Javascript must be enabled to continue!
MAJAS DALAM HAIKU KARYA MATSUO BASHO
View through CrossRef
Abstrak: Tulisan ini memaparkan hasil analisis majas yang terkandung dalam Haiku (puisi Jepang) karya Matsuo Basho dalam buku Basho’s Haiku: Selected Poems of Matsuo Basho. Haiku-haiku tersebut sebagian merupakan catatan perjalanan semasa hidupnya. Di dalam 40 haiku yang dianalisis, didapati bahwa majas perbandingan adalah yang paling banyak digunakan. Di dalamnya, metafora adalah majas yang paling banyak digunakan, yakni 15 kali. Selain itu ada pula majas personifikasi (6), hiperbola (5), alegori (4), dan simile (3). Selain itu ditemukan pula bahwa dalam beberapa haiku, Basho menggunakan lebih dari satu majas.Kata kunci: Stilistika, Majas, Haiku, Matsuo Basho Abstract: This paper discussed about figure of speech in Haiku (Japanese poems) written by Matsuo Basho in Basho’s Haiku: Selected Poems of Matsuo Basho. Some of his haiku are the record of journey during his life. In 40 haiku analyzed, metaphor is the most used figure of speech, that is 15 times. Aside from that, personification 6 times, hyperbole 5 times, allegory 4 times, and simile 3 times. It is also found that in some of haiku, Basho used more then one figure of speech. Keywords: stylistics, figure of speech, haiku, Matsuo Basho
Title: MAJAS DALAM HAIKU KARYA MATSUO BASHO
Description:
Abstrak: Tulisan ini memaparkan hasil analisis majas yang terkandung dalam Haiku (puisi Jepang) karya Matsuo Basho dalam buku Basho’s Haiku: Selected Poems of Matsuo Basho.
Haiku-haiku tersebut sebagian merupakan catatan perjalanan semasa hidupnya.
Di dalam 40 haiku yang dianalisis, didapati bahwa majas perbandingan adalah yang paling banyak digunakan.
Di dalamnya, metafora adalah majas yang paling banyak digunakan, yakni 15 kali.
Selain itu ada pula majas personifikasi (6), hiperbola (5), alegori (4), dan simile (3).
Selain itu ditemukan pula bahwa dalam beberapa haiku, Basho menggunakan lebih dari satu majas.
Kata kunci: Stilistika, Majas, Haiku, Matsuo Basho Abstract: This paper discussed about figure of speech in Haiku (Japanese poems) written by Matsuo Basho in Basho’s Haiku: Selected Poems of Matsuo Basho.
Some of his haiku are the record of journey during his life.
In 40 haiku analyzed, metaphor is the most used figure of speech, that is 15 times.
Aside from that, personification 6 times, hyperbole 5 times, allegory 4 times, and simile 3 times.
It is also found that in some of haiku, Basho used more then one figure of speech.
Keywords: stylistics, figure of speech, haiku, Matsuo Basho.
Related Results
Surat Tersirat dari Dewa 19: Analisis Gaya Bahasa Pada Lagu “Roman Picisan“
Surat Tersirat dari Dewa 19: Analisis Gaya Bahasa Pada Lagu “Roman Picisan“
Tujuan Penelitian Lirik lagu Dewa 19 yang berjudul “Roman Picisan“ tujuannya adalah mencari Majas pada lirik tersebut, setelah melakukan penelitian kami mendapatkan Majas atau gaya...
Pictures of Thailand as reflected in Haiku written by Japanese in Thailand
Pictures of Thailand as reflected in Haiku written by Japanese in Thailand
Japanese people who came to live in Thailand have written Haiku for more than 50 years. Through the Haiku, they describe many impressions of Thailand which reflect specific Japanes...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Analisis Unsur-unsur Intrinsik Novel “Hijau” karya Agnes Jessica
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apa tema pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (2) Mengetahui bagaimana alur pada novel “Hijau” karya Agnes Jessica. (3) Mengetahui...
KIGO DALAM HAIKU KOBAYASHI ISSA DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIK
KIGO DALAM HAIKU KOBAYASHI ISSA DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIK
Haiku memiliki keunikan makna di dalamnya, bentuknya pendek, tetapi dapat menyatakan makna keseluruhan melalui kigo. Penelitian ini membahas jenis kigo dan makna kigo yang terkandu...
MORAL BUSHIDO DALAM HAIKU KARYA MASAOKA SHIKI
MORAL BUSHIDO DALAM HAIKU KARYA MASAOKA SHIKI
Abstrak Bushido adalah etika moral yang awalnya diterapkan kaum samurai sejak zaman Edo (1603-1868). Terdapat tiga sumber utama dalam aturan moral bushido antara lain ajaran Budha ...
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa lokalitas Minangkabau dalam novel-novel karya Wisran Hadi. Gaya bahasa yang dimaksud adalah retorik dan majas lokalitas Mina...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...

