Javascript must be enabled to continue!
Analisis Model Fundraising Lazismu Jawa Barat Berdasarkan Prinsip Prinsip Fikih Muamalah
View through CrossRef
Abstract. Zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) are important instruments in realizing social welfare and economic equity among the Muslim community. The success of zakat institutions in managing ZIS funds is strongly determined by the fundraising models and strategies they implement. This study aims to analyze the fundraising strategy models used by LAZISMU West Java and to examine their conformity with the principles of fiqh muamalah. The research adopts a qualitative descriptive approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation involving the management of LAZISMU West Java, as well as analysis of institutional documents. The results show that LAZISMU West Java applies two main models in its fundraising activities, namely traditional and digital models. The traditional model is carried out through direct fundraising, donation boxes, cooperation with institutions, and social-religious activities. Meanwhile, the digital model is developed through the use of social media, websites, online payment applications, and collaboration with e-commerce platforms. The combination of these two models represents an innovative strategy that enhances the effectiveness of fund collection and expands the reach of donors. From the perspective of fiqh muamalah, the fundraising strategies implemented by LAZISMU West Java comply with sharia principles such as honesty (shidq), trustworthiness (amanah), and transparency, and do not contain elements of gharar, maisir, or riba. All fundraising activities are conducted based on valid contracts and in accordance with Islamic law.
Abstrak. Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan pemerataan ekonomi umat. Keberhasilan lembaga amil zakat dalam mengelola dana ZIS sangat ditentukan oleh model dan strategi fundraising yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model strategi fundraising yang digunakan oleh LAZISMU Jawa Barat serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip fikih muamalah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus LAZISMU Jawa Barat serta analisis terhadap dokumen kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISMU Jawa Barat menerapkan dua model utama dalam kegiatan fundraising, yaitu model tradisional dan model digital. Model tradisional dilakukan melalui penggalangan dana langsung, penggunaan kotak infak, kerja sama dengan institusi, serta pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan. Sementara itu, model digital dikembangkan melalui pemanfaatan media sosial, website, aplikasi pembayaran daring, serta kerja sama dengan berbagai platform e-commerce. Kombinasi kedua model tersebut menjadi bentuk inovasi strategi yang mampu meningkatkan efektivitas penghimpunan dana dan memperluas jangkauan donatur. Dalam perspektif fikih muamalah, strategi fundraising LAZISMU Jawa Barat telah memenuhi prinsip syariah seperti kejujuran (shidq), amanah, dan transparansi, serta tidak mengandung unsur gharar, maisir, maupun riba. Setiap aktivitas fundraising dilaksanakan berdasarkan akad yang sah dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Analisis Model Fundraising Lazismu Jawa Barat Berdasarkan Prinsip Prinsip Fikih Muamalah
Description:
Abstract.
Zakat, infaq, and sadaqah (ZIS) are important instruments in realizing social welfare and economic equity among the Muslim community.
The success of zakat institutions in managing ZIS funds is strongly determined by the fundraising models and strategies they implement.
This study aims to analyze the fundraising strategy models used by LAZISMU West Java and to examine their conformity with the principles of fiqh muamalah.
The research adopts a qualitative descriptive approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation involving the management of LAZISMU West Java, as well as analysis of institutional documents.
The results show that LAZISMU West Java applies two main models in its fundraising activities, namely traditional and digital models.
The traditional model is carried out through direct fundraising, donation boxes, cooperation with institutions, and social-religious activities.
Meanwhile, the digital model is developed through the use of social media, websites, online payment applications, and collaboration with e-commerce platforms.
The combination of these two models represents an innovative strategy that enhances the effectiveness of fund collection and expands the reach of donors.
From the perspective of fiqh muamalah, the fundraising strategies implemented by LAZISMU West Java comply with sharia principles such as honesty (shidq), trustworthiness (amanah), and transparency, and do not contain elements of gharar, maisir, or riba.
All fundraising activities are conducted based on valid contracts and in accordance with Islamic law.
Abstrak.
Zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan pemerataan ekonomi umat.
Keberhasilan lembaga amil zakat dalam mengelola dana ZIS sangat ditentukan oleh model dan strategi fundraising yang diterapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model strategi fundraising yang digunakan oleh LAZISMU Jawa Barat serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip fikih muamalah.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus LAZISMU Jawa Barat serta analisis terhadap dokumen kelembagaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISMU Jawa Barat menerapkan dua model utama dalam kegiatan fundraising, yaitu model tradisional dan model digital.
Model tradisional dilakukan melalui penggalangan dana langsung, penggunaan kotak infak, kerja sama dengan institusi, serta pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan.
Sementara itu, model digital dikembangkan melalui pemanfaatan media sosial, website, aplikasi pembayaran daring, serta kerja sama dengan berbagai platform e-commerce.
Kombinasi kedua model tersebut menjadi bentuk inovasi strategi yang mampu meningkatkan efektivitas penghimpunan dana dan memperluas jangkauan donatur.
Dalam perspektif fikih muamalah, strategi fundraising LAZISMU Jawa Barat telah memenuhi prinsip syariah seperti kejujuran (shidq), amanah, dan transparansi, serta tidak mengandung unsur gharar, maisir, maupun riba.
Setiap aktivitas fundraising dilaksanakan berdasarkan akad yang sah dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Related Results
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Kompensasi pada Warga Terdampak Pembangunan Tower Telekomunikasi di Kota Cimahi
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Kompensasi pada Warga Terdampak Pembangunan Tower Telekomunikasi di Kota Cimahi
Abstrak. Fikih muamalah mengatur hubungan antara manusia dalam masalah maaliyah dan huquq atau masalah hak-hak terhadap kebendaan. Hal yang mendasar dalam melakukan kegiatan transa...
Analisis Fikih Muamalah Terhadap Sistem Pengupahan Freelance “X” Wedding dan Event Organizer
Analisis Fikih Muamalah Terhadap Sistem Pengupahan Freelance “X” Wedding dan Event Organizer
Abstract. Service work in muamalah fiqh is included in the Ijarah Al-amal contract, in which the provisions must determine how much nominal wages will be given to workers. However,...
Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Pelaksaan Program Wisata Halal Di DISPARBUD Kabupaten Bandung
Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Pelaksaan Program Wisata Halal Di DISPARBUD Kabupaten Bandung
Abstract. Handling non-performing financing at BTN Syariah The trend of halal tourism is currently experiencing rapid development and this has The trend of halal tourism is cur...
Analysis of donors satisfaction with LAZISMU kendal digital fundraising
Analysis of donors satisfaction with LAZISMU kendal digital fundraising
This study aims to analyze the level of donor satisfaction with the digital fundraising services implemented by LAZISMU Kendal as part of its efforts to adapt to the growing use of...
Eyyûbîler Döneminde Fıkıh Eğitimi
Eyyûbîler Döneminde Fıkıh Eğitimi
VI.-VII. (XII.-XIII.) yüzyıllar arasında Mısır, Suriye Hicaz Yemen ve Anadolu’da hüküm süren Eyyûbî devleti, Haçlılar’ı mağlup edip Kudüs’ü özgürleştirerek İslâm tarihinde saygın b...
Sejarah Nahdlatul Ulama Jawa Barat: Dari Pesantren hingga Panggung Politik
Sejarah Nahdlatul Ulama Jawa Barat: Dari Pesantren hingga Panggung Politik
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam dengan pengikut terbesar di Indonesia bahkan di dunia, pendirian NU didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926 atas sumbangsih dari ...
TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP JUAL BELI LIMBAH EMAS DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN KANDANGHAUR KABUPATEN INDRAMAYU
TINJAUAN FIKIH MUAMALAH TERHADAP JUAL BELI LIMBAH EMAS DI DESA KARANGANYAR KECAMATAN KANDANGHAUR KABUPATEN INDRAMAYU
Abstract. One of the buying and selling practices is the buying and selling of gold waste. Unlike the sale and purchase of gold in general, the sale and purchase of gold waste is t...
Peran LAZISMU Medan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat:Pemahaman, Dan Dampak Positif Lazismu Bagi Masyarakat
Peran LAZISMU Medan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat:Pemahaman, Dan Dampak Positif Lazismu Bagi Masyarakat
This research aims to explore the role of Lazismu Medan City in improving community welfare as well as the positive impact felt by the community. This research explores Lazismu's v...

