Javascript must be enabled to continue!
EFEKTIVITAS PIJAT REFLEKSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GULA DARAH DI RT 10 KELURAHAN RAWA BUAYA JAKARTA BARAT
View through CrossRef
ABSTRACT
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolisme bersifat kronis ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah.Diabetes mellitus secara penatalaksanaan nya bisa farmakologi dan non farmakologi.Salah satu cara non farmakologi adalah terapi komplementer, diantaranya adalah pijat refleksi.Pijat refleksi yang dilakukan pada kaki terutama di area organ yang bermasalah, akan memberikan rangsangan pada titik saraf yang berhubungan dengan pankreas.untuk mengetahui pengaruh pijat refleksi kaki terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu dengan diabetes mellitus tipe II. jenis penelitian pra eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian 21 responden dengan diabetes mellitus tipe II. Teknik pengambilan sampel total sampling dengan pengumpulan data menggunakan alat ukur kadar gula darah, minyak zaitun, stopwatch dan lembar observasi. Hasil uji statistik paired simple t-test diperoleh nilai p value0,000 (<0,05%) artinya ada pengaruh pijat refleksi kaki terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu dengan diabetes mellitus tipe II di RT 10 Kelurahan Rawa Buaya Jakarta Barat .
Kata Kunci : diabetes mellitus, kadar gula darah, pijat refleksi
ABSTRACK
Diabetes mellitus is a metabolic disease chronic in nature is characterized by an increase in blood sugar levels. His treatment in diabetes mellitus can Pharmacology and non pharmacological. One of the ways the non pharmacological therapy is a complementary, such as reflexology. Reflexology is done on foot especially in the problematic organ area, will provide the stimulation on nerve points related to the pancreas. to know the influence of reflexology the foot against a decline in blood sugar levels while with type II diabetes mellitus.This type of research pre experiments with one group pretest – posttest design . Sample research 21 respondents with type II diabetes mellitus. The technique of sampling total sampling with data collection using the tool to measure blood sugar levels, olive oil, a stopwatch and a sheet of observation. The results of statistical tests simple paired t-test obtained p value 0.000 values (<0.05) This means that there is influence of reflexology the foot against a decline in blood sugar levels while with type II diabetes mellitus in Posbindu Sehati RW 04 Kelurahan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat.
Keywords : Diabetes mellitus, Blood sugar levels, Foot reflexology massage
Title: EFEKTIVITAS PIJAT REFLEKSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GULA DARAH DI RT 10 KELURAHAN RAWA BUAYA JAKARTA BARAT
Description:
ABSTRACT
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolisme bersifat kronis ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah.
Diabetes mellitus secara penatalaksanaan nya bisa farmakologi dan non farmakologi.
Salah satu cara non farmakologi adalah terapi komplementer, diantaranya adalah pijat refleksi.
Pijat refleksi yang dilakukan pada kaki terutama di area organ yang bermasalah, akan memberikan rangsangan pada titik saraf yang berhubungan dengan pankreas.
untuk mengetahui pengaruh pijat refleksi kaki terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu dengan diabetes mellitus tipe II.
jenis penelitian pra eksperimen dengan one group pretest-posttest design.
Sampel penelitian 21 responden dengan diabetes mellitus tipe II.
Teknik pengambilan sampel total sampling dengan pengumpulan data menggunakan alat ukur kadar gula darah, minyak zaitun, stopwatch dan lembar observasi.
Hasil uji statistik paired simple t-test diperoleh nilai p value0,000 (<0,05%) artinya ada pengaruh pijat refleksi kaki terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu dengan diabetes mellitus tipe II di RT 10 Kelurahan Rawa Buaya Jakarta Barat .
Kata Kunci : diabetes mellitus, kadar gula darah, pijat refleksi
ABSTRACK
Diabetes mellitus is a metabolic disease chronic in nature is characterized by an increase in blood sugar levels.
His treatment in diabetes mellitus can Pharmacology and non pharmacological.
One of the ways the non pharmacological therapy is a complementary, such as reflexology.
Reflexology is done on foot especially in the problematic organ area, will provide the stimulation on nerve points related to the pancreas.
to know the influence of reflexology the foot against a decline in blood sugar levels while with type II diabetes mellitus.
This type of research pre experiments with one group pretest – posttest design .
Sample research 21 respondents with type II diabetes mellitus.
The technique of sampling total sampling with data collection using the tool to measure blood sugar levels, olive oil, a stopwatch and a sheet of observation.
The results of statistical tests simple paired t-test obtained p value 0.
000 values (<0.
05) This means that there is influence of reflexology the foot against a decline in blood sugar levels while with type II diabetes mellitus in Posbindu Sehati RW 04 Kelurahan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat.
Keywords : Diabetes mellitus, Blood sugar levels, Foot reflexology massage.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Implementasi Terapi Pijat Refleksi Terhadap Pengendalian Glukosa Darah Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus Tipe-2 Di Puskesmas Kalangan
Implementasi Terapi Pijat Refleksi Terhadap Pengendalian Glukosa Darah Pada Pasien Dengan Diabetes Mellitus Tipe-2 Di Puskesmas Kalangan
Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula di dalam darah dan terdapat resistensi insulin kurangnya insulin yang relative dan bisa terjadi kompli...
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
Penerapan Terapi Pijat Refleksi Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman
Penerapan Terapi Pijat Refleksi Kaki pada Pasien Diabetes Mellitus dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman
Peningkatan gula darah yang terjadi pada pasien dengan Diabetes Mellitus tipe 2 dapat mengakibatkan gangguan pemenuhan kebutuhan aman dan nyaman, Gangguan integritas jaringan terja...
PENURUNAN KADAR GULA DARAH DAN RESIKO ULKUS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN SENAM KAKI DIABETES
PENURUNAN KADAR GULA DARAH DAN RESIKO ULKUS PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN SENAM KAKI DIABETES
ABSTRAKDiabetes mellitus adalah suatu penyakit dengan peningkatan glukosa darah di atas normal. Indonesia merupakan negara menempati urutan ke 7 dengan penderita diabetes mellitus ...
KORELASI KADAR GULA DARAH PLASMA DENGAN NILAI HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI
KORELASI KADAR GULA DARAH PLASMA DENGAN NILAI HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR BALI
Peningkatan jumlah pasien diabetes mellitus terjadi tiap tahun dan in terjadi di seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes ter...
Pengaruh Konsumsi Gula Pasir Dan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Dalam Darah Pada Penderita Diabetes Millitus Di Desa Bulokarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2010
Pengaruh Konsumsi Gula Pasir Dan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Dalam Darah Pada Penderita Diabetes Millitus Di Desa Bulokarto Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2010
Diabetes saat ini menjadi penyakit yang mulai menjangkiti penduduk di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. World Healt Organitation (WHO) memperkirakan pada tahun 2030 nanti...
HUBUNGAN IMT DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES
HUBUNGAN IMT DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES
Penyakit Diabetes Mellitus yaitu meningkatnya kadar gula darah yang melebihi batas normal. Faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah diantaranya yaitu status gizi dan kurangn...

