Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KEKUATAN BANGUNAN TERHADAP GAYA GEMPA DENGAN METODE PUSHOVER STUDI KASUS GEDUNG ASRAMA PUSDIKLAT PPATK, DEPOK
View through CrossRef
Indonesia is an archipelago country located at a meeting of three tectonic plates so that Indonesia has the potential to experience an earthquake. As a result of the earthquake many buildings are damaged building structures. When an earthquake happens, the building is expected to be able to accept a certain level of earthquake force without significant damage to the structure or if the collapsing structures must be able to give non-linear behavior in the postelasticconditions so that the building's safety level against earthquake and safety of the occupants is more secure. The Pusdiklat PPATK boarding house, Depok is a building which in its development planning is expected to be able to accept the earthquake force and behave non-linearly. But this dormitory building does not yet have data on building resistance to earthquake forces. Therefore it is necessary to analyze this building by using one method of building strength analysis to earthquake forces that is pushover method. This analysis is done using SAP2000 program. The conclusion of the analysis shows that the greater the force (base force) given the greater the displacement that occurs in the building. The maximum earthquake load that the building can accept is 730,383 kN. Based on the ATC-40 performance limit the building is at the level of IO, indicating that the building is safe to use during an earthquake.
Title: ANALISIS KEKUATAN BANGUNAN TERHADAP GAYA GEMPA DENGAN METODE PUSHOVER STUDI KASUS GEDUNG ASRAMA PUSDIKLAT PPATK, DEPOK
Description:
Indonesia is an archipelago country located at a meeting of three tectonic plates so that Indonesia has the potential to experience an earthquake.
As a result of the earthquake many buildings are damaged building structures.
When an earthquake happens, the building is expected to be able to accept a certain level of earthquake force without significant damage to the structure or if the collapsing structures must be able to give non-linear behavior in the postelasticconditions so that the building's safety level against earthquake and safety of the occupants is more secure.
The Pusdiklat PPATK boarding house, Depok is a building which in its development planning is expected to be able to accept the earthquake force and behave non-linearly.
But this dormitory building does not yet have data on building resistance to earthquake forces.
Therefore it is necessary to analyze this building by using one method of building strength analysis to earthquake forces that is pushover method.
This analysis is done using SAP2000 program.
The conclusion of the analysis shows that the greater the force (base force) given the greater the displacement that occurs in the building.
The maximum earthquake load that the building can accept is 730,383 kN.
Based on the ATC-40 performance limit the building is at the level of IO, indicating that the building is safe to use during an earthquake.
Related Results
PERANAN PERBANKAN DALAM UPAYA MEMBANTU TUGAS PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK) MENCEGAH TERJADINYA PENCUCIAN UANG
PERANAN PERBANKAN DALAM UPAYA MEMBANTU TUGAS PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK) MENCEGAH TERJADINYA PENCUCIAN UANG
Pembentukan lembaga khusus yang menangani masalah pencucian uang di Indonesia diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pembe...
Kinerja Struktur Gedung Menggunakan Analisis Pushover Gedung Graha Pramesti
Kinerja Struktur Gedung Menggunakan Analisis Pushover Gedung Graha Pramesti
Gempa bumi banyak terjadi di Indonesia dan salah satunya adalah Kota Malang yang memiliki berbagai dampak diantaranya memakan korban jiwa dan merusak bangunan secara total. Dampak ...
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat di Jakarta Menggunakan Pushover Analysis
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat di Jakarta Menggunakan Pushover Analysis
Gempa bumi menjadi bencana yang sering terjadi di Indonesia salah satunya di wilayah DKI Jakarta. Gempa bumi diasumsikan sebagai beban lateral yang nantinya didistribusikan ke semu...
ANALISIS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: THE ROYAL IDI HOTEL)
ANALISIS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: THE ROYAL IDI HOTEL)
Pemeliharaan bangunan gedung merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan dimana pemeliharaan dapat meningkatkan umur pakai dari bangunan tesebut. Di Indonesia peraturan tentan...
Studi Struktur Gedung Beton Bertulang Pada Gedung RND PT Bernofarm Sidoarjo Menggunakan Metode Pushover Analysis dengan Program ETABS V.19 dan SAP2000 V.22
Studi Struktur Gedung Beton Bertulang Pada Gedung RND PT Bernofarm Sidoarjo Menggunakan Metode Pushover Analysis dengan Program ETABS V.19 dan SAP2000 V.22
Indonesia merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi karena itu, konstruksi bangunan harus didesain sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan un...
"Menganalisis Perbandingan Kurva Hazard Menggunakan Fungsi Atenuasi"
"Menganalisis Perbandingan Kurva Hazard Menggunakan Fungsi Atenuasi"
Papua merupakan daerah rawan gempa di Indonesia karena letaknya berada di jalur tektonik aktif sehingga menyebabkan daerah papua rawan terjadinya gempa. Upaya peningkatan mitigasi ...
Kinerja Struktur Gedung Perkuliahan 10 Lantai Berdasarkan Analisis Nonlinier Pushover dan Atc-40
Kinerja Struktur Gedung Perkuliahan 10 Lantai Berdasarkan Analisis Nonlinier Pushover dan Atc-40
Abstrak
Pembangunan struktur gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat sebagian besar wilayahnya terletak dalam wilayah gempa dengan intensitas moderat hingga...
Evaluasi Struktur Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kuantan Singingi dengan Metode Analisis Pushover
Evaluasi Struktur Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kuantan Singingi dengan Metode Analisis Pushover
Gempa bumi menyebabkan kerusakan bangunan dan korban jiwa. Kota Ternate tercatat telah terjadi gempa bumi yang belum lama terjadi, yaitu pada 15 November 2014 berkekuatan 7,3 skal...

