Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai Pembentuk Karakter Masyarakat Wakatobi Melalui Kabhanti Wa Leja

View through CrossRef
This study aims to describe the value of forming the character of the wakatobi community through Wa Leja kabhanti. This research is a qualitative research. Data is collected using the refer method. Meanwhile, data collection techniques use note-taking techniques. The results showed that there were twenty-nine values forming the character of the wakatobi community through Wa Leja kabhanti which included (1) social care; (2) love / affection and love; (3) submission; (4) praise; (5) humility: (6) breadwinner; (7) surrender; (8) attention; (9) find out; (10) firm stand; (11) optimistic; (12) advice; (13) loyal friends; (14) keep promises; (15) sincerity; (16) disappointed; (17) hurt; (18) sadness; (19) shame; (20) confidence; (21) confused; (22) convincing; (23) loyal to lovers; (24) regret; (25) pity; (26) hope; (27) forgive each other; (28) application; and (29) reprimand.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pembentuk karakter masyarakat Wakatobi melalui Kabhanti Wa Leja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode simak. Sementara, teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh sembilan nilai pembentuk karakter masyarakat wakatobi melalui Kabhanti Wa Leja meliputi (1) peduli sosial; (2) rasa kasih/sayang dan cinta; (3) kepasrahan; (4) pujian; (5) kerendahan hati: (6) pencari nafkah; (7) berserah diri; (8) perhatian; (9) mencari tahu; (10) teguh pendirian; (11) optimis; (12) nasihat; (13) setia kawan; (14) tepati janji; (15) ikhlas; (16) kecewa; (17) sakit hati; (18) kesedihan; (19) rasa malu; (20) percaya diri; (21) bingung; (22) meyakinkan; (23) setia pada kekasih; (24) penyesalan; (25) rasa kasihan; (26) pengharapan; (27) saling memaafkan; (28) permohonan; dan (29) teguran.
Center for Open Science
Title: Nilai Pembentuk Karakter Masyarakat Wakatobi Melalui Kabhanti Wa Leja
Description:
This study aims to describe the value of forming the character of the wakatobi community through Wa Leja kabhanti.
This research is a qualitative research.
Data is collected using the refer method.
Meanwhile, data collection techniques use note-taking techniques.
The results showed that there were twenty-nine values forming the character of the wakatobi community through Wa Leja kabhanti which included (1) social care; (2) love / affection and love; (3) submission; (4) praise; (5) humility: (6) breadwinner; (7) surrender; (8) attention; (9) find out; (10) firm stand; (11) optimistic; (12) advice; (13) loyal friends; (14) keep promises; (15) sincerity; (16) disappointed; (17) hurt; (18) sadness; (19) shame; (20) confidence; (21) confused; (22) convincing; (23) loyal to lovers; (24) regret; (25) pity; (26) hope; (27) forgive each other; (28) application; and (29) reprimand.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pembentuk karakter masyarakat Wakatobi melalui Kabhanti Wa Leja.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.
Data dikumpulkan menggunakan metode simak.
Sementara, teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh sembilan nilai pembentuk karakter masyarakat wakatobi melalui Kabhanti Wa Leja meliputi (1) peduli sosial; (2) rasa kasih/sayang dan cinta; (3) kepasrahan; (4) pujian; (5) kerendahan hati: (6) pencari nafkah; (7) berserah diri; (8) perhatian; (9) mencari tahu; (10) teguh pendirian; (11) optimis; (12) nasihat; (13) setia kawan; (14) tepati janji; (15) ikhlas; (16) kecewa; (17) sakit hati; (18) kesedihan; (19) rasa malu; (20) percaya diri; (21) bingung; (22) meyakinkan; (23) setia pada kekasih; (24) penyesalan; (25) rasa kasihan; (26) pengharapan; (27) saling memaafkan; (28) permohonan; dan (29) teguran.

Related Results

Fungsi Bahasa dalam Sastra Lisan Kabhanti Gambusu pada Masyarakat Muna
Fungsi Bahasa dalam Sastra Lisan Kabhanti Gambusu pada Masyarakat Muna
Fungsi Bahasa dalam Sastra Lisan Kabhanti Gambusu pada Masyarakat Muna HadirmanInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Manadohadirman@iain-manado.ac.idHardinUniversitas Halu Oleo Kendar...
PESAN DAKWAH ISLAM DALAM NYANYIAN RAKYAT (Pemaknaan atas Teks-Teks Kabhanti Kantola pada Masyarakat Muna)
PESAN DAKWAH ISLAM DALAM NYANYIAN RAKYAT (Pemaknaan atas Teks-Teks Kabhanti Kantola pada Masyarakat Muna)
Abstrak. Nyanyian rakyat merupakan salah satu unsur budaya yang universal. Nyanyian rakyat sebagai bagian dalam budaya lokal selain bersifat menghibur dan mendidik, dapat dijadikan...
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, (2) Apa kendala yang dihadapi ...
DIALEKTOLOGI DAN EKOLINGUISTIK BAHASA WAKATOBI DI SULAWESI TENGGARA
DIALEKTOLOGI DAN EKOLINGUISTIK BAHASA WAKATOBI DI SULAWESI TENGGARA
Penelitian ini mendeskripsikan pengelompokan bahasa Wakatobi berdasarkan metode dialektometri dan hubungannya dengan keanekaragaman lingkungan Wakatobi; dan mendeskripsikan variasi...
Diaspora Kabhanti Pada Masyarakat Buton
Diaspora Kabhanti Pada Masyarakat Buton
Salah satu fenomena sosial yang kompleks dan menarik adalah diaspora kabhanti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses diaspora kabhanti, faktor-fak...
ANALISIS NILAI KARAKTER PADA TRADISI LAMPU COLOK DI KABUPATEN BENGKALIS
ANALISIS NILAI KARAKTER PADA TRADISI LAMPU COLOK DI KABUPATEN BENGKALIS
Di Era kemajuan teknologi seperti saat ini, penggunaan teknologi sudah menjadi hal yang wajib digunakan oleh masyarakat. Kemajuan tersebut berdampak pada berbagai sisi kehidupan, s...

Back to Top