Javascript must be enabled to continue!
Fragmen Diskursus Islam Nusantara
View through CrossRef
Islam nusantara is present as a thought based on the history of the ancestors. The influx of Islam in Indonesia is clearly not through conquest, colonization, or warfare, but through the inner rooms of religious and cultural relations through the benefit of trade, marriage, civility, and cultural practices.
It is no wonder that nusantara's legacy has been created by sanad scientists, literature, audio compositions, cultural traditions and architecture. Everything becomes a separate color in the islamic khazanah region.
Why is that? Because in the nascent fragment of the islamic discourse there has always been a posturing attitude: tawassuth (moderate), tawazun (fair), tasamuh (tolerant), I 'tidal (upright, consistent, istiqamah), amar ma 'ruf mungkar, proposes of good works, prevent all that devalues humanity.
Islam Nusantara hadir sebagai pemikiran yang berlandaskan pada sejarah nenek moyang. Masuknya Islam di Indonesia sudah jelas tidak melalui penaklukan, kolonisasi, maupun peperangan, akan tetapi melalui ruang batin relasi keagamaan dan kebudayaan.
Dengan memanfaatkan praktik perdagangan, pernikahan, kekerabatan, dan senibudaya.Sehingga tidak heran mampu menciptakan banyak sekali warisan Islam Nusantara berupa keilmuan-sanad, karya sastra, gubahan seni suara, tradisi budaya dan seni arsitektur. Semuanya menjadi warna tersendiri dalam khazanah Islam Nusantara.
Kenapa demikian? karena dalam fragmen diskursus Islam nusantara selalu mengedepankan sikap: Tawassuth (moderat), Tawazun (berimbang), Tasamuh (toleran), I’tidal (Tegak, Konsisten, Istiqamah), Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, mengajak perbuatan baik, mencegah semua hal yang merendahkan nilai-nilai kemanusiaan.
Yayasan Islam Nusantara Center
Title: Fragmen Diskursus Islam Nusantara
Description:
Islam nusantara is present as a thought based on the history of the ancestors.
The influx of Islam in Indonesia is clearly not through conquest, colonization, or warfare, but through the inner rooms of religious and cultural relations through the benefit of trade, marriage, civility, and cultural practices.
It is no wonder that nusantara's legacy has been created by sanad scientists, literature, audio compositions, cultural traditions and architecture.
Everything becomes a separate color in the islamic khazanah region.
Why is that? Because in the nascent fragment of the islamic discourse there has always been a posturing attitude: tawassuth (moderate), tawazun (fair), tasamuh (tolerant), I 'tidal (upright, consistent, istiqamah), amar ma 'ruf mungkar, proposes of good works, prevent all that devalues humanity.
Islam Nusantara hadir sebagai pemikiran yang berlandaskan pada sejarah nenek moyang.
Masuknya Islam di Indonesia sudah jelas tidak melalui penaklukan, kolonisasi, maupun peperangan, akan tetapi melalui ruang batin relasi keagamaan dan kebudayaan.
Dengan memanfaatkan praktik perdagangan, pernikahan, kekerabatan, dan senibudaya.
Sehingga tidak heran mampu menciptakan banyak sekali warisan Islam Nusantara berupa keilmuan-sanad, karya sastra, gubahan seni suara, tradisi budaya dan seni arsitektur.
Semuanya menjadi warna tersendiri dalam khazanah Islam Nusantara.
Kenapa demikian? karena dalam fragmen diskursus Islam nusantara selalu mengedepankan sikap: Tawassuth (moderat), Tawazun (berimbang), Tasamuh (toleran), I’tidal (Tegak, Konsisten, Istiqamah), Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, mengajak perbuatan baik, mencegah semua hal yang merendahkan nilai-nilai kemanusiaan.
Related Results
Perselisihan Tasawuf Di Nusantara: Perspektif Teori Konflik Karl Marx
Perselisihan Tasawuf Di Nusantara: Perspektif Teori Konflik Karl Marx
Abstract;Islam Nusantara is an Islam that is very strong with nuances of Sufism (Sufism). The process of spreading Sufism in the archipelago turned out to be colored by feuds betwe...
Islam Nusantara
Islam Nusantara
Kehidupan Islam bangsa Indonesia, beberapa kali terkoyak oleh aksi radikalisme yang tak bertanggung jawab. Aksi ini ternyata masih terus terjadi, bahkan hingga saat ini. Rasa keban...
Islam Nusantara: A Middle Way?
Islam Nusantara: A Middle Way?
Islam Nusantara is not a new thing. The word “Islam” combined with “Nusantara” is not only confirmed the name, but also the characters to show the pattern of a heterogeneous entity...
Kontradiskursus Makna Jihad sebagai Teror di Media Online suaramuhammadiyah.id dan NU Online
Kontradiskursus Makna Jihad sebagai Teror di Media Online suaramuhammadiyah.id dan NU Online
Pascareformasi tahun 1998, diskursus kelompok-kelompok muslim radikal menguat dalam mewacanakan pandangan-pandangannya melalui media-media online yang dimiliki. Mereka mewacanakan ...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract:
The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
Islam Nusantara as Strategy for Indonesian Nasionalism Inauguration
Islam Nusantara as Strategy for Indonesian Nasionalism Inauguration
<p>The discourse on Islam Nusantara has become quite popular discussion among Indonesian society in the last two to three years. Not only in the grassroots level, Islam Nusan...
Indonesianisasi Islam: Penguatan Islam Moderat dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia
Indonesianisasi Islam: Penguatan Islam Moderat dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia
Abstract: The history records that Islam entered Indonesia conducted through peaceful Da’wa. This peaceful Da’wa has given birth to the moderate Islam for Indonesian. The moderate ...
Kesultanan Nusantara dan Faham Keagamaan Moderat di Indonesia
Kesultanan Nusantara dan Faham Keagamaan Moderat di Indonesia
The Sultanates (Islamic kingdoms), have played a pivotal role in the spread of Islamic teachings throughout the Nusantara archipelago – the archipelago that was later to be known ...

