Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH METODE KONSELING ASI PADA MASA NIFAS TERHADAP KEJADIAN PUTING SUSU LECET

View through CrossRef
Latar Belakang: Dampak yang terjadi pada bayi jika tidak mendapatkan ASI yaitu dapat menyebabkan bayi kuning (ikterik) karena tidak mendapatkan ASI yang cukup, berat badan bayi tidak ideal, menyebabkan karies dentis dan rentan terhadap perlindungan infeksi dan diare. Keberhasilan dalam memberikan ASI pada bayi harus ditunjang dengan tindakan menyusui yang efektif. Fasilitas kesehatan perlu memiliki konselor menyusui terlatih yang mempunyai kompetensi untuk membantu ibu dalam menyusui secara eksklusif selama enam bulan. Bidan sebagai konselor harus mampu membimbing ibu hamil, terutama ibu yang baru pertama kali mempunyai anak yang berkaitan dengan pemberian ASI. Tujuan: Tujuan penelitian mengetahui pengaruh konseling ASI terhadap kejadian lecet puting susu pada ibu nifas. Metode: Penelitian Kuantitatif, desain case control dengan variable konseling ASI dan Putting Susu Lecet. Sampe Ibu nifas mulai 7 hari hingga 14 hari. Total 40 orang dengan 1:1 antar kelompok. Analisis data univariat (distribusi frekuensi) dan data bivariat (chi square) Hasil: Responden 2 kelompok 20 orang control dan 20 orang kelompok pembanding. Dari 40 responden didapatkan 14 orang atau 35% mengalami lecet pada puting susu. Simpulan: Terdapat pengaruh metode konseling ASI pada ibu nifas dengan kejadian putting susu lecet. Kata Kunci: Konselor ASI, Konseling ASI, Nifas, Lecet Putting susu
Title: PENGARUH METODE KONSELING ASI PADA MASA NIFAS TERHADAP KEJADIAN PUTING SUSU LECET
Description:
Latar Belakang: Dampak yang terjadi pada bayi jika tidak mendapatkan ASI yaitu dapat menyebabkan bayi kuning (ikterik) karena tidak mendapatkan ASI yang cukup, berat badan bayi tidak ideal, menyebabkan karies dentis dan rentan terhadap perlindungan infeksi dan diare.
Keberhasilan dalam memberikan ASI pada bayi harus ditunjang dengan tindakan menyusui yang efektif.
Fasilitas kesehatan perlu memiliki konselor menyusui terlatih yang mempunyai kompetensi untuk membantu ibu dalam menyusui secara eksklusif selama enam bulan.
Bidan sebagai konselor harus mampu membimbing ibu hamil, terutama ibu yang baru pertama kali mempunyai anak yang berkaitan dengan pemberian ASI.
Tujuan: Tujuan penelitian mengetahui pengaruh konseling ASI terhadap kejadian lecet puting susu pada ibu nifas.
Metode: Penelitian Kuantitatif, desain case control dengan variable konseling ASI dan Putting Susu Lecet.
Sampe Ibu nifas mulai 7 hari hingga 14 hari.
Total 40 orang dengan 1:1 antar kelompok.
Analisis data univariat (distribusi frekuensi) dan data bivariat (chi square) Hasil: Responden 2 kelompok 20 orang control dan 20 orang kelompok pembanding.
Dari 40 responden didapatkan 14 orang atau 35% mengalami lecet pada puting susu.
Simpulan: Terdapat pengaruh metode konseling ASI pada ibu nifas dengan kejadian putting susu lecet.
Kata Kunci: Konselor ASI, Konseling ASI, Nifas, Lecet Putting susu.

Related Results

Inverted nipples: a postpartum care case report
Inverted nipples: a postpartum care case report
Masa nifas adalah masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung sekitar 6 minggu. Pada m...
HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN PUTING LECET PADA IBU NIFAS DI PMB ERLYN FERRYAWATI KABUPATEN LUMAJANG
HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN PUTING LECET PADA IBU NIFAS DI PMB ERLYN FERRYAWATI KABUPATEN LUMAJANG
Pendahuluan: Permasalahan yang sering terjadi pada ibu menyusui adalah teknik menyusui yang salah sehingga mengakibatkan puting pecah-pecah, dimana bayi tidak menyusu sampai ke are...
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI TALANG PADANG KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA MASA NIFAS DI TALANG PADANG KABUPATEN TANGGAMUS LAMPUNG
Masa nifas adalah periode kritis setelah melahirkan dimana risiko komplikasi kesehatan tinggi bagi ibu, diketahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas di ...
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan organoleptik yoghurt yang dibuat menggunakan kultur yoghurt dan jenis susu yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksana...
GAMBARAN PERILAKU IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR
GAMBARAN PERILAKU IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR
Menurut data World Health Organization (WHO) melaporkan secara global rata-rata pemberian asi eksklusif di dunia pada tahun 2017 hanya sebesar 38% WHO menargetkan pada tahun 2025 a...
Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Tanda Bahaya Masa Nifas
Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Tanda Bahaya Masa Nifas
Masa nifas merupakan masa yang beresiko terjadi kematian pada ibu, sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hamper 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 ...

Back to Top