Javascript must be enabled to continue!
EMANSIPASI GENDER DALAM MIDDLESEX KARYA JEFFREY EUGENIDES (Gender Emancipation in Middlesex by Jeffrey Eugenides)
View through CrossRef
ABSTRAK Tulisan ini membahas emansipasi gender dalam novel Middlesex karya Jeffrey Eugenides.Adapun tujuannya ialah untuk: (1) mengetahui struktur cerita novel, (2) mengetahui bagaimana spektrum gender berkembang dalam novel ini, (3) mengetahui bagaimana dan mengapa emansipasi gender direpresentasikan dalam novel ini. Penelitian ini dilakukan dengan merujuk kepada teori queer, yang muncul dari feminisme, yang digagas oleh Judith Butler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama, plot episodikal beralur maju mundur, latar simbolik terintegrasi, dan tone depresi yang berubah menjadi riang. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa spektrum gender berkembang melalui tiga tahapan, yaitu belum berkembang, berkembang, dan matang. Selain itu, novel ini juga menunjukkan bahwa untuk mengurangi diskriminasi, gender harus dipisahkan dari jenis kelamin. Hal itu karena gender tidak muncul secara alamiah seperti jenis kelamin. Gender adalah generalisasi dari performa individu. Kata kunci: gender biner; diskriminasi; genderqueer; kebebasan. ABSTRACT This study is about gender emancipation in a novel entitled Middlesex by Jeffrey Eugenides. The objectives of the study are, (1) to find out how the element of the novel is developed, (2) to find out how the spectrum of gender in this novel is developed, (3) to find out how gender emancipation presented in this novel. The analysis is done based on queer theory, which is derived from feminism from Judith Butler. The result shows that Middlesex is written by using the first person point of view named Call Stephanides, episodical plot with mixed order, simbolic integrated settings, and varieties of tones such as depressions and joy. The result shows that gender spectrum development is divided into three stages, which are being undeveloped, developed, and advanced. This novel also suggests that in order to decrease discrimination, gender must be separated from sex. Gender does not come naturally as sex but it is developed from perfomance. Keywords: binarism, discrimination, genderqueer, freedom
Title: EMANSIPASI GENDER DALAM MIDDLESEX KARYA JEFFREY EUGENIDES (Gender Emancipation in Middlesex by Jeffrey Eugenides)
Description:
ABSTRAK Tulisan ini membahas emansipasi gender dalam novel Middlesex karya Jeffrey Eugenides.
Adapun tujuannya ialah untuk: (1) mengetahui struktur cerita novel, (2) mengetahui bagaimana spektrum gender berkembang dalam novel ini, (3) mengetahui bagaimana dan mengapa emansipasi gender direpresentasikan dalam novel ini.
Penelitian ini dilakukan dengan merujuk kepada teori queer, yang muncul dari feminisme, yang digagas oleh Judith Butler.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama, plot episodikal beralur maju mundur, latar simbolik terintegrasi, dan tone depresi yang berubah menjadi riang.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa spektrum gender berkembang melalui tiga tahapan, yaitu belum berkembang, berkembang, dan matang.
Selain itu, novel ini juga menunjukkan bahwa untuk mengurangi diskriminasi, gender harus dipisahkan dari jenis kelamin.
Hal itu karena gender tidak muncul secara alamiah seperti jenis kelamin.
Gender adalah generalisasi dari performa individu.
Kata kunci: gender biner; diskriminasi; genderqueer; kebebasan.
ABSTRACT This study is about gender emancipation in a novel entitled Middlesex by Jeffrey Eugenides.
The objectives of the study are, (1) to find out how the element of the novel is developed, (2) to find out how the spectrum of gender in this novel is developed, (3) to find out how gender emancipation presented in this novel.
The analysis is done based on queer theory, which is derived from feminism from Judith Butler.
The result shows that Middlesex is written by using the first person point of view named Call Stephanides, episodical plot with mixed order, simbolic integrated settings, and varieties of tones such as depressions and joy.
The result shows that gender spectrum development is divided into three stages, which are being undeveloped, developed, and advanced.
This novel also suggests that in order to decrease discrimination, gender must be separated from sex.
Gender does not come naturally as sex but it is developed from perfomance.
Keywords: binarism, discrimination, genderqueer, freedom.
Related Results
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT
Penelitian ini merupakan suatu analisis terhadap unsur pendidikan atas tema, tokoh dan perwatakan serta amanat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Rumusan mas...
Emancipation of women represented by the main character Enola in the movie "Enola Holmes"
Emancipation of women represented by the main character Enola in the movie "Enola Holmes"
Ketidaksetaraan gender pada abad ke-18 ditemukan dalam standarisasi perempuan dalam film Enola Holmes. Peneliti ingin melihat bentuk-bentuk emansipasi wanita yang direpresentasikan...
NILAI MORAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA
NILAI MORAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA
Abstrak Kata Kunci: Nilai Moral Baik dan Buruk, NovelOrang-Orang Biasa. Nilai-nilai Moral adalah ajaran baik atau buruk perbuatan atau kelakuan, akhlak, kewajiban, budi pekerti...
PROSES ADAPTASI PERTUNJUKAN PANGGUNG KE VIDEO: Studi Kasus Karya Tari COLOHOK Ciptaan Anter Asmorotedjo
PROSES ADAPTASI PERTUNJUKAN PANGGUNG KE VIDEO: Studi Kasus Karya Tari COLOHOK Ciptaan Anter Asmorotedjo
AbstrakPertunjukan panggung yang dialihmediakan menjadi video, merupakan contoh fenomena adaptasi dalam penciptaan karya seni. Begitupula yang terjadi dalam karya tari Colohok, cip...
ANALISIS KARYA FOTOGRAFI MAHASISWA SENI RUPA ANGKATAN 2008 JURUSAN SENI RUPA UNIVERSITAS NEGERIMEDAN DITINJAU DARI TEKNIK PENCAHAYAAN (LIGHTING)
ANALISIS KARYA FOTOGRAFI MAHASISWA SENI RUPA ANGKATAN 2008 JURUSAN SENI RUPA UNIVERSITAS NEGERIMEDAN DITINJAU DARI TEKNIK PENCAHAYAAN (LIGHTING)
ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah pemotretan Fotografi pada Karya-karya Mahasiswa Seni Rupa Angkatan 2008 Universitas Negeri Medan yang telah dipamerkan masih memiliki ke...
Kritikan Terhadap Teks Karya Ma’alim al-Tanzil oleh Muhammad al-Husayn Al-Baghawi Dalam Tafsir Nur al-Ihsan
Kritikan Terhadap Teks Karya Ma’alim al-Tanzil oleh Muhammad al-Husayn Al-Baghawi Dalam Tafsir Nur al-Ihsan
Para ulama Melayu Nusantara telah bergiat cergas dalam menghasilkan karya dalam pelbagai bidang pengajian Islam. Bidang-bidang tersebut seperti fiqah, akidah, tasawuf, hadith dan t...
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL MEGAT KARYA RIDA K LIAMSI
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL MEGAT KARYA RIDA K LIAMSI
Sosiologi sastra merupakan penelitian yang mengkaji hubungan karya sastra dengan manusia dalam masyarakat dan proses sosialnya. Novel Megat Karya Rida K Liamsi banyak mengandung un...

