Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DAKWAH SEBAGAI AKTIVITAS SEJARAH

View through CrossRef
ِThe history of Islamic da'wah is generally divided into three periods, namely: the classical, medieval and modern periods. These three periods have different characteristics, each with their own advantages and disadvantages. During the Nubuwwah period, it was divided into 2 phases, namely the Mecca and Medina phases. Whereas in the Mecca phase the Prophet's preaching was carried out in secret, the target starting from those closest to him, whereas in the Madinnah phase the Prophet's preaching was carried out openly, the target of his preaching was the elite (figures) of society. After the Prophet Muhammad died, the implementation of da'wah was continued by khulafa ar-râsyidin. During this period, the spread and teaching of Islam, as well as the application of Islamic law in people's lives, was accompanied by the expansion of areas where Islam spread. After that, Islamic preaching was continued by the Daulah government, namely the Umayyah Daulah, Abasiah, Usmaniah, Fathimiyyah, and others. Sejarah dakwah Islam secara umum dibagi kepada tiga periode, yaitu: periode klasik, pertengahan dan modern. Ketiga periode tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada masa nubuwwah terbagi menjadi  2  fase,  yaitu  fase mekkah dan madinnah. Dimana pada fase mekkah dakwah nabi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sasarannya dimulai dari orang- orang terdekat sedangkan pada fase madinnah dakwah nabi sudah dilakukan secara terang- terangan, sasaran dakwahnya adalah kaum elite (tokoh) masyarakat. Setelah Nabi Muhammad wafat, pelaksanaan dakwah dilanjutkan oleh khulafa ar- râsyidin. Pada masa ini, penyebaran dan pengajaran Islam serta penerapan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat, diiringi dengan meluasnya daerah penyebaran Islam. Setelah itu dakwah Islam dilanjutkan oleh pemerintah Daulah, yaitu Daulah Umayyah, Abasiah, Usmaniah, Fathimiyyah, dan lain-lain.
Title: DAKWAH SEBAGAI AKTIVITAS SEJARAH
Description:
ِThe history of Islamic da'wah is generally divided into three periods, namely: the classical, medieval and modern periods.
These three periods have different characteristics, each with their own advantages and disadvantages.
During the Nubuwwah period, it was divided into 2 phases, namely the Mecca and Medina phases.
Whereas in the Mecca phase the Prophet's preaching was carried out in secret, the target starting from those closest to him, whereas in the Madinnah phase the Prophet's preaching was carried out openly, the target of his preaching was the elite (figures) of society.
After the Prophet Muhammad died, the implementation of da'wah was continued by khulafa ar-râsyidin.
During this period, the spread and teaching of Islam, as well as the application of Islamic law in people's lives, was accompanied by the expansion of areas where Islam spread.
After that, Islamic preaching was continued by the Daulah government, namely the Umayyah Daulah, Abasiah, Usmaniah, Fathimiyyah, and others.
Sejarah dakwah Islam secara umum dibagi kepada tiga periode, yaitu: periode klasik, pertengahan dan modern.
Ketiga periode tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pada masa nubuwwah terbagi menjadi  2  fase,  yaitu  fase mekkah dan madinnah.
Dimana pada fase mekkah dakwah nabi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sasarannya dimulai dari orang- orang terdekat sedangkan pada fase madinnah dakwah nabi sudah dilakukan secara terang- terangan, sasaran dakwahnya adalah kaum elite (tokoh) masyarakat.
Setelah Nabi Muhammad wafat, pelaksanaan dakwah dilanjutkan oleh khulafa ar- râsyidin.
Pada masa ini, penyebaran dan pengajaran Islam serta penerapan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat, diiringi dengan meluasnya daerah penyebaran Islam.
Setelah itu dakwah Islam dilanjutkan oleh pemerintah Daulah, yaitu Daulah Umayyah, Abasiah, Usmaniah, Fathimiyyah, dan lain-lain.

Related Results

Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Abstrak.Da’i banyak yang mengamalkan dakwah menggunakan media sosial alternatif, salah satunya di platform YouTube. Kegiatan ini juga dilakukan oleh Ustadz Ramdan Fawzi dalam berda...
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
Abstrak: Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedany...
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Abstract. The motorcycle community is often considered to be doing harassment on the streets such as bullying, bribes, and other negative actions, but the “Bikers Dakwah Bandung” c...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Dakwah dalam perspektif sirah nabi saw
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Dakwah dalam perspektif sirah nabi
Sejarah adalah produk intelektual manusia. Ia adalah hasil kreasi yang tidak sepi dari kepentingan, motif ideologis dan pilihan-pilihan penulisnya yang merefleksikan afiliasi nasio...
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Buku ini mengemukakan berbagai topik-topik yang diangkat dari hasil penelitian dimulai konsep ‘riset dakwah’ dan ‘riset komunikasi dakwah’ dengan mengadakan penjelajahan wawasan ...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
Editorial
Editorial
Pada mulanya politik dianggap sebagai tulang punggung sejarah, demikian dinyatakan oleh Kuntowijoyo (2003: 174). Oleh karena itu pula, lanjutnya, teks-teks sejarah selalu berisi re...

Back to Top