Javascript must be enabled to continue!
Tiga Standar Assurance dan Satu Tujuan Akuntabilitas: Mempersiapkan Diri untuk Assurance Keberlanjutan di Era ISSA 5000
View through CrossRef
Perkembangan pelaporan keberlanjutan global mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap assurance yang kredibel, transparan, dan sesuai dengan tuntutan regulasi internasional. Artikel ini membahas secara komparatif tiga standar utama assurance keberlanjutan, yaitu AA1000 Assurance Standard (AA1000AS), International Standard on Assurance Engagements (ISAE) 3000, dan International Standard on Sustainability Assurance (ISSA) 5000 yang akan berlaku efektif pada Desember 2026. AA1000AS menitikberatkan pada prinsip inklusivitas, materialitas, responsivitas, dan dampak melalui pendekatan berbasis pemangku kepentingan. Sementara itu, ISAE 3000 selama ini menjadi standar dominan karena penerimaan regulator dan infrastruktur audit yang kuat, meskipun bersifat umum dan belum dirancang khusus untuk isu keberlanjutan. Kehadiran ISSA 5000 menjadi tonggak baru karena dirancang secara spesifik untuk assurance informasi ESG, termasuk pengungkapan rantai nilai, double materiality, dan informasi forward-looking. Artikel ini menegaskan bahwa transisi menuju ISSA 5000 menuntut kesiapan sistem pelaporan, pengendalian internal, tata kelola ESG, serta kapasitas organisasi yang lebih matang. Bagi perusahaan Indonesia, persiapan sejak dini menjadi penting untuk menjaga kredibilitas, memenuhi tuntutan regulasi global, dan memperkuat daya saing dalam rantai pasok internasional.
Title: Tiga Standar Assurance dan Satu Tujuan Akuntabilitas: Mempersiapkan Diri untuk Assurance Keberlanjutan di Era ISSA 5000
Description:
Perkembangan pelaporan keberlanjutan global mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap assurance yang kredibel, transparan, dan sesuai dengan tuntutan regulasi internasional.
Artikel ini membahas secara komparatif tiga standar utama assurance keberlanjutan, yaitu AA1000 Assurance Standard (AA1000AS), International Standard on Assurance Engagements (ISAE) 3000, dan International Standard on Sustainability Assurance (ISSA) 5000 yang akan berlaku efektif pada Desember 2026.
AA1000AS menitikberatkan pada prinsip inklusivitas, materialitas, responsivitas, dan dampak melalui pendekatan berbasis pemangku kepentingan.
Sementara itu, ISAE 3000 selama ini menjadi standar dominan karena penerimaan regulator dan infrastruktur audit yang kuat, meskipun bersifat umum dan belum dirancang khusus untuk isu keberlanjutan.
Kehadiran ISSA 5000 menjadi tonggak baru karena dirancang secara spesifik untuk assurance informasi ESG, termasuk pengungkapan rantai nilai, double materiality, dan informasi forward-looking.
Artikel ini menegaskan bahwa transisi menuju ISSA 5000 menuntut kesiapan sistem pelaporan, pengendalian internal, tata kelola ESG, serta kapasitas organisasi yang lebih matang.
Bagi perusahaan Indonesia, persiapan sejak dini menjadi penting untuk menjaga kredibilitas, memenuhi tuntutan regulasi global, dan memperkuat daya saing dalam rantai pasok internasional.
Related Results
Desain dan Implementasi Sistem Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Standar 3 Berbasis KPI
Desain dan Implementasi Sistem Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Standar 3 Berbasis KPI
Akreditasi merupakan sebuah bentuk penilaian mutu dan kelayakan terhadap institusi perguruan tinggi yang dilakukan oleh organisasi diluar perguruan tinggi. Akreditasi merupakan sal...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI, ANALISIS DAN IMPLIKASI:STUDI KASUS
IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI, ANALISIS DAN IMPLIKASI:STUDI KASUS
Globalisasi mengharuskan kualitas yang tinggi yang diharapkan oleh para pelanggan, karena itu merupakan tolok ukur dalam mempertahankan kesetiaan pelanggan. Disisi lain untuk mempe...
Komunikasi Intrapersonal dan Konsep Diri pada Mahasiswa Rantau Studi Kasus: Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita
Komunikasi Intrapersonal dan Konsep Diri pada Mahasiswa Rantau Studi Kasus: Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita
Dalam menjalani masa perkuliahan, mahasiswa rantau mengalami tantangan yang tidak mudah karena hidup di lingkungan yang baru dan bertemu dengan teman-teman yang berbeda dalam hal ...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi Belajar Anak Yatim dan Dhuafa di Yayasan Sahabat Yatim Bintaro-Tangerang Selatan (156-164)
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi Belajar Anak Yatim dan Dhuafa di Yayasan Sahabat Yatim Bintaro-Tangerang Selatan (156-164)
Kesuksesan seseorang akan mudah tercapai jika memiliki kepercayaan diri dan motivasi yang kuat. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pa...

