat Stress in Striped Catfish (Pangasianodon hypophthalmus) by Dietary Allicin: Exploring the Growth Performance, Stress Biomarkers, Antioxidative, and Immune Responses
Global warming is a challenge facing the aquaculture industry, and mitigating its effects on aquatic animals’ productivity is mandatory. Hence, the present study investigated the a...
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku dan Persepsi Dokter Hewan Bali Terhadap Penggunaan Antimikroba dan Resistensi Antimikroba
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku dan Persepsi Dokter Hewan Bali Terhadap Penggunaan Antimikroba dan Resistensi Antimikroba
Resistensi antimikroba (AMR) adalah kemampuan bakteri untuk menahan efek obat, sehingga bakteri tidak mati setelah pemberian antimikroba dan fungsi obat tersebut tidak berkerja sam...
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
PROFIL ASAM LEMAK DAGING BABI BALI ASLI DAN BABI LANDRACE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lemak hewani dari dua jenis daging babi daribangsa (breed) yang berbeda yaitu babi bali asli (babi lokal) dan babi la...
Advanced Column Chromatography Techniques for Comprehensive Extraction, Isolation and Characterization of Allicin in Garlic Extracts and their antibacterial activity
Advanced Column Chromatography Techniques for Comprehensive Extraction, Isolation and Characterization of Allicin in Garlic Extracts and their antibacterial activity
This Study is to investigate anti-bacterial study of allicin by isolating the allicin from Allium Sativum by using the column chromatography method. The extraction, purification, i...
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASAM ASETAT, ASAM KLORIDA DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK LEM DARI LIMBAH SISIK IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus argentimaculatus)
ABSTRACT The aim of this study was to determine the effect of acetic acid, hydrochloric acid, and citric acid on the physical characteristics of glue from red snapper scale...
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Analisis Perbandingan Asam Lemak VCO dengan Metode Fermentasi dari Berbagai Varietas Kelapa
Background: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan komposisi asam lemak VCO dengan metode fermentasi dari berbagai varietas kelapa di Kecamatan Kajang Kabu...
Allicin, an Antioxidant and Neuroprotective Agent, Ameliorates Cognitive Impairment
Allicin, an Antioxidant and Neuroprotective Agent, Ameliorates Cognitive Impairment
Allicin (diallylthiosulfinate) is a defense molecule produced by cellular contents of garlic (Allium sativum L.). On tissue damage, the non-proteinogenic amino acid alliin (S-allyl...
Preliminary Study on Antifungal Mechanism of Aqueous Extract of Cnidium monnieri Against Trichophyton rubrum
Preliminary Study on Antifungal Mechanism of Aqueous Extract of Cnidium monnieri Against Trichophyton rubrum
Trichoderma rubrum (T. rubrum) is one of the important pathogens because it is the cause of most dermatomycosis. The treatment of Trichophyton rubrum infection is time-consuming an...

