Javascript must be enabled to continue!
Prosiding ASBAM Ke-5. Telaah Nilai-Nilai dalam Sastra Klasik Sebagai Upaya Pemertahanan Budaya
View through CrossRef
Sastra Klasik adalah sastra yang terlahir pada masa lampau, yang penciptanya tidak diketahui atau bersifat anonim karena dianggap milik bersama. Sastra klasik ini beredar dari mulut ke mulut (dari pencerita satu ke pencerita lainnya secara turun- temurun), tetapi saat ini sudah mulai dituliskan agar dapat terdokumentasikan untuk generasi berikutnya. Pendokumentasian dilakukan, baik secara lembaga maupun secara individu. Misalnya, Balai Bahasa di setiap provinsi telah mendokumentasikan dan mengkaji beberapa sastra klasik, seperti Balai Bahasa Makassar dan secara individu Kasma F. Amin telah merampungkan dua buku, yakni Sastra Klasik Bugis-Makassar dan Pappaseng Ugik. Hal di atas dilakukan karena dianggap bahwa satra klasik sebagai produk masa lalu dari anak bangsa, yang perlu dipertahankan karena mengandung nilai-nilai yang amat bermamfaat dalam kehidupan global ini. Misalnya, dalam bahasa Bugis dikenal istilah sipakatau sipakalebbi. Istilah ini mengandung nilai kemanusiaan yang amat dalam karena di dalamnya tersirat suatu usaha atau upaya mengangkat sisi kemanusiaan dengan cara menghormati antara sesama manusia tanpa melihat perbedaan latar belakang suku, budaya, sosial, dan atau pun agamanya. Konsep ini sejalan dengan kehidupan di era global, yaitu hubungan manusia dibangun dengan sangat plural. Maksudnya, hubungan pergaulan antara manusia satu dengan manusia lainnya yang saling berbeda, tetapi dapat hidup secara berdampingan dan harmonis.Nilai-nilai dalam sastra klasik sangat beragam, yakni dapat berupa nilai etis, estetis, filosofis, dan religius. Namun, dalam makalah ini, nilai-nilai yang akan ditelaah dibatasi pada aspek nilai etis. Nilai-nilai etis secara umum terbagi atas dua, yakni nilai etis pribadi dan nilai etis sosial. Sastra klasik sebagai sumber data dibatasi pula pada sastra klasik Bugis-Makassar sebagai produk lokal masyarakat Sulawesi Selatan. Dalam menelaah karya-karya sastra klasik digunakan pendekatan semiotik. Semiotik yang dimaksud adalah semiotika yang dikembangkan oleh Riffaterre.
Title: Prosiding ASBAM Ke-5. Telaah Nilai-Nilai dalam Sastra Klasik Sebagai Upaya Pemertahanan Budaya
Description:
Sastra Klasik adalah sastra yang terlahir pada masa lampau, yang penciptanya tidak diketahui atau bersifat anonim karena dianggap milik bersama.
Sastra klasik ini beredar dari mulut ke mulut (dari pencerita satu ke pencerita lainnya secara turun- temurun), tetapi saat ini sudah mulai dituliskan agar dapat terdokumentasikan untuk generasi berikutnya.
Pendokumentasian dilakukan, baik secara lembaga maupun secara individu.
Misalnya, Balai Bahasa di setiap provinsi telah mendokumentasikan dan mengkaji beberapa sastra klasik, seperti Balai Bahasa Makassar dan secara individu Kasma F.
Amin telah merampungkan dua buku, yakni Sastra Klasik Bugis-Makassar dan Pappaseng Ugik.
Hal di atas dilakukan karena dianggap bahwa satra klasik sebagai produk masa lalu dari anak bangsa, yang perlu dipertahankan karena mengandung nilai-nilai yang amat bermamfaat dalam kehidupan global ini.
Misalnya, dalam bahasa Bugis dikenal istilah sipakatau sipakalebbi.
Istilah ini mengandung nilai kemanusiaan yang amat dalam karena di dalamnya tersirat suatu usaha atau upaya mengangkat sisi kemanusiaan dengan cara menghormati antara sesama manusia tanpa melihat perbedaan latar belakang suku, budaya, sosial, dan atau pun agamanya.
Konsep ini sejalan dengan kehidupan di era global, yaitu hubungan manusia dibangun dengan sangat plural.
Maksudnya, hubungan pergaulan antara manusia satu dengan manusia lainnya yang saling berbeda, tetapi dapat hidup secara berdampingan dan harmonis.
Nilai-nilai dalam sastra klasik sangat beragam, yakni dapat berupa nilai etis, estetis, filosofis, dan religius.
Namun, dalam makalah ini, nilai-nilai yang akan ditelaah dibatasi pada aspek nilai etis.
Nilai-nilai etis secara umum terbagi atas dua, yakni nilai etis pribadi dan nilai etis sosial.
Sastra klasik sebagai sumber data dibatasi pula pada sastra klasik Bugis-Makassar sebagai produk lokal masyarakat Sulawesi Selatan.
Dalam menelaah karya-karya sastra klasik digunakan pendekatan semiotik.
Semiotik yang dimaksud adalah semiotika yang dikembangkan oleh Riffaterre.
Related Results
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
PEMBELAJARAN BOTANI SASTRA DI ERA MILENIAL
Pembelajaran sastra di era milenial memang diperlukan perspektif terbaru. Di antara perspektif yang mulai berkembang yaitu pembelajaran botani sastra. Botani sastra adalah selukd b...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Metamorfosis Gastronomi Dalam Karya Sastra Kuliner
Metamorfosis Gastronomi Dalam Karya Sastra Kuliner
Abstrak. Tulisan ini merupakan hasil kajian pustaka tentang gastronomi sebagai disiplin yang memayungi kajian karya sastra kuliner yang banyak kita temukan dalam berbagai genre sas...
INVESTIGASI NATURALISTIK PENGARUH PENDEKATAN SASTRA DALAM MENGEMBANGKAN APRESIASI KARYA SASTRA BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA
INVESTIGASI NATURALISTIK PENGARUH PENDEKATAN SASTRA DALAM MENGEMBANGKAN APRESIASI KARYA SASTRA BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pendekatan sastra dalam mengembangkan apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra Bahasa Indonesia. Menggunakan pendekatan kual...
WORKSHOP PENULISAN RUBRIK SASTRA MEDIA MASSA DAN SINOPSIS CERPEN KONTEMPORER TAKANITRA KABUPATEN BARRU
WORKSHOP PENULISAN RUBRIK SASTRA MEDIA MASSA DAN SINOPSIS CERPEN KONTEMPORER TAKANITRA KABUPATEN BARRU
Kecamatan Barru adalah kecamatan yang berada di Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Kecamatan Barru juga merupakan ibu kota dari Kabupaten Barru. Di kelurahan Tuwong Kecama...
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA
Proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan, harus dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa memperol...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...

