Javascript must be enabled to continue!
OPTIMALISASI SISTEM PENDINGIN ENGINE CATERPILLAR 3406E MILIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
View through CrossRef
ABSTRACTAn engine can not be separated from the various systems in which is one of them is a cooling system, cooling system is the most important system in supporting the performance of an engine. The cooling system of Caterpillar 3406E engine belonging to Jakarta State Polytechnic is not optimal because the engine uses drum as cooling medium and its maintenance is very minimum; hence it needed optimization process to prevent overheating at the engine.Various solutions can be given such as increasing the amount of water on the drum, adding ice cubes to the drum, or replacing the drum with radiator assy components. Based on experiments and considerations, the solution is to replace the drum component with an assy radiator to prevent overheating of the engine.From the experiment and also analysis to temperature delta value on drum and radiator assy, it can be concluded that by replacing the assy radiator it can be more capable to absorb heat in the cooling water which will absorb heat from the engine combustion than by using the drum. So the 3406E engine owned by State Polytechnic of Jakarta can be operated longer than by using the drum.Keywords: Caterpillar 3406E Engine, Cooling System, Optimization, RadiatorABSTRAKSebuah engine tidak lepas dari berbagai sistem didalamnya salah satunya adalah sistem pendingin, sistem pendingin merupakan sistem yang paling utama dalam menopang kinerja sebuah engine. Engine Caterpillar 3406E milik Politeknik Negeri Jakarta dalam sistem pendinginannya belum optimal karena engine tersebut menggunakan drum sebagai media pendingin dan perawatannya sangat kurang, maka itu diperlukan proses optimalisasi untuk mencegah overheating pada engine tersebut.Berbagai solusi dapat diberikan seperti menambah jumlah air pada drum, menambahkan es batu pada drum tersebut, atau mengganti drum dengan komponen radiator assy. Berdasarkan percobaan serta pertimbangan maka diambil solusi untuk mengganti komponen drum dengan radiator assy untuk mencegah overheating pada engine tersebut.Dari penelitian ini, setelah dilakukan analisis terhadap nilai delta suhu pada drum dan radiator assy maka dapat disimpulkan bahwa dengan penggantian radiator assy dapat lebih mampu dalam menyerap panas pada air pendingin yang telah menyerap panas dari pembakaran engine dibandingkan dengan menggunakan drum. Oleh karena itu, engine 3406E milik Politeknik Negeri Jakarta dapat beroperasi lebih lama dibandingkan menggunakan drum.Kata kunci: Engine Caterpillar 3406E, Optimalisasi, Radiator, Sistem Pendingin
Politeknik Negeri Jakarta
Title: OPTIMALISASI SISTEM PENDINGIN ENGINE CATERPILLAR 3406E MILIK POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
Description:
ABSTRACTAn engine can not be separated from the various systems in which is one of them is a cooling system, cooling system is the most important system in supporting the performance of an engine.
The cooling system of Caterpillar 3406E engine belonging to Jakarta State Polytechnic is not optimal because the engine uses drum as cooling medium and its maintenance is very minimum; hence it needed optimization process to prevent overheating at the engine.
Various solutions can be given such as increasing the amount of water on the drum, adding ice cubes to the drum, or replacing the drum with radiator assy components.
Based on experiments and considerations, the solution is to replace the drum component with an assy radiator to prevent overheating of the engine.
From the experiment and also analysis to temperature delta value on drum and radiator assy, it can be concluded that by replacing the assy radiator it can be more capable to absorb heat in the cooling water which will absorb heat from the engine combustion than by using the drum.
So the 3406E engine owned by State Polytechnic of Jakarta can be operated longer than by using the drum.
Keywords: Caterpillar 3406E Engine, Cooling System, Optimization, RadiatorABSTRAKSebuah engine tidak lepas dari berbagai sistem didalamnya salah satunya adalah sistem pendingin, sistem pendingin merupakan sistem yang paling utama dalam menopang kinerja sebuah engine.
Engine Caterpillar 3406E milik Politeknik Negeri Jakarta dalam sistem pendinginannya belum optimal karena engine tersebut menggunakan drum sebagai media pendingin dan perawatannya sangat kurang, maka itu diperlukan proses optimalisasi untuk mencegah overheating pada engine tersebut.
Berbagai solusi dapat diberikan seperti menambah jumlah air pada drum, menambahkan es batu pada drum tersebut, atau mengganti drum dengan komponen radiator assy.
Berdasarkan percobaan serta pertimbangan maka diambil solusi untuk mengganti komponen drum dengan radiator assy untuk mencegah overheating pada engine tersebut.
Dari penelitian ini, setelah dilakukan analisis terhadap nilai delta suhu pada drum dan radiator assy maka dapat disimpulkan bahwa dengan penggantian radiator assy dapat lebih mampu dalam menyerap panas pada air pendingin yang telah menyerap panas dari pembakaran engine dibandingkan dengan menggunakan drum.
Oleh karena itu, engine 3406E milik Politeknik Negeri Jakarta dapat beroperasi lebih lama dibandingkan menggunakan drum.
Kata kunci: Engine Caterpillar 3406E, Optimalisasi, Radiator, Sistem Pendingin.
Related Results
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin
Evaluasi Kemampuan Sistem Pendingin Reaktor Setelah Revitalisasi Menara Pendingin. Sistem pendingin RSG-GAS terdiri dari sistem pendingin primer dan sekunder. Sistem pendingin prim...
Analisis Kerusakan Expansion Valve pada Mesin Pendingin Refrigerator di MT. Gas One
Analisis Kerusakan Expansion Valve pada Mesin Pendingin Refrigerator di MT. Gas One
A refrigerator cooling machine is an auxiliary machinery designed to generate a temperature that serves as a coolant for food ingredients. Among its components, the expansion valve...
Analisis Tekno-Ekonomi Sistem Pendingin Hawa Terbantu Terma-Suria di Bangunan Pejabat
Analisis Tekno-Ekonomi Sistem Pendingin Hawa Terbantu Terma-Suria di Bangunan Pejabat
Bangunan pejabat hijau menjadi konsep pembinaan pada masa kini bagi mengatasi masalah pencemaran. Pencemaran berlaku disebabkan oleh berbagai faktor, antaranya ialah pelepasan karb...
PENGEMBANGAN PERANGKAT KENDALI JARAK JAUH SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR KARTINI
PENGEMBANGAN PERANGKAT KENDALI JARAK JAUH SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR KARTINI
PENGEMBANGAN PERANGKAT KENDALI JARAK JAUH SISTEM PENDINGIN PRIMER REAKTOR KARTINI.Telah dibuat perangkat kendali jarak jauh sistem pendingin primer Reaktor Kartini. Perangkat ini d...
PENGARUH PENATAUSAHAAN DAN PENERTIBAN BARANG MILIK DAERAH TERHADAP PENGAMANAN BARANG MILIK DAERAH
PENGARUH PENATAUSAHAAN DAN PENERTIBAN BARANG MILIK DAERAH TERHADAP PENGAMANAN BARANG MILIK DAERAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatausahaan dan penertiban barang milik daerah terhadap pengamanan barang milik daerah secara parsial dan simultan di Pemerinta...
STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) ATAS KERJASAMA BADAN USAHA MILIK SWASTA
STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) ATAS KERJASAMA BADAN USAHA MILIK SWASTA
Abstrak. Badan usaha milik desa muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. Badan usaha milik desa hadir sebagai wadah dalam menggerakan potensi ekonomi lokal bagi p...
Analisis Pengaruh Temperatur dan Laju Alir Air Pendingin Terhadap Kinerja Kondensor Di PLTU Cirebon Unit 1
Analisis Pengaruh Temperatur dan Laju Alir Air Pendingin Terhadap Kinerja Kondensor Di PLTU Cirebon Unit 1
Kondensor adalah alat yang berfungsi mendinginkan atau mengkondensasikan uap keluaran turbin menjadi air. Air pendingin yang masuk ke dalam kondensor memliki nilai temperatur dan...
Optimalisasi Daya Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Berbasis Air Otomatis
Optimalisasi Daya Panel Surya Menggunakan Sistem Pendingin Berbasis Air Otomatis
Panel surya akan menghasilkan energi listrik sesuai besar intensitas cahaya yang diterimanya dari pancaran cahaya matahari. Panel surya bekerja secara optimal pada standar suhu nor...

