Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Herbisida Metil Metsulfuron Terhadap Struktur Komunitas Alga Perifiton

View through CrossRef
INTISARI Dewasa ini kegiatan pertanian tidak terlepas dari penggunaan herbisida kimia. Beberapa herbisida komersial menggunakan bahan aktif berupa metil metsulfuron (C14H15N5O6S) yang pada dasarnya bekerja mengubah pengaruh bahan kimia di dalam jaringan gulma yang dapat mematikan jaringan atau merusak sistem fisiologis yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup gulma. Karena pengaruh tersebut maka muncul pertanyaan apakah senyawa ini juga dapat mempengaruhi organisme non target seperti alga perifiton. Perifiton merupakan sekelompok organisme mikroskopis yang tumbuh menempel pada permukaan benda atau tumbuhan air, tidak menembus substrat, diam atau bergerak di permukaan substrat tersebut. Salah satu penyusun utama komunitas perifiton adalah alga. Alga perifiton di perairan memiliki peran yang besar dalam menentukan produktivitas primer dan sebagai bioindikator kualitas perairan. Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnnya menunjukkan jika beberapa bahan aktif pada konsentrasi tertentu berpengaruh signifikan terhadap produktivitas primer alga perifiton dan dapat menghambat pertumbuhan spesies alga tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh herbisida berbahan aktif metil metsulfuron terhadap struktur komunitas alga perifiton. Parameter yang diukur antara lain kandungan klorofil a, nilai kepadatan, nilai kekayaan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi serta identifikasi spesies alga penyusun perifiton. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan sampel yang diambil dari Danau Rawa Pening, Kab. Semarang. Pengamatan dilakukan selama 21 hari dengan pemaparan herbisida dengan konsentrasi 0; 0,05; 0,1; 0,2; dan 0,4 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi metil metsulfuron dan lama pemaparan berpengaruh signifikan terhadap kandungan klorofil a (p<0,05) tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks kepadatan, kekayaan, keanekaragaman, dominansi, dan keseragaman komunitas alga perifiton (p>0,05). Kata kunci: Alga Perifiton, Metil Metsulfuron, Struktur Komunitas
Title: Pengaruh Herbisida Metil Metsulfuron Terhadap Struktur Komunitas Alga Perifiton
Description:
INTISARI Dewasa ini kegiatan pertanian tidak terlepas dari penggunaan herbisida kimia.
Beberapa herbisida komersial menggunakan bahan aktif berupa metil metsulfuron (C14H15N5O6S) yang pada dasarnya bekerja mengubah pengaruh bahan kimia di dalam jaringan gulma yang dapat mematikan jaringan atau merusak sistem fisiologis yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup gulma.
Karena pengaruh tersebut maka muncul pertanyaan apakah senyawa ini juga dapat mempengaruhi organisme non target seperti alga perifiton.
Perifiton merupakan sekelompok organisme mikroskopis yang tumbuh menempel pada permukaan benda atau tumbuhan air, tidak menembus substrat, diam atau bergerak di permukaan substrat tersebut.
Salah satu penyusun utama komunitas perifiton adalah alga.
Alga perifiton di perairan memiliki peran yang besar dalam menentukan produktivitas primer dan sebagai bioindikator kualitas perairan.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnnya menunjukkan jika beberapa bahan aktif pada konsentrasi tertentu berpengaruh signifikan terhadap produktivitas primer alga perifiton dan dapat menghambat pertumbuhan spesies alga tertentu.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh herbisida berbahan aktif metil metsulfuron terhadap struktur komunitas alga perifiton.
Parameter yang diukur antara lain kandungan klorofil a, nilai kepadatan, nilai kekayaan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi serta identifikasi spesies alga penyusun perifiton.
Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan sampel yang diambil dari Danau Rawa Pening, Kab.
Semarang.
Pengamatan dilakukan selama 21 hari dengan pemaparan herbisida dengan konsentrasi 0; 0,05; 0,1; 0,2; dan 0,4 mg/l.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi metil metsulfuron dan lama pemaparan berpengaruh signifikan terhadap kandungan klorofil a (p<0,05) tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks kepadatan, kekayaan, keanekaragaman, dominansi, dan keseragaman komunitas alga perifiton (p>0,05).
Kata kunci: Alga Perifiton, Metil Metsulfuron, Struktur Komunitas.

Related Results

Studi Toksisitas Akut dari Herbisida Senyawa Aktif Parakuat, Glifosat, dan Metsulfuron pada Cacing Tanah (Eisenia fetida)
Studi Toksisitas Akut dari Herbisida Senyawa Aktif Parakuat, Glifosat, dan Metsulfuron pada Cacing Tanah (Eisenia fetida)
Cacing tanah memiliki peran yang penting di ekosistem terestrial sebagai dekomposer dan peka terhadap pengaruh lingkungan. Penggunaan herbisida sebagai sarana peningkatan produksi ...
STATUS PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK UNTUK BUDIDAYA IKAN BERDASARKAN BIOINDIKATOR PERIFITON
STATUS PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK UNTUK BUDIDAYA IKAN BERDASARKAN BIOINDIKATOR PERIFITON
Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kondisi perairan sungai kapuas tempat budidaya karamba jaring apung berdasarkan parameter kelimpahan jenis jenis perifitondi sungai kapu...
Fruit Abscission and Leaf Drop in Citrus Cultivars Treated with Metsulfuron-methyl
Fruit Abscission and Leaf Drop in Citrus Cultivars Treated with Metsulfuron-methyl
Fruit of 11 citrus cultivars were evaluated for their response to the experimental abscission material metsulfuron-methyl at 2 mg·L -1 (ppm)...
Optimasi Dosis Herbisida Flumioxazin untuk Pengendalian Gulma pada Tanaman Kedelai
Optimasi Dosis Herbisida Flumioxazin untuk Pengendalian Gulma pada Tanaman Kedelai
Pengendalian gulma menggunakan herbisida merupakan pengendalian paling familiar dilakukan, penggunaan herbisida pra-tumbuh berbahan aktif flumioxazin menjadi salah satu alternatif ...
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HERBISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HERBISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN
Permasalahan yang sering  muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya  gulma.  Gulma pada  pertanaman budidaya dapat menyebabkan terjadinya persaingan antara tanaman budidaya denga...
Pengembangan Buku Ajar Alga pada Mata Kuliah Taksonomi Monera dan Protista Bagi Mahasiswa Pendidikan Biologi
Pengembangan Buku Ajar Alga pada Mata Kuliah Taksonomi Monera dan Protista Bagi Mahasiswa Pendidikan Biologi
Alga merupakan salah satu materi yang terdapat dalam mata kuliah Taksonomi Monera dan Protista. Pada materi alga terdapat berbagai kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Ol...
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertumbuhan benih ikan Mas (C. carpio) yang di beri pakan tambahan perifiton. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan di Kelurahan T...

Back to Top