Javascript must be enabled to continue!
KEDWIBAHASAAN DALAM NOVEL KENANGA KARYA OKA RUSMINI (THE BILINGUALISM IN KENANGA NOVEL BY OKA RUSMINI)
View through CrossRef
Penggunaan bahasa daerah dalam karya sastra tidak selalu mengganggu pemahaman pembaca atas suatu karya. Hal itu bergantung pada bagaimana pengarang mengeks-presikan bahasa daerah itu. Kenanga karya Oka Rusmini merupakan novel dwibahasa karena adanya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana dwibahasa itu digunakan pengarang akan dikaji. Tujuannya ialah mendiskripsikan dwibahasa yang digunakan dalam novel tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang akan dilakukan dengan cara menganalisis karya sastra dari aspek bahasa dan masyarakat. Metode penelitian ini ialah metode diskriptif, yaitu penelitian dilakukan atas dasar fakta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dwibahasa dalam Kenanga berkaitan dengan faktor nonkebahasaan. Faktor nonkebahsaan itu ialah kehidupan tokoh yang berkasta Brahmana dan yang berkasta Sudra, adat yang ada di Bali, dan agama Hindu yang dianut tokohnya. Faktor nonkebahasaan itu memengaruhi pengungkapan gagasan, pikiran, dan perasaan tokohnya. Untuk memudahkan pemaham atas penggunanan bahasa Bali, pengarang memberikan kata bahasa Indonesianya, baik di dekatnya maupun di catatan kaki. Dengan demikian, pembaca tidak mengalami banyak kesulitan untuk memahami novel Kenanga.The use of local language in literary is not an obstacle for readers to understand a piece of literary works. It depends on how the author expresses the local language into his work. Kenanga novel by Oka Rusmini is a bilingual novel because it uses Indonesian and local language. The research problem is how bilingualism is used by the author. The research aims to describe the bilingualism used in the novel. This research is a qualitative research. The approach used in the research is by analyzing language and society aspect of the novel. This research uses descriptive method, i.e. a research is carried out on the basis of facts. The results of this study indicate that bilingualism in Kenanga relating to non-linguistic factors. Non-linguistic factors are life of Brahmin and Sudra caste, custom of Bali, Hinduism adhered by the characters. Non-linguistics factors influence characters expression of ideas, thoughts, and feelings. To ease understanding of Balinese language, the author gives the Indonesian language word, either nearby the Balinese word or in footnotes. Therefore, readers do not find much difficulty in understanding Kenanga novel.
Title: KEDWIBAHASAAN DALAM NOVEL KENANGA KARYA OKA RUSMINI (THE BILINGUALISM IN KENANGA NOVEL BY OKA RUSMINI)
Description:
Penggunaan bahasa daerah dalam karya sastra tidak selalu mengganggu pemahaman pembaca atas suatu karya.
Hal itu bergantung pada bagaimana pengarang mengeks-presikan bahasa daerah itu.
Kenanga karya Oka Rusmini merupakan novel dwibahasa karena adanya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana dwibahasa itu digunakan pengarang akan dikaji.
Tujuannya ialah mendiskripsikan dwibahasa yang digunakan dalam novel tersebut.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif.
Pendekatan yang akan dilakukan dengan cara menganalisis karya sastra dari aspek bahasa dan masyarakat.
Metode penelitian ini ialah metode diskriptif, yaitu penelitian dilakukan atas dasar fakta.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dwibahasa dalam Kenanga berkaitan dengan faktor nonkebahasaan.
Faktor nonkebahsaan itu ialah kehidupan tokoh yang berkasta Brahmana dan yang berkasta Sudra, adat yang ada di Bali, dan agama Hindu yang dianut tokohnya.
Faktor nonkebahasaan itu memengaruhi pengungkapan gagasan, pikiran, dan perasaan tokohnya.
Untuk memudahkan pemaham atas penggunanan bahasa Bali, pengarang memberikan kata bahasa Indonesianya, baik di dekatnya maupun di catatan kaki.
Dengan demikian, pembaca tidak mengalami banyak kesulitan untuk memahami novel Kenanga.
The use of local language in literary is not an obstacle for readers to understand a piece of literary works.
It depends on how the author expresses the local language into his work.
Kenanga novel by Oka Rusmini is a bilingual novel because it uses Indonesian and local language.
The research problem is how bilingualism is used by the author.
The research aims to describe the bilingualism used in the novel.
This research is a qualitative research.
The approach used in the research is by analyzing language and society aspect of the novel.
This research uses descriptive method, i.
e.
a research is carried out on the basis of facts.
The results of this study indicate that bilingualism in Kenanga relating to non-linguistic factors.
Non-linguistic factors are life of Brahmin and Sudra caste, custom of Bali, Hinduism adhered by the characters.
Non-linguistics factors influence characters expression of ideas, thoughts, and feelings.
To ease understanding of Balinese language, the author gives the Indonesian language word, either nearby the Balinese word or in footnotes.
Therefore, readers do not find much difficulty in understanding Kenanga novel.
Related Results
TRANSFORMASI TOKOH DALAM CERITA DEWI KEKAYI SEBAGAI HIPOGRAM CERPEN KEKAYI KARYA OKA RUSMINI (Character Transformation in the Dewi Kekayi Story as Hypogram of Short Story Kekayi by Oka Rusmini)
TRANSFORMASI TOKOH DALAM CERITA DEWI KEKAYI SEBAGAI HIPOGRAM CERPEN KEKAYI KARYA OKA RUSMINI (Character Transformation in the Dewi Kekayi Story as Hypogram of Short Story Kekayi by Oka Rusmini)
AbstractThis study aimed to describe the transformation of Dewi Kekayi story in the Ramayana epic into Kekayi (2017) by Oka Rusmini. This research used intertextual theory. Applyin...
KONFLIK SOSIALXDALAMXNOVELXTARIANXBUMIXKARYA OKAXRUSMINI:XKAJIANXSOSIOLOGIXSASTRA
KONFLIK SOSIALXDALAMXNOVELXTARIANXBUMIXKARYA OKAXRUSMINI:XKAJIANXSOSIOLOGIXSASTRA
This research aims to for knows describe and explain (1) Self-conflict in Oka Rusmini's Earth ance Novel (2) Inter-Individual Conflict in Oka Rusmini's Earth Dance Novel (3) Posit...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Role of bilingualism in neurodegenerative disease II
Role of bilingualism in neurodegenerative disease II
Abstract
Over the past decades, bilingualism has emerged
as a potential factor having a significant impact on cognition and
brain structure. Such research ty...
Education, multilingualism and bilingualism in Botswana
Education, multilingualism and bilingualism in Botswana
Abstract
Botswana is a multilingual country. It has about 28 languages (see Anderson, Lars-Gunnar & Tore Janson. 1997. Languages in Botswana. Gaborone: Longman B...
CITRA WANITA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “TARIAN BUMI”KARYA OKARUSMINI KAJIAN FEMINISME LIBERAL
CITRA WANITA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “TARIAN BUMI”KARYA OKARUSMINI KAJIAN FEMINISME LIBERAL
This study aims to describe and explain (1) Self-image in Oka Rusmini's Earth Dance Novel (2) Social Image in Oka Rusmini's Earth Dance Novel. This research uses a study of Liberal...
KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGANALISIS PUISI “ULAT” KARYA OKA RUSMINI MELALUI PENDEKATAN FEMINIS
KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENGANALISIS PUISI “ULAT” KARYA OKA RUSMINI MELALUI PENDEKATAN FEMINIS
This study examines the ability of students in the city of Cirebon to analyze poetry with feminism in it. The poem that was used as the object of the research was a poem entitled "...
PERAN PEREMPUAN DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI
PERAN PEREMPUAN DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI
This study aimed to describe the role of women in the novel Tarian Bumi works Oka Rusmini especially regarding the role of women in family and society. This research is a qualitat...

