Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DINAMIKA KEAGAMAAN MASYARAKAT KOMTEMPORER JEPANG PADA FILM OKURIBITO

View through CrossRef
Abstrak: Melalui film, kita dapat melihat banyak aspek dari suatu negara dan zamannya: budaya, moralitas dan agama, dan itulah dinamika agama dalam kehidupan dan kematian. Film-film terbaik dapat menghibur penonton dan memberikan kesempatan kepada pemirsa untuk memikirkan masalah mendasar manusia. Dalam artikel ini, saya menggunakan okuribito untuk menganalisis dinamika keagamaan masyarakat Jepang kontemporer tentang makna hidup dan mati. Segala macam kehidupan yang menyertai kematian dan kematian itu sendiri diilustrasikan dalam film. Tentu saja, setiap adegan dalam film tersebut mengandung bahasa sinematik yang kaya akan contoh nilai-nilai agama. Jadi, saya menggunakan semiotika sebagai kerangka teoretis untuk menganalisis film yang mengandung nilai-nilai agama. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Setelah data diperoleh, dianalisis dengan sistematis dan cermat dijelaskan berdasarkan teori. Hasil yang diperoleh bahwa dinamika keagamaan masyarakat Jepang kontemporer tentang makna hidup dan mati dalam film okuribito adalah kebutuhan manusia untuk berpikir untuk menerima kelangsungan hidup dan mati, di mana tidak hanya jiwa tetapi juga individualitas pribadi terus berlanjut seperti itu ada dalam kehidupan.Kata kunci: Dinamika Keagamaan, Masyarakat Kontemporer Jepang, Film Okuribito, Semiotik Abstract: Through films, we can see many aspects of a country and its times: culture, morality and religion, and that is the religious dynamics on life and death. The best films can both entertain audiences and provide viewers with opportunities to think about fundamental human problems. In this article, I use okuribito to analyze the religious dynamics of contemporary Japanese society about the meaning of life and death. All sorts of life that accompany the death and death itself are illustrated in the film. Of course, every scene in the film contains a cinematic language is rich in examples of religious values. Thus, I use semiotics as the theoretical framework for analyzing films that containing religious values. The data collection using documentation method. After the data is obtained, it is analyzed by systematically and meticulously described on the basis of the theory. The results obtained that the religious dynamics of contemporary Japanese society about the meaning of life and death in the film okuribito is a human needs for thought to accept the continuity of life and death, wherein not only the soul but also personal individuality continues on as it existed in life.Keywords: Religious dynamics, Contemporary Japanese Society, Film Okuribito, Semiotics
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Title: DINAMIKA KEAGAMAAN MASYARAKAT KOMTEMPORER JEPANG PADA FILM OKURIBITO
Description:
Abstrak: Melalui film, kita dapat melihat banyak aspek dari suatu negara dan zamannya: budaya, moralitas dan agama, dan itulah dinamika agama dalam kehidupan dan kematian.
Film-film terbaik dapat menghibur penonton dan memberikan kesempatan kepada pemirsa untuk memikirkan masalah mendasar manusia.
Dalam artikel ini, saya menggunakan okuribito untuk menganalisis dinamika keagamaan masyarakat Jepang kontemporer tentang makna hidup dan mati.
Segala macam kehidupan yang menyertai kematian dan kematian itu sendiri diilustrasikan dalam film.
Tentu saja, setiap adegan dalam film tersebut mengandung bahasa sinematik yang kaya akan contoh nilai-nilai agama.
Jadi, saya menggunakan semiotika sebagai kerangka teoretis untuk menganalisis film yang mengandung nilai-nilai agama.
Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi.
Setelah data diperoleh, dianalisis dengan sistematis dan cermat dijelaskan berdasarkan teori.
Hasil yang diperoleh bahwa dinamika keagamaan masyarakat Jepang kontemporer tentang makna hidup dan mati dalam film okuribito adalah kebutuhan manusia untuk berpikir untuk menerima kelangsungan hidup dan mati, di mana tidak hanya jiwa tetapi juga individualitas pribadi terus berlanjut seperti itu ada dalam kehidupan.
Kata kunci: Dinamika Keagamaan, Masyarakat Kontemporer Jepang, Film Okuribito, Semiotik Abstract: Through films, we can see many aspects of a country and its times: culture, morality and religion, and that is the religious dynamics on life and death.
The best films can both entertain audiences and provide viewers with opportunities to think about fundamental human problems.
In this article, I use okuribito to analyze the religious dynamics of contemporary Japanese society about the meaning of life and death.
All sorts of life that accompany the death and death itself are illustrated in the film.
Of course, every scene in the film contains a cinematic language is rich in examples of religious values.
Thus, I use semiotics as the theoretical framework for analyzing films that containing religious values.
The data collection using documentation method.
After the data is obtained, it is analyzed by systematically and meticulously described on the basis of the theory.
The results obtained that the religious dynamics of contemporary Japanese society about the meaning of life and death in the film okuribito is a human needs for thought to accept the continuity of life and death, wherein not only the soul but also personal individuality continues on as it existed in life.
Keywords: Religious dynamics, Contemporary Japanese Society, Film Okuribito, Semiotics.

Related Results

PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
PENGARUH LAGU JEPANG TERHADAP METODE PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG
Jepang merupakan sebuah negara yang terletak di Asia bagian Timur. Negara ini merupakan salah satu negara maju yang memiliki banyak sekali inovasi dalam teknologi maupun budaya. Je...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Pemahaman Aksara Jepang Dasar melalui Shoudo
Pemahaman Aksara Jepang Dasar melalui Shoudo
Kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah ini bermula dari banyaknya acara-acara kejepangan di sekolah-sekolah. Acara tersebut mengangkat budaya Jepang seperti anime, cosplay, film...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
FILOSOFI HIDANGAN PADA PERAYAAN CHUNJIE DAN OSHOUGATSU
FILOSOFI HIDANGAN PADA PERAYAAN CHUNJIE DAN OSHOUGATSU
Setiap masyarakat pada suatu negara menyambut pergantian tahun dengan tradisi masing-masing. Termasuk masyarakat Tiongkok dan Jepang. Masyarakat Tiongkok menyebut tahun mereka deng...
IbM PETANI KETIMUN JEPANG DI KELURAHAN KOLONGAN TOMOHON
IbM PETANI KETIMUN JEPANG DI KELURAHAN KOLONGAN TOMOHON
Pengabdian masyarakat untuk IbM Petani Ketimun Jepang dilaksanakan di Kelurahan Kolongan Kota Tomohon Sulawesi Utara. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan utama IbM Peta...
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
PELATIHAN BAHASA JEPANG PERHOTELAN BAGI PENGELOLA DAN PEKERJA AKOMODASI DI DESA JATILUWIH
Tujuan pengabdian kepada masyarakat di desa Jatiluwih adalah untuk peningkatan sumber daya manusia para pengelola akomodasi dan pekerja di desa Jatiluwih sehingga mereka nantinya b...
Pengaruh Fenomena Shoushika Terhadap Perekonomian Jepang
Pengaruh Fenomena Shoushika Terhadap Perekonomian Jepang
Jepang merupakan negara yang memiliki perekonomian yang relatif stabil dan unggul dibandingkan negara sekitarnya. Dibalik hal tersebut terdapat tantangan berupa kondisi demografi S...

Back to Top