Javascript must be enabled to continue!
Penerapan Algoritma K-Means Untuk Mengelompokkan Makanan Berdasarkan Nilai Nutrisi
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan makanan yang memiliki nilai nutrisi yang serupa. Yang mana makanan dibagi ke dalam 3 cluster yaitu makanan yang mempunyai kadar nutrisi tinggi, sedang dan rendah. Hasil pengelompokan pada penelitian ini dapat digunakan untuk pemilihan dan konsumsi makanan dalam pemenuhan nutrisi dan juga dapat digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh makanan. Seperti makanan pada cluster 0 bisa dipilih jika ingin menaikkan berat badan. Makanan cluster 1 dapat menjadi patokan jika dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan obesitas dan cluster 2 dapat dipilih jika ingin melakukan diet atau menurunkan berat badan. Hasil ini ditunjukkan dari hasil klasterisasi di mana cluster pertama diisi oleh makanan dengan kadar kalori dan protein yang cukup tinggi dan kadar lemak, karbohidrat yang rendah. Cluster kedua diisi oleh makanan dengan kadar kalori, protein dan lemak yang tinggi serta kadar karbohidrat yang rendah. Cluster ketiga diisi oleh makanan dengan kadar kalori, protein, lemak dan karbohidrat yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode clustering dengan menerapkan algoritma K-Means karena efektif dalam melakukan klasterisasi terhadap tipe data numerik dan menguji menggunakan Elbow Method dan Davies Bouldin Index.
Title: Penerapan Algoritma K-Means Untuk Mengelompokkan Makanan Berdasarkan Nilai Nutrisi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan makanan yang memiliki nilai nutrisi yang serupa.
Yang mana makanan dibagi ke dalam 3 cluster yaitu makanan yang mempunyai kadar nutrisi tinggi, sedang dan rendah.
Hasil pengelompokan pada penelitian ini dapat digunakan untuk pemilihan dan konsumsi makanan dalam pemenuhan nutrisi dan juga dapat digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh makanan.
Seperti makanan pada cluster 0 bisa dipilih jika ingin menaikkan berat badan.
Makanan cluster 1 dapat menjadi patokan jika dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan obesitas dan cluster 2 dapat dipilih jika ingin melakukan diet atau menurunkan berat badan.
Hasil ini ditunjukkan dari hasil klasterisasi di mana cluster pertama diisi oleh makanan dengan kadar kalori dan protein yang cukup tinggi dan kadar lemak, karbohidrat yang rendah.
Cluster kedua diisi oleh makanan dengan kadar kalori, protein dan lemak yang tinggi serta kadar karbohidrat yang rendah.
Cluster ketiga diisi oleh makanan dengan kadar kalori, protein, lemak dan karbohidrat yang rendah.
Penelitian ini menggunakan metode clustering dengan menerapkan algoritma K-Means karena efektif dalam melakukan klasterisasi terhadap tipe data numerik dan menguji menggunakan Elbow Method dan Davies Bouldin Index.
Related Results
Penerapan Algoritma K-Nearest Neighbors dalam Sistem Rekomendasi Makanan Berdasarkan Kebutuhan Nutrisi dengan Content-Based Filtering
Penerapan Algoritma K-Nearest Neighbors dalam Sistem Rekomendasi Makanan Berdasarkan Kebutuhan Nutrisi dengan Content-Based Filtering
ABSTRAK
Pemenuhan nutrisi merupakan sebuah keharusan untuk menjaga kesehatan tubuh. Memahami manfaat nutrisi dan cairan dalam tubuh dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan ser...
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
Algoritma merupakan akar dari sebuah sistem yang terbentuk dalam dunia pemrograman.Melalui serangkaian cara yang masuk akal dan teratur, sebuah algoritma dapat menyelesaikan suatu ...
Perbandingan Kinerja Algoritma Naïve Bayes Dan C.45 Dalam Klasifikasi Spam Email
Perbandingan Kinerja Algoritma Naïve Bayes Dan C.45 Dalam Klasifikasi Spam Email
Antispam dengan algoritma tertentu yang dapat memisahkan antara spam-mail dengan non spam mail. Perbandingan kinerja antara algoritma naïve bayes, dan decision tree yang memakai al...
HUBUNGAN HYGIENE SANITASI DENGAN KONTAMINASI ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN PECEL
HUBUNGAN HYGIENE SANITASI DENGAN KONTAMINASI ESCHERICHIA COLI PADA MAKANAN PECEL
Makanan pecel di Lokawisata Baturraden menjadi makanan favorite para pengunjung disana apabila hygiene sanitasi makanan tidak memenuhi syarat dapat menimbulkan penyakit sesuai Kepm...
Literature Review Paradigma Gizi: Eksplorasi Tabu Pola Konsumsi Makanan dan Pengetahuan Gizi di Masyarakat Pedesaan
Literature Review Paradigma Gizi: Eksplorasi Tabu Pola Konsumsi Makanan dan Pengetahuan Gizi di Masyarakat Pedesaan
Pola konsumsi makanan dan pengetahuan gizi di masyarakat pedesaan menjadi krusial dalam mengatasi tabu dan preferensi makanan lokal yang memengaruhi pilihan diet. Studi ini tidak h...
ANALISIS MODEL L-DIVERSITY DENGAN ALGORITMA SYSTEMATIC CLUSTERING DAN DATAFLY
ANALISIS MODEL L-DIVERSITY DENGAN ALGORITMA SYSTEMATIC CLUSTERING DAN DATAFLY
Penelitian ini dilatar belakangi oleh teknik anonimitas data yang terdapat pada Privacy Preserving Data Publishing. Sehingga data yang ingin dipublikasikan bersifat anonim, tanpa m...
Pola Konsumsi Makanan Satwika Pada Bhakta Hare Krishna di Sri Sri Krishna Balarama Ashram Denpasar
Pola Konsumsi Makanan Satwika Pada Bhakta Hare Krishna di Sri Sri Krishna Balarama Ashram Denpasar
Makanan merupakan sarana untuk bertahan hidup. Dalam hal makanan, manusia memiliki kebudayaan masing-masing mengenai pola konsumsi makanan. Pada penelitian ini, yang menarik adalah...
Kuliner Ndeso Blitar Kuto Cilik Sing Kawentar
Kuliner Ndeso Blitar Kuto Cilik Sing Kawentar
Abstrak
Blitar merupakan kuto cilik sing kawentar. Blitar juga menyimpan banyak destinasi wisata yang mampu memberikan suasana baru dan mempelajari bagaimana pahlawan yang dulunya...

