Javascript must be enabled to continue!
Studi Toksisitas Akut dari Herbisida Senyawa Aktif Parakuat, Glifosat, dan Metsulfuron pada Cacing Tanah (Eisenia fetida)
View through CrossRef
Cacing tanah memiliki peran yang penting di ekosistem terestrial sebagai dekomposer dan peka terhadap pengaruh lingkungan. Penggunaan herbisida sebagai sarana peningkatan produksi lahan pertanian kemungkinan memiliki dampak terhadap cacing tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan LC50 (15 hari) dari herbisida kelompok parakuat, glifosat, dan metsulfuron pada Eisenia fetida dan pengaruhnya terhadap perubahan berat cacing tanah. Pada penelitian ini digunakan tiga ratus cacing tanah dewasa (sudah terbentuk klitelum) dengan berat masing-masing antara 300-600 mg yang dibagi menjadi satu kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan untuk tiap kelompok jenis herbisida. Herbisida didedahkan ke dalam media tempat tinggal cacing sebanyak 0, 500, 1000, 2000, 4000 mg/kg untuk parakuat; 0, 2500, 5000, 10000, 20000 mg/kg untuk glifosat; dan 0, 750, 1500, 3000, 6000 mg/kg untuk metsulfuron. Masing-masing perlakuan dilakukan empat kali pengulangan. Jumlah cacing tanah yang mati dicatat selama 14 hari pengamatan dan pada akhir pengamatan ditentukan nilai LC50 dari setiap herbisida. Nilai LC50 yang didapat pada kelompok parakuat, glifosat, dan metsulfuron adalah sebesar 951.93 ± 115.63 mg/kg, 5456.36 ± 514.62 mg/kg, dan 2599.96 ± 211.85 mg/kg. Berat cacing tanah didapatkan menurun seiringan dengan meningkatnya konsentrasi herbisida. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa herbisida dari kelompok senyawa aktif parakuat memiliki toksisitas paling tinggi, disusul oleh herbisida dari kelompok senyawa aktif metsulfuron dan glifosat.
University of Surabaya
Title: Studi Toksisitas Akut dari Herbisida Senyawa Aktif Parakuat, Glifosat, dan Metsulfuron pada Cacing Tanah (Eisenia fetida)
Description:
Cacing tanah memiliki peran yang penting di ekosistem terestrial sebagai dekomposer dan peka terhadap pengaruh lingkungan.
Penggunaan herbisida sebagai sarana peningkatan produksi lahan pertanian kemungkinan memiliki dampak terhadap cacing tanah.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan LC50 (15 hari) dari herbisida kelompok parakuat, glifosat, dan metsulfuron pada Eisenia fetida dan pengaruhnya terhadap perubahan berat cacing tanah.
Pada penelitian ini digunakan tiga ratus cacing tanah dewasa (sudah terbentuk klitelum) dengan berat masing-masing antara 300-600 mg yang dibagi menjadi satu kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan untuk tiap kelompok jenis herbisida.
Herbisida didedahkan ke dalam media tempat tinggal cacing sebanyak 0, 500, 1000, 2000, 4000 mg/kg untuk parakuat; 0, 2500, 5000, 10000, 20000 mg/kg untuk glifosat; dan 0, 750, 1500, 3000, 6000 mg/kg untuk metsulfuron.
Masing-masing perlakuan dilakukan empat kali pengulangan.
Jumlah cacing tanah yang mati dicatat selama 14 hari pengamatan dan pada akhir pengamatan ditentukan nilai LC50 dari setiap herbisida.
Nilai LC50 yang didapat pada kelompok parakuat, glifosat, dan metsulfuron adalah sebesar 951.
93 ± 115.
63 mg/kg, 5456.
36 ± 514.
62 mg/kg, dan 2599.
96 ± 211.
85 mg/kg.
Berat cacing tanah didapatkan menurun seiringan dengan meningkatnya konsentrasi herbisida.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa herbisida dari kelompok senyawa aktif parakuat memiliki toksisitas paling tinggi, disusul oleh herbisida dari kelompok senyawa aktif metsulfuron dan glifosat.
Related Results
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Potensi fungi pelapuk putih asal lingkungan tropik untuk bioremediasi herbisida The potential white-rot fungi native of tropical environment for herbicides bioremediation
Potensi fungi pelapuk putih asal lingkungan tropik untuk bioremediasi herbisida The potential white-rot fungi native of tropical environment for herbicides bioremediation
SummaryFungal treatment by using white-rot fungito reduce a wide variety of herbicide com-pounds is a specialized bioremediation pro-cess. A laboratory experiment was conductedto d...
Pengaruh Herbisida Metil Metsulfuron Terhadap Struktur Komunitas Alga Perifiton
Pengaruh Herbisida Metil Metsulfuron Terhadap Struktur Komunitas Alga Perifiton
INTISARI
Dewasa ini kegiatan pertanian tidak terlepas dari penggunaan herbisida kimia. Beberapa herbisida komersial menggunakan bahan aktif berupa metil metsulfuron (C14H15N5...
Efektivitas Herbisida IPA Glifosat 486 SL Untuk Pengendalian Gulma Pada Budidaya Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Belum Menghasilkan
Efektivitas Herbisida IPA Glifosat 486 SL Untuk Pengendalian Gulma Pada Budidaya Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) Belum Menghasilkan
<p><em>Penelitian dilakukan di perkebunan PTPN VIII Cikumpay Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada bulan September 2012 sampai Desember 2012. Penelitian ini dilakukan ...
Dampak Jenis Cacing Tanah Dan Jenis Kotoran Ternak Terhadap Kualitas Vermikompos
Dampak Jenis Cacing Tanah Dan Jenis Kotoran Ternak Terhadap Kualitas Vermikompos
Cacing tanah merupakan organisme makro fauna yang memiliki potensi dan peran yang besar dalam perbaikan di dalam tanah, baik melalui perannya sebagai decomposer maupun melalui koto...
Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Kulit Buah Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) terhadap Ascaris suum Goeze secara In Vitro
Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Kulit Buah Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) terhadap Ascaris suum Goeze secara In Vitro
Abstract. Helminthiasis is an infection caused by parasitic intestinal worms from the intestinal nematoda group that can be transmitted through soil. This infection is also known a...

