Javascript must be enabled to continue!
FILOSOFI HIDANGAN PADA PERAYAAN CHUNJIE DAN OSHOUGATSU
View through CrossRef
Setiap masyarakat pada suatu negara menyambut pergantian tahun dengan tradisi masing-masing. Termasuk masyarakat Tiongkok dan Jepang. Masyarakat Tiongkok menyebut tahun mereka dengan sebutan chunjie, masyarakat Jepang menyebut tahun baru mereka dengan sebutan oshougatsu. Pada tradisi penyambutan tahun baru, masyarakat pada kedua negara tersebut memiliki tradisi penyambutan dengan menghidangkan beberapa jenis makanan. Hidangan-hidangan tersebut dianggap memiliki filosofi tersendiri. Tiongkok dan Jepang sebagai negara yang bertetangga memiliki persamaan dan perbedaan pada jenis hidangan makanannya. Maka diketahui; (1) filosofi yang terkandung pada setiap hidangan perayaan chunjie dan oshougatsu, (2) persamaan dan perbedaan terhadap hidangan perayaan chunjie dan oshougatsu tersebut. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan sumber data dari hasil wawancara dengan orang Tiongkok dan orang Jepang ditemukan data berupa kebiasaan menyantap hidangan spesial pada perayaan chunjie dan oshougatsu. Data tersebut digunakan untuk mengkomparasikan kedua budaya terhadap hidangan chunjie dan oshougatsu. Persamaan hidangan yang dinikmati oleh masyarakat Tiongkok dan Jepang saat merayakan tahun baru yaitu (1). Ikan. (2). Mie. Menurut masyarakat Tiongkok Ikan memiliki nilai filosofi keberkahan, sedangkan masyarakat Jepang menandakan sebagai kesuksesan. Dan Mie bagi masyarakat Tiongkok sebagai pelambangan keluarga harmonis sedangkan masyarakat Jepang menandakan umur panjang. Sedangkan perbedaan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Tiongkok saat merayakan tahun baru adalah (1). Pangsit, (2). Kaki babi, (3). Bakso daging, (4). Ayam. Dan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Jepang adalah (1). Olahan ikan, (2). Potongan telur ikan Herring, (3). Rumput laut gulung, (4). Udang, (5). Kacang hitam, (6). Telur gulung, (7). Sup. Perbedaan hidangan makanan yang dikonsumsi tersebut dipengaruhi oleh letak geografis kedua negara, pelaksanaan tahun baru, dan musim yang berlangsung saat perayaan tahun baru.
Title: FILOSOFI HIDANGAN PADA PERAYAAN CHUNJIE DAN OSHOUGATSU
Description:
Setiap masyarakat pada suatu negara menyambut pergantian tahun dengan tradisi masing-masing.
Termasuk masyarakat Tiongkok dan Jepang.
Masyarakat Tiongkok menyebut tahun mereka dengan sebutan chunjie, masyarakat Jepang menyebut tahun baru mereka dengan sebutan oshougatsu.
Pada tradisi penyambutan tahun baru, masyarakat pada kedua negara tersebut memiliki tradisi penyambutan dengan menghidangkan beberapa jenis makanan.
Hidangan-hidangan tersebut dianggap memiliki filosofi tersendiri.
Tiongkok dan Jepang sebagai negara yang bertetangga memiliki persamaan dan perbedaan pada jenis hidangan makanannya.
Maka diketahui; (1) filosofi yang terkandung pada setiap hidangan perayaan chunjie dan oshougatsu, (2) persamaan dan perbedaan terhadap hidangan perayaan chunjie dan oshougatsu tersebut.
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif.
Berdasarkan sumber data dari hasil wawancara dengan orang Tiongkok dan orang Jepang ditemukan data berupa kebiasaan menyantap hidangan spesial pada perayaan chunjie dan oshougatsu.
Data tersebut digunakan untuk mengkomparasikan kedua budaya terhadap hidangan chunjie dan oshougatsu.
Persamaan hidangan yang dinikmati oleh masyarakat Tiongkok dan Jepang saat merayakan tahun baru yaitu (1).
Ikan.
(2).
Mie.
Menurut masyarakat Tiongkok Ikan memiliki nilai filosofi keberkahan, sedangkan masyarakat Jepang menandakan sebagai kesuksesan.
Dan Mie bagi masyarakat Tiongkok sebagai pelambangan keluarga harmonis sedangkan masyarakat Jepang menandakan umur panjang.
Sedangkan perbedaan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Tiongkok saat merayakan tahun baru adalah (1).
Pangsit, (2).
Kaki babi, (3).
Bakso daging, (4).
Ayam.
Dan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Jepang adalah (1).
Olahan ikan, (2).
Potongan telur ikan Herring, (3).
Rumput laut gulung, (4).
Udang, (5).
Kacang hitam, (6).
Telur gulung, (7).
Sup.
Perbedaan hidangan makanan yang dikonsumsi tersebut dipengaruhi oleh letak geografis kedua negara, pelaksanaan tahun baru, dan musim yang berlangsung saat perayaan tahun baru.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
PERBANDINGAN AOMORI NEBUTA MATSURI DENGAN PERAYAAN OGOH-OGOH DI BALI
Abstrak: Setiap Negara memiliki bermacam-macam kebudayaan, diantaranya Jepang dan Indonesia. Di Jepang memiliki perayaan yang bernama Aomori Nebuta Matsuri, dan perayaan tersebut ...
Interaksi Mualaf India dengan Keluarga Bukan Islam Ketika Sambutan Perayaan Agama Hindu
Interaksi Mualaf India dengan Keluarga Bukan Islam Ketika Sambutan Perayaan Agama Hindu
Setiap agama dan bangsa di dunia memiliki perayaan yang tersendiri disambut pada hari dan tarikh tertentu. Perayaan masing-masing disambut penuh kemeriahan yang mengandungi pelbaga...
PENGOLAHAN BABI RICA KHAS MANADO YANG DI KREASIKAN MENJADI MAKANAN KHAS KALIMANTAN
PENGOLAHAN BABI RICA KHAS MANADO YANG DI KREASIKAN MENJADI MAKANAN KHAS KALIMANTAN
Babi Rica merupakan makanan khas yang berasal dari Manado yang terkenal dengankepedasannya. Hidangan ini menggabungkan daging babi yang dipotong berbentuk dadudengan bumbu pedas ya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Monograf Komprehensif Tradisi Ritual Budaya, Potensi Ekonomi, dan Penerapan Teknologi Informasi dalam Pelestarian Warisan Tionghoa melalui Perayaan Kwan Im Hud Couw pada Kota Tangerang
Monograf Komprehensif Tradisi Ritual Budaya, Potensi Ekonomi, dan Penerapan Teknologi Informasi dalam Pelestarian Warisan Tionghoa melalui Perayaan Kwan Im Hud Couw pada Kota Tangerang
Penelitian ini mengkaji pelestarian budaya Tionghoa di Kota Tangerang melalui perayaan Kwan Im Hud Couw, yang memadukan tradisi ritual, dampak ekonomi, dan penerapan teknologi info...
IDENTIFIKASI HIDANGAN SOSIS TRADIONAL BALI “URUTAN” BERBAHAN NABATI DI DESA PANJI ANOM
IDENTIFIKASI HIDANGAN SOSIS TRADIONAL BALI “URUTAN” BERBAHAN NABATI DI DESA PANJI ANOM
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hidangan sosis tradisional Bali “urutan” berbahan nabati khas Desa Panji Anom ditinjau dari segi bahan, teknik pengolahan dan cara p...

