Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Sistem Pemeliharaan Ternak Kambing di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah
View through CrossRef
Penelitian ini untuk mengetahui besaran faktor sosial ekonomi terhadap sistem pemeliharan ternak kambing di Kecamatan Leihitu. Penelitian menggunakan metode survei, sedangkan menentukan responden menggunakan metode purposive sampling agar peneliti mendapatkan data sesuai tujuan penelitian. Variabel-variabel yang diamati adalah sistem pemeliharaan ternak kambing (Y), umur peternak (X1), tingkat pendidikan (X2), pengalaman beternak (X3) dan jumlah tanggungan keluarga (X4). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umumnya sistem pemeliharaan kandang-lepas (semi intensif) lebih cenderung diterapkan oleh peternak di lokasi penelitian. Hasil analisis regresi linear berganda (multiple regression) diperoleh sebuah persamaan yang mempunyai arti bahwa bahwa variabel bebas/independen (X), pendidikan peternak (X2) dan jumlah tanggungan keluarga (X4) berpengaruh positif terhadap sistem pemeliharaan ternak kambing di Kecamatan Leihitu, sedangkan umur peternak (X1) dan pengalaman beternak (X3) berpengaruh negatif terhadap sistem pemeliharaan ternak kambing di Kecamatan Leihitu. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,546 atau 54,6 % menunjukkan bahwa besarnya pengaruh umur peternak (X1), pendidikan peternak (X2), pengalaman beternak (X3) dan jumlah tanggungan keluarga (X4) terhadap sistem pemeliharaan ternak kambing (Y) secara simultan adalah 54,6 % dan sisanya 45,4 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model persamaan.
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
Title: Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Sistem Pemeliharaan Ternak Kambing di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah
Description:
Penelitian ini untuk mengetahui besaran faktor sosial ekonomi terhadap sistem pemeliharan ternak kambing di Kecamatan Leihitu.
Penelitian menggunakan metode survei, sedangkan menentukan responden menggunakan metode purposive sampling agar peneliti mendapatkan data sesuai tujuan penelitian.
Variabel-variabel yang diamati adalah sistem pemeliharaan ternak kambing (Y), umur peternak (X1), tingkat pendidikan (X2), pengalaman beternak (X3) dan jumlah tanggungan keluarga (X4).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umumnya sistem pemeliharaan kandang-lepas (semi intensif) lebih cenderung diterapkan oleh peternak di lokasi penelitian.
Hasil analisis regresi linear berganda (multiple regression) diperoleh sebuah persamaan yang mempunyai arti bahwa bahwa variabel bebas/independen (X), pendidikan peternak (X2) dan jumlah tanggungan keluarga (X4) berpengaruh positif terhadap sistem pemeliharaan ternak kambing di Kecamatan Leihitu, sedangkan umur peternak (X1) dan pengalaman beternak (X3) berpengaruh negatif terhadap sistem pemeliharaan ternak kambing di Kecamatan Leihitu.
Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,546 atau 54,6 % menunjukkan bahwa besarnya pengaruh umur peternak (X1), pendidikan peternak (X2), pengalaman beternak (X3) dan jumlah tanggungan keluarga (X4) terhadap sistem pemeliharaan ternak kambing (Y) secara simultan adalah 54,6 % dan sisanya 45,4 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model persamaan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Dinamika Populasi Ternak Kambing Lakor di Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Dinamika Populasi Ternak Kambing Lakor di Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Abstract
This study aims at determining the population dynamics of the Lakor goats raised traditionally by the local community in Lakor District, Southwest Maluku Regency. This st...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Perilaku Voluntary Feed Intake Kambing yang Dilepas di Perkebunan Lada pada Sistem Integrasi Lada-Kambing
Perilaku Voluntary Feed Intake Kambing yang Dilepas di Perkebunan Lada pada Sistem Integrasi Lada-Kambing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku voluntary feed intake kambing yang dilepas di perkebunan lada. Model perilaku makan kambing dapat digunakan sebagai dasar unt...
INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN BATU KELIANG UTARA LOMBOK TENGAH
INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN BATU KELIANG UTARA LOMBOK TENGAH
Populasi ternak kambing di Kecamatan Batu Keliang Utara Lombok Tengah tercatat hanya sekitar 873 ekor. Masyarakat Batu Kliang Utara menginginkan pengembangan ternak yang berbasis ...
Pengukuran Kualitas Semen dan Morfologi Spermatozoa Kambing Kacang sebagai Dasar Pembuatan Semen Beku
Pengukuran Kualitas Semen dan Morfologi Spermatozoa Kambing Kacang sebagai Dasar Pembuatan Semen Beku
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas semen dan morfologi sel spermatozoa ternak kambing jantan sebagai dasar pembuatan semen beku. Populasi ternak kambing di Kabupaten ...

