Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Gaya Kognitif dalam Menyelesaikan Masalah

View through CrossRef
Kemampuan berpikir terutama berpikir kritis yang melibatkan kognitif seseorang sangat berpengaruh dalam menyelesaikan masalah pada abad 21. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa gaya kognitif reflektif dan impulsif dalam pemecahan masalah. Fokus penelitian ini adalah pada materi aljabar. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 4 siswa sebagai subjek yaitu siswa di kelas VIIA SMPN 1 Muaro Jambi yang gaya kognitif reflektif sebanyak 2 dan gaya kognitif impulsif sebanyak 2. Teknik penentuan subjek yaitu teknik purposive sampling. Kami menggunakan instrumen Matching Familiar Figures Test (MFFT) dan lembar tes soal pemecahan masalah. Analisis yang dilakukan meliputi reduksi dan penyajian data serta menarik kesimpulan. Penelitian ini diperoleh bahwa siswa bergaya kognitif reflektif memenuhi 5 dari 6 indikator berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematis yaitu focus, reason, inference, situation, dan clarity, namun overview tidak dipenuhi. Proses peyelesaian soal siswa yang menggunakan gaya kognitif reflektif cenderung benar dan membutuhkan waktu relatif lebih lama. Siswa yang kognitif impulsif, indikator yang dipenuhi hanya sedikit yaitu focus dan reason. Penyelesaian soal dari siswa bergaya kognitif impulsif cenderung kurang tepat dan hanya membutuhkan waktu yang relatif cepat
Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Title: Analisis Berpikir Kritis Siswa Berdasarkan Gaya Kognitif dalam Menyelesaikan Masalah
Description:
Kemampuan berpikir terutama berpikir kritis yang melibatkan kognitif seseorang sangat berpengaruh dalam menyelesaikan masalah pada abad 21.
Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa gaya kognitif reflektif dan impulsif dalam pemecahan masalah.
Fokus penelitian ini adalah pada materi aljabar.
Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 4 siswa sebagai subjek yaitu siswa di kelas VIIA SMPN 1 Muaro Jambi yang gaya kognitif reflektif sebanyak 2 dan gaya kognitif impulsif sebanyak 2.
Teknik penentuan subjek yaitu teknik purposive sampling.
Kami menggunakan instrumen Matching Familiar Figures Test (MFFT) dan lembar tes soal pemecahan masalah.
Analisis yang dilakukan meliputi reduksi dan penyajian data serta menarik kesimpulan.
Penelitian ini diperoleh bahwa siswa bergaya kognitif reflektif memenuhi 5 dari 6 indikator berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematis yaitu focus, reason, inference, situation, dan clarity, namun overview tidak dipenuhi.
Proses peyelesaian soal siswa yang menggunakan gaya kognitif reflektif cenderung benar dan membutuhkan waktu relatif lebih lama.
Siswa yang kognitif impulsif, indikator yang dipenuhi hanya sedikit yaitu focus dan reason.
Penyelesaian soal dari siswa bergaya kognitif impulsif cenderung kurang tepat dan hanya membutuhkan waktu yang relatif cepat.

Related Results

DIAGNOSTIK KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF POLOREJO
DIAGNOSTIK KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS IV MI MA’ARIF POLOREJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar untuk siswa yang bergaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dalam menyelesaikan masalah kontektual, perbedaan kesu...
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MASALAH ETNOMATEMATIKA
Etnomatematika mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal, membantu siswa belajar dari konteks budaya mereka dan meningkatkan pemahaman matematika. Siswa sering kesulitan men...
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PADA PEMECAHAN MASALAH SPLDV BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIS
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PADA PEMECAHAN MASALAH SPLDV BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIS
Berdasarkan hasil observasi terdapat 70℅ siswa SMPN 1 Loceret belum menunjukkan proses berpikir kritis pada proses pemecahan masalah SPLDV, padahal proses berpikir kritis merupakan...
KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES KEPERAWATAN
Latar Belakang: Karakteristik berpikir kritis dalam keperawatan pada prinsipnya merupakan suatu kesatuan dari berpikir ( thinking), merasakan (feeling), dan melakukan (doing).Tu...
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Aritmetika Sosial Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Aritmetika Sosial Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah pada materi aritmetika sosial siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelit...
KEMAMPUAN LITERASI STATISTIS SISWA SMA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISTEMATIS DAN INTUITIF
KEMAMPUAN LITERASI STATISTIS SISWA SMA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISTEMATIS DAN INTUITIF
Kemampuan seseorang dalam memahami, menginterpretasi, mengevaluasi, dan mengomunikasikan data atau statistik disebut sebagai kemampuan literasi statistis yang dapat dipengaruhi ole...
Kemampuan Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif
Kemampuan Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif
Karakteristik siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berbeda-beda karena cara bertingkah laku, menerima, menilai, berpikir, dan memproses informasi dari masalah tersebut berb...

Back to Top