Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pembentukan Core Collection untuk Sumber Daya Genetik Padi Toleran Kekeringan

View through CrossRef
<p>The Development of Core Collection for Rice Genetic Resources Tolerant to Drought. The experiment was conducted in dry season, July-September 2009 at the research farm in Jakenan, Central Java and planted in randomized block design (RBD) arrangement by using 150 accessions with the plot size of 5 m x 1 m, with plant spacing 25 cm x 20 cm and three replications. Another experiment used as control and grown as upland rice without drought stresses by watering twice in a week was planted in RBD arrangement with two replications, plot size 5 m x 1 m and spacing 25 cm x 20 cm. The results showed that 26 varieties were selected for sub core collection for drought tolerance. Jatiluhur and B.9645-E-Mr-89 had the highest yield potential respectively 3,88 dan 3,77 t/h. All of the varieties with tolerant to drought were selected for core collection. This would be very important as they could be directly grown by farmers as tolerant varieties or used as sources of gene in the breeding program to improve varieties for drought tolerant with high yielding potential.</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Pembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada musim kemarau, Juli-September 2009 di Kebun Penelitian Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Jakenan, Jawa Tengah, dengan rancangan acak kelompok, tiga ulangan, menggunakan 150 aksesi yang ditanam pada petak berukuran 5 m x 1 m. Tanaman disiram setiap tiga hari sekali sampai tumbuh baik dan setelah berumur 25 hari tanaman mulai dikeringkan. Sebagai petak pembanding adalah tanaman padi gogo biasa yang disiram setiap dua seminggu sekali sampai panen. Pertanaman pembanding ditanam dengan jarak 25 cm x 20 cm. Dari penelitian ini terpilih 26 varietas toleran kekeringan dengan skor 1-5. Di antara aksesi ini terdapat varietas yang berumur genjah dan sedang (115-135 hari), sehingga waktu panennya agak berbeda. Varietas Jatiluhur dan galur B.9645- E-Mr-89 mempunyai potensi hasil paling tinggi, masingmasing 3,88 dan 3,77 t/ha dan toleran terhadap kekeringan. Aksesi yang toleran terhadap kekeringan terutama yang mempunyai potensi hasil tinggi, dapat langsung digunakan oleh petani atau sebagai sumber gen dalam perakitan varietas unggul toleran kekeringan dan berpotensi hasil tinggi.</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Pembentukan Core Collection untuk Sumber Daya Genetik Padi Toleran Kekeringan
Description:
<p>The Development of Core Collection for Rice Genetic Resources Tolerant to Drought.
The experiment was conducted in dry season, July-September 2009 at the research farm in Jakenan, Central Java and planted in randomized block design (RBD) arrangement by using 150 accessions with the plot size of 5 m x 1 m, with plant spacing 25 cm x 20 cm and three replications.
Another experiment used as control and grown as upland rice without drought stresses by watering twice in a week was planted in RBD arrangement with two replications, plot size 5 m x 1 m and spacing 25 cm x 20 cm.
The results showed that 26 varieties were selected for sub core collection for drought tolerance.
Jatiluhur and B.
9645-E-Mr-89 had the highest yield potential respectively 3,88 dan 3,77 t/h.
All of the varieties with tolerant to drought were selected for core collection.
This would be very important as they could be directly grown by farmers as tolerant varieties or used as sources of gene in the breeding program to improve varieties for drought tolerant with high yielding potential.
</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Pembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan.
Penelitian dilaksanakan pada musim kemarau, Juli-September 2009 di Kebun Penelitian Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Jakenan, Jawa Tengah, dengan rancangan acak kelompok, tiga ulangan, menggunakan 150 aksesi yang ditanam pada petak berukuran 5 m x 1 m.
Tanaman disiram setiap tiga hari sekali sampai tumbuh baik dan setelah berumur 25 hari tanaman mulai dikeringkan.
Sebagai petak pembanding adalah tanaman padi gogo biasa yang disiram setiap dua seminggu sekali sampai panen.
Pertanaman pembanding ditanam dengan jarak 25 cm x 20 cm.
Dari penelitian ini terpilih 26 varietas toleran kekeringan dengan skor 1-5.
Di antara aksesi ini terdapat varietas yang berumur genjah dan sedang (115-135 hari), sehingga waktu panennya agak berbeda.
Varietas Jatiluhur dan galur B.
9645- E-Mr-89 mempunyai potensi hasil paling tinggi, masingmasing 3,88 dan 3,77 t/ha dan toleran terhadap kekeringan.
Aksesi yang toleran terhadap kekeringan terutama yang mempunyai potensi hasil tinggi, dapat langsung digunakan oleh petani atau sebagai sumber gen dalam perakitan varietas unggul toleran kekeringan dan berpotensi hasil tinggi.
</p>.

Related Results

Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Padi Melalui Valuasi Ekonomi
Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Padi Melalui Valuasi Ekonomi
<p><strong>English</strong><br />Indonesia has potency of widely diverse genetic resources of rice useful to assembly the new varieties. This study aimed to...
Analisis Karakteristik Kekeringan DAS Kapuas Kalimantan Barat Berdasarkan Luaran Global Climate Model
Analisis Karakteristik Kekeringan DAS Kapuas Kalimantan Barat Berdasarkan Luaran Global Climate Model
Daerah aliran sungai (DAS) Kapuas, walaupun berada di wilayah benua maritim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, namun sering mengalami kebakaran lahan dan hut...
PEMANFAATAN PUPUK HAYATI MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI KEKERINGAN PADA TANAMAN NILAM
PEMANFAATAN PUPUK HAYATI MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI KEKERINGAN PADA TANAMAN NILAM
ABSTRAK<br />Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman<br />atsiri utama di Indonesia. Saat ini sekitar 90% minyak nilam dunia<br />dihasilkan ole...
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MAROS KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN
<p>Bencana kekeringan merupakan bencana yang terjadi ketika ketersediaan air tanah tidak dapat mencukupi kebutuhan air bersih penduduk. Selama beberapa bulan terakhir di tahu...
Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara
Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara
ABSTRAKDedak padi merupakan limbah pengolahan padi menjadi beras dan kualitasnya bermacam-macam tergantung dari varietas padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas dedak pad...
Pembentukan Koleksi Inti Plasma Nutfah Padi
Pembentukan Koleksi Inti Plasma Nutfah Padi
<p>Development of Rice Core Collection. Tiur S. Silitonga and Andari Risliawati. Rice genetic resources have been collected from almost all of the district in the provinces o...
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR
Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di D...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...

Back to Top