Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

THE IMPACT OF MERGER ON BANK SYARIAH INDONESIA FINANCIAL PERFORMANCE

View through CrossRef
The purpose of this study is to analyze the differences in financial performance at Bank Syariah Indonesia (BSI) before and after the merger. This study uses a paired sample t-test difference test with three Islamic banks used as research samples. The results showed that the financial performance in terms of Liquidity, Solvency and Profitability showed that BSI after the merger was better than before the merger, on the other hand, on the activity side, BSI was declared ineffective and inefficient. Basically, merger was chosen as a strategy because it is considered an instant way to achieve company goals without having to create new business and have an influence on financial performance.   Abstrak Tujuan dari penelitian adalah menganalisis perbedaan kinerja keuangan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) sebelum dan sesudah merger. Penelitian ini mengunakan uji beda paired sample t-test dengan tiga bank syariah digunakan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada sisi Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas menunjukkan bahwa BSI sesudah merger lebih baik dibanding saat sebelum merger, sebaliknya di sisi aktivitas BSI dinyatakan belum efektif dan efisien. Pada dasarnya merger dipilih sebagai strategi karena dianggap cara instan untuk mencapai tujuan perusahaan tanpa harus membuat bisnis baru dan memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan.
Title: THE IMPACT OF MERGER ON BANK SYARIAH INDONESIA FINANCIAL PERFORMANCE
Description:
The purpose of this study is to analyze the differences in financial performance at Bank Syariah Indonesia (BSI) before and after the merger.
This study uses a paired sample t-test difference test with three Islamic banks used as research samples.
The results showed that the financial performance in terms of Liquidity, Solvency and Profitability showed that BSI after the merger was better than before the merger, on the other hand, on the activity side, BSI was declared ineffective and inefficient.
Basically, merger was chosen as a strategy because it is considered an instant way to achieve company goals without having to create new business and have an influence on financial performance.
  Abstrak Tujuan dari penelitian adalah menganalisis perbedaan kinerja keuangan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) sebelum dan sesudah merger.
Penelitian ini mengunakan uji beda paired sample t-test dengan tiga bank syariah digunakan sebagai sampel penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan pada sisi Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas menunjukkan bahwa BSI sesudah merger lebih baik dibanding saat sebelum merger, sebaliknya di sisi aktivitas BSI dinyatakan belum efektif dan efisien.
Pada dasarnya merger dipilih sebagai strategi karena dianggap cara instan untuk mencapai tujuan perusahaan tanpa harus membuat bisnis baru dan memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan.

Related Results

STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
Abstrak Penelitian ini membahas tentang bagaimana status hukum nasabah BNI Syariah Makassar setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia. Kelahiran Bank Syariah Indonesia, pengga...
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
ABSTRACT Islamic banking in Indonesia and Malaysia experienced differences in asset growth and market share, potentially causing dissimilarity in profitability performance. This st...
The Business Cycle as a Moderator of Financing for Financing Risk of Islamic Commercial Banks in Indonesia
The Business Cycle as a Moderator of Financing for Financing Risk of Islamic Commercial Banks in Indonesia
ABSTRACT Islamic banking is undoubtedly faced with several potential financing risks, with the three largest financing contracts (Mudharaba, Musharaka, and Murabaha) that reduce th...
Nilai Piutang dan Pembiayaan Tiga Bank Syariah di Indonesia Sebelum dan Sesudah Merger
Nilai Piutang dan Pembiayaan Tiga Bank Syariah di Indonesia Sebelum dan Sesudah Merger
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak merger pada nilai piutang murabahah, piutang istishna’, pembiayaan mudharabah, serta pembiayaan musyarakah pada masing-masing bank ...
Analisis Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Rasio Beban Operasional-Pendapatan Operasional (BOPO) pada Bank Umum Syariah di Indonesia
Analisis Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Rasio Beban Operasional-Pendapatan Operasional (BOPO) pada Bank Umum Syariah di Indonesia
This research aims to determine the influence of Islamic banking financial ratios in the form of Return on Assets (ROA) Ratio, Non Performing Financing (NPF) Ratio, Financing to De...
CORPORATE SOCIAL PERFORMANCE (CSP) BANK SYARIAH DI INDONESIA
CORPORATE SOCIAL PERFORMANCE (CSP) BANK SYARIAH DI INDONESIA
Abstrak:Bank syariah memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan bank kon­vensional. Salah satu karakteristik unik tersebut adalah bank syariah memiliki fungsi sosial yang bisa...
Pengaruh Perkembangan Fintech Syariah terhadap Pangsa Pasar Bank Syariah di Indonesia
Pengaruh Perkembangan Fintech Syariah terhadap Pangsa Pasar Bank Syariah di Indonesia
Abstract. The rapid development of Islamic fintech in Indonesia since 2016 has created new dynamics in the Islamic financial industry. This study aims to analyze the impact of Isla...

Back to Top