Javascript must be enabled to continue!
Analisis Miskonsepsi Matematika Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi matematika siswa bedasarkan gaya kognitif field independent. Penentuan siswa pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Jumlah siswa pada penelitian yaitu 3 (tiga) orang siswa kelas VII yang melakukan miskonsepsi matematika rendah, sedang dan tinggi yang memiliki gaya kognitif field independent. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket, tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki gaya kognitif field independent dengan miskonsepsi matematika rendah memiliki kemampuan matematika tinggi. Siswa mampu menyatakan ulang konsep, mampu merumuskan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, mampu menentukan rumus untuk menjawab soal dan mampu mengaplikasikan rumus yang digunakan. Siswa yang memiliki gaya kognitif field independent dengan miskonsepsi matematika sedang memiliki kemampuan matematika sedang. Siswa tidak mampu menyatakan ulang konsep dikarenakan tidak paham konsep bangun datar persegi dan belah ketupat. Siswa juga tidak mampu merumuskan konsep dalam bentuk representasi gambar. Namun, Siswa mampu menentukan rumus untuk menjawab soal, tetapi tidak mampu mengaplikasikan rumus yang digunakan. Siswa yang memiliki gaya kognitif field independent dengan miskonsepsi matematika tinggi tidak mampu menjawab semua indikator dengan benar. Siswa ini termasuk kategori siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah.
Title: Analisis Miskonsepsi Matematika Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi matematika siswa bedasarkan gaya kognitif field independent.
Penentuan siswa pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling.
Jumlah siswa pada penelitian yaitu 3 (tiga) orang siswa kelas VII yang melakukan miskonsepsi matematika rendah, sedang dan tinggi yang memiliki gaya kognitif field independent.
Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket, tes tertulis dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki gaya kognitif field independent dengan miskonsepsi matematika rendah memiliki kemampuan matematika tinggi.
Siswa mampu menyatakan ulang konsep, mampu merumuskan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, mampu menentukan rumus untuk menjawab soal dan mampu mengaplikasikan rumus yang digunakan.
Siswa yang memiliki gaya kognitif field independent dengan miskonsepsi matematika sedang memiliki kemampuan matematika sedang.
Siswa tidak mampu menyatakan ulang konsep dikarenakan tidak paham konsep bangun datar persegi dan belah ketupat.
Siswa juga tidak mampu merumuskan konsep dalam bentuk representasi gambar.
Namun, Siswa mampu menentukan rumus untuk menjawab soal, tetapi tidak mampu mengaplikasikan rumus yang digunakan.
Siswa yang memiliki gaya kognitif field independent dengan miskonsepsi matematika tinggi tidak mampu menjawab semua indikator dengan benar.
Siswa ini termasuk kategori siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah.
Related Results
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif. Penelitian ini merupakan jenis peneliti...
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
PROFIL KOMUNIKASI MATEMATIKA TULIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT
Kompetensi komunikasi siswa haruslah menjadi fokus utama guru karena termasuk dalam salah satu tujuan kurikulum 2013 dalam pembelajaran matematika. Komunikasi berperan penting dala...
Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Gaya dan Gerak
Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Gaya dan Gerak
This research is to find out and describe elementary students misconception on the concept of force and motion. Data collection methods using tests in the form of four tier tests a...
Miskonsepsi Mahasiswa pada Masalah Eksponen Berdasarkan Gaya Kognitif
Miskonsepsi Mahasiswa pada Masalah Eksponen Berdasarkan Gaya Kognitif
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi eksponen yang dialami mahasiswa S1 pendidikan matematika berdasarkan gaya kognitif. ...
Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII Ditinjau dari Gaya Kognitif
Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII Ditinjau dari Gaya Kognitif
Kemampuan literasi matematika memiliki peran penting dalam kehidupan modern, dimana setiap individu diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah...
INTERAKSI INSTRUCTIONAL MODEL DAN ENTRY LEVEL TERHADAP MISKONSEPSI MAHASISWA
INTERAKSI INSTRUCTIONAL MODEL DAN ENTRY LEVEL TERHADAP MISKONSEPSI MAHASISWA
AbstractLearners have different entry level and have varying misconception. Misconception of learners tend to be resistant and difficult to change. Alternative instructional model ...
Analisis Pemecahan Masalah Matematika Higher Order Thinking Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa
Analisis Pemecahan Masalah Matematika Higher Order Thinking Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah Higher Order Thinking yang ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penel...
PROFIL BERPIKIR ANALITIK SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF SISTEMATIS DAN INTUITIF
PROFIL BERPIKIR ANALITIK SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF SISTEMATIS DAN INTUITIF
Berpikir analitik adalah jenis berpikir tingkat tinggi yang didefinisikan sebagai kemampuan memeriksadengan teliti, memilah-milah dan mengidentifikasi bagian-bagian pokok dari suat...

