Javascript must be enabled to continue!
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Kelainan Bawaan pada Neonatus
View through CrossRef
Abstract Congenital abnormalities are one of the main causes of infant mortality worldwide. Their symptoms vary from mild to severe. This study was aimed to determine the risk factors associated with the incidence of congenital abnormalities. This was a literature review study. The results obtained 10 articles that discussed about the risk factors of congenital abnormalities. The incidence of congenital abnormalities was more common in males. The most common factor was the maternal age of 20+ years Especially in Indonesia, there was no significant data about the risk factors related to the incidence of congenital abnormalities, however, two journals from Indonesia showed an increased incidence of congenital abnormalities in women infected during pregnancy. In addition, there were other risk factors found only in one to two journals, such as exposure to cigarettes, consumption of drugs or narcotics, and family history of previous congenital disorders. The review also covered several congenital disorders classified in organ systems dominated by the cardiovascular system. In conclusion, the risk factors associated with congenital abnormalities are maternal age, multiparity, history of abortion, congenital abnormalities in previous pregnancies, gestational diabetes, exposure to cigarette smoke, consumption of alcohol, consumption of drugs, not taking folic acid, family history of congenital abnormalities, consanguinity, and low socioeconomic statusKeywords: risk factor, birth defect, congenital anomalies, neonates Abstrak Kelainan kongenital merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi di dunia dengan gejala bervariasi dari ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelainan kongenital. Jenis penelitian ialah literature review. Hasil penelitian mendapatkan 10 artikel mengenai faktor risiko kejadian kelainan kongenital. Kejadian kelainan kongenital lebih sering terjadi pada jenis kelamin laki-laki. Faktor risiko yang paling sering ialah usia ibu saat hamil mulai 20 tahun hingga lebih. Khusus di Indonesia belum ada data bermakna yang menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelainan kongenital, namun dua artikel dari Indonesia menunjukkan peningkatan kejadian kelainan kongenital pada ibu yang terinfeksi saat hamil. Faktor risiko lainnya yang hanya didapatkan pada satu hingga dua jurnal saja seperti, paparan rokok, konsumsi obat maupun narkoba, serta riwayat keluarga yang pernah mengalami kejadian kelainan bawaan sebelumnya. Hasil kajian juga mendapatkan beberapa diagnosis penyakit kelaianan kongenital yang di golongkan dalam sistem organ, didominasi oleh sistem kardiovaskular. Simpulan penelitian ini ialah faktor risiko yang berhubungan dengan kelainan kongenital ialah usia ibu, multiparitas, riwayat abortus, kelainan ba kongenital waan pada kehamilan sebelumnya, diabetes gestasional, paparan asap rokok, konsumsi alkohol, konsumsi obat-obatan, tidak mengonsumsi asam folat, riwayat keluarga mengalami kelainan kongenital, adanya hubungan darah antara ayah dan ibu, dan status sosioekonomi rendahKata kunci: faktor resiko, kelainan kongenital, neonatus
Title: Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Kelainan Bawaan pada Neonatus
Description:
Abstract Congenital abnormalities are one of the main causes of infant mortality worldwide.
Their symptoms vary from mild to severe.
This study was aimed to determine the risk factors associated with the incidence of congenital abnormalities.
This was a literature review study.
The results obtained 10 articles that discussed about the risk factors of congenital abnormalities.
The incidence of congenital abnormalities was more common in males.
The most common factor was the maternal age of 20+ years Especially in Indonesia, there was no significant data about the risk factors related to the incidence of congenital abnormalities, however, two journals from Indonesia showed an increased incidence of congenital abnormalities in women infected during pregnancy.
In addition, there were other risk factors found only in one to two journals, such as exposure to cigarettes, consumption of drugs or narcotics, and family history of previous congenital disorders.
The review also covered several congenital disorders classified in organ systems dominated by the cardiovascular system.
In conclusion, the risk factors associated with congenital abnormalities are maternal age, multiparity, history of abortion, congenital abnormalities in previous pregnancies, gestational diabetes, exposure to cigarette smoke, consumption of alcohol, consumption of drugs, not taking folic acid, family history of congenital abnormalities, consanguinity, and low socioeconomic statusKeywords: risk factor, birth defect, congenital anomalies, neonates Abstrak Kelainan kongenital merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi di dunia dengan gejala bervariasi dari ringan hingga berat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelainan kongenital.
Jenis penelitian ialah literature review.
Hasil penelitian mendapatkan 10 artikel mengenai faktor risiko kejadian kelainan kongenital.
Kejadian kelainan kongenital lebih sering terjadi pada jenis kelamin laki-laki.
Faktor risiko yang paling sering ialah usia ibu saat hamil mulai 20 tahun hingga lebih.
Khusus di Indonesia belum ada data bermakna yang menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelainan kongenital, namun dua artikel dari Indonesia menunjukkan peningkatan kejadian kelainan kongenital pada ibu yang terinfeksi saat hamil.
Faktor risiko lainnya yang hanya didapatkan pada satu hingga dua jurnal saja seperti, paparan rokok, konsumsi obat maupun narkoba, serta riwayat keluarga yang pernah mengalami kejadian kelainan bawaan sebelumnya.
Hasil kajian juga mendapatkan beberapa diagnosis penyakit kelaianan kongenital yang di golongkan dalam sistem organ, didominasi oleh sistem kardiovaskular.
Simpulan penelitian ini ialah faktor risiko yang berhubungan dengan kelainan kongenital ialah usia ibu, multiparitas, riwayat abortus, kelainan ba kongenital waan pada kehamilan sebelumnya, diabetes gestasional, paparan asap rokok, konsumsi alkohol, konsumsi obat-obatan, tidak mengonsumsi asam folat, riwayat keluarga mengalami kelainan kongenital, adanya hubungan darah antara ayah dan ibu, dan status sosioekonomi rendahKata kunci: faktor resiko, kelainan kongenital, neonatus.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan Kejadian Pneumonia Neonatus dengan Beberapa Faktor Risiko di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2010-2012
Hubungan Kejadian Pneumonia Neonatus dengan Beberapa Faktor Risiko di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2010-2012
AbstrakPneumonia merupakan salah satu penyebab mortalitas utama pada neonatus. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), kelahiran preterm, ketuban pecah dini (KPD), dan demam intrapartum me...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
Faktor Risiko Kematian Neonatus dengan Penyakit Membran Hialin
Faktor Risiko Kematian Neonatus dengan Penyakit Membran Hialin
Latar belakang.Angka kematian bayi (AKB) menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002-2003 adalah 35 per 1000 kelahiran hidup. Dua pertiga kematian bayi ...
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Manajemen Risiko Usaha Jamur Tiram CV. Citra Nusa Prima dengan Pendekatan Enterprise Risk Management
Jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang rentan terkena risiko. Sumber utama risiko yaitu pada produksi, sumber daya manusia, dan pasar. Risiko yang terjadi belum menjadi per...
Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Koklea pada Neonatus
Hubungan Kejadian Asfiksia Neonatorum dengan Gangguan Fungsi Koklea pada Neonatus
Gangguan pendengaran pada masa bayi dapat menyebabkan gangguan bicara, berbahasa, kognitif, masalah sosial, dan emosional sehingga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. The Jo...
Faktor-Faktor Kejadian Ikterus Neonatus di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kabupaten Kotabaru
Faktor-Faktor Kejadian Ikterus Neonatus di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kabupaten Kotabaru
Latar Belakang: Ikterus neonatus merupakan gangguan kesehatan yang kerap muncul pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani...

