Javascript must be enabled to continue!
SERAT WIYATA ADI: SEBUAH MEDIA MEMBANGUN KARAKTER ANAK DEKADE 1920-AN MELALUI SASTRA ANAK BERBAHASA JAWA (SERAT WIYATA ADI: ASPECTS OF CHILD CHARACTER EDUCATION IN THE 1920S THROUGH JAVANESE CHILD LITERARY)
View through CrossRef
Sastra anak berbahasa ibu (Jawa) merupakan karya sastra Jawa yang masih ditulis hingga saat ini. Akan tetapi, sastra anak berbahasa Jawa yang berbentuk tembang (puisi) amat langka. Kebanyakan sastra anak berbahasa Jawa ditulis dalam bentuk gancaran (prosa). Salah satu karya sastra anak berbahasa Jawa adalah Serat Wiyata Adi (SWA), karya Samsoe Hadiwijata, terbitan Balai Pustaka. Karya tersebut merupakan media yang dipakai oleh penulisnya untuk membangun karakter anak-anak Jawa pada dekade 1920-an. Masalah penelitian ini ialah bagaimana SWA berperan sebagai media pembangun karakter anak tahun 1920-an dengan melalui sastra anak yang berbahasa Jawa. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan SWA sebagai media pembangun karakter anak tahun 1920-an melalui sastra anak berbahasa Jawa. Teori yang dipergunakan di dalam penelitian adalah strukturalisme sehingga dapat melihat potensi-potensi bahasa yang digarap oleh pengarang, baik pada tingkat sintakmatik maupun paradigmatik. Oleh karena data penelitian sastra berupa bacaan atau pustaka, metode pengumpulan data di dalam penelitian SWA ini dilakukan dengan cara membaca keseluruhan (dari awal sampai akhir) karya. Analisis terhadap SWA dilakukan dengan melihat hubungan dan rangkaian nilai-nilai yang dibangun sehingga mewujud menjadi teks. Teks itulah yang membangun karakter anak-anak.Literary of a child whose mother tongue is Javanese is Javanese literature that is still written today. However, Javanese child literature in the form of a song (poem) is very rare. Most of the Javanese child literature is written in the form of prose (prose). One of the Javanese child literature is a Serat Wiyata Adi (SWA), the work of Samsoe Hadiwijata, published by Balai Pustaka.The work is a medium that is used by the author to build the Javanese child characters in the 1920s. The research problem is how SWA plays a role as 1920s child character builder media through Javanese child literature.The purpose of this research is to reveal the SWA as child character builder media in the 1920s through Javanese child literature.The theory in the study is structuralism that can view the potential of language written by the author, both at the level syntagmatic and paradigmatic.Therefore, research data is reading text or literature text, data collection method in SWA research is done by reading whole works (from beginning to end). Analysis of the SWA is done by observing on relations and a series of built values that is manifested in the text. Therefore, the text builds child character.
Title: SERAT WIYATA ADI: SEBUAH MEDIA MEMBANGUN KARAKTER ANAK DEKADE 1920-AN MELALUI SASTRA ANAK BERBAHASA JAWA (SERAT WIYATA ADI: ASPECTS OF CHILD CHARACTER EDUCATION IN THE 1920S THROUGH JAVANESE CHILD LITERARY)
Description:
Sastra anak berbahasa ibu (Jawa) merupakan karya sastra Jawa yang masih ditulis hingga saat ini.
Akan tetapi, sastra anak berbahasa Jawa yang berbentuk tembang (puisi) amat langka.
Kebanyakan sastra anak berbahasa Jawa ditulis dalam bentuk gancaran (prosa).
Salah satu karya sastra anak berbahasa Jawa adalah Serat Wiyata Adi (SWA), karya Samsoe Hadiwijata, terbitan Balai Pustaka.
Karya tersebut merupakan media yang dipakai oleh penulisnya untuk membangun karakter anak-anak Jawa pada dekade 1920-an.
Masalah penelitian ini ialah bagaimana SWA berperan sebagai media pembangun karakter anak tahun 1920-an dengan melalui sastra anak yang berbahasa Jawa.
Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan SWA sebagai media pembangun karakter anak tahun 1920-an melalui sastra anak berbahasa Jawa.
Teori yang dipergunakan di dalam penelitian adalah strukturalisme sehingga dapat melihat potensi-potensi bahasa yang digarap oleh pengarang, baik pada tingkat sintakmatik maupun paradigmatik.
Oleh karena data penelitian sastra berupa bacaan atau pustaka, metode pengumpulan data di dalam penelitian SWA ini dilakukan dengan cara membaca keseluruhan (dari awal sampai akhir) karya.
Analisis terhadap SWA dilakukan dengan melihat hubungan dan rangkaian nilai-nilai yang dibangun sehingga mewujud menjadi teks.
Teks itulah yang membangun karakter anak-anak.
Literary of a child whose mother tongue is Javanese is Javanese literature that is still written today.
However, Javanese child literature in the form of a song (poem) is very rare.
Most of the Javanese child literature is written in the form of prose (prose).
One of the Javanese child literature is a Serat Wiyata Adi (SWA), the work of Samsoe Hadiwijata, published by Balai Pustaka.
The work is a medium that is used by the author to build the Javanese child characters in the 1920s.
The research problem is how SWA plays a role as 1920s child character builder media through Javanese child literature.
The purpose of this research is to reveal the SWA as child character builder media in the 1920s through Javanese child literature.
The theory in the study is structuralism that can view the potential of language written by the author, both at the level syntagmatic and paradigmatic.
Therefore, research data is reading text or literature text, data collection method in SWA research is done by reading whole works (from beginning to end).
Analysis of the SWA is done by observing on relations and a series of built values that is manifested in the text.
Therefore, the text builds child character.
Related Results
Implementasi Pembelajaran IPS Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Implementasi Pembelajaran IPS Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
This study aims to analyze the implementation of social studies learning as strengthening character education in elementary schools. The research method used is a qualitative descr...
PROBLEMATIKA DUNIA KEPENGARANGAN SASTRA JAWA PERIODE 1980—1997: SEBUAH STUDI KASUS (Problems of Javanese Literary Authorship World in the Period of 1980—1997: A Case Study)
PROBLEMATIKA DUNIA KEPENGARANGAN SASTRA JAWA PERIODE 1980—1997: SEBUAH STUDI KASUS (Problems of Javanese Literary Authorship World in the Period of 1980—1997: A Case Study)
Dunia kepengarangan sastra Jawa periode 1980—1997 ditopang oleh media berbahasa Jawa (koran dan majalah). Kehadiran institusi itu ternyata mampu memberikan kontribusi yang sangat l...
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Representasi Sikap Hidup Orang Jawa dalam Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG dan Babad Ngalor Ngidul karya Elizabeth D. Inandiak
Orang Jawa seringkali digambarkan sebagai manusia yang memiliki tradisi dan sikap hidup yang ikhlas dan selaras. Dalam kesusastraan Indonesia, gambaran masyarakat Jawa seringkali d...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
Variasi Terjemahan Surah Al-Fātiḥah dalam Bahasa Jawa Pada Naskah Kuran Jawi dan Kitab Kuran
Variasi Terjemahan Surah Al-Fātiḥah dalam Bahasa Jawa Pada Naskah Kuran Jawi dan Kitab Kuran
One of the messages conveyed through Javanese literary works is a guide to religious life. These guidelines can be translated through the holy book on every religious community tha...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...
KREATIVITAS BERBAHASA DALAM SASTRA ANAK INDONESIA
KREATIVITAS BERBAHASA DALAM SASTRA ANAK INDONESIA
Children literature, ideally, is a form of imaginatif creation in using language which is appropriate with children’s world and need. Children literature should be able to present ...
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
<div class="Section0"><p><em>Javanese karawitan music is a part of Javanese community cultural. Globalization, and time and technology development lead to cultura...

