Javascript must be enabled to continue!
Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata Pantai Setrojenar dan Pantai Ambal di Kebumen
View through CrossRef
Destinasi wisata pantai dapat dikembangkan dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Wisata pantai memang sangat cocok di kembangkan di Indonesia terbukti banyak wisata pantai di Indonesia yang mampu bersaing dengan destinasi pantai di dunia. Wisata Pantai Setrojenar dan pantai Ambal Kebumen memiliki kemiripan dan keindahan alam yang hampir sama dan jarak ke lokasi dari kota Kebumen cukup dekat, terdapat beberapa kendala untuk pengembangan wisata. Metodologi penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitis, Teknk pengolahan data menggunakan analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan. Agar tercapainya tujuan dari penelitian ini, Berdasarkan hasil analisis yang menggunakan metode analisis Strength, Weaknesess, Opportunities Treat (SWOT) maka dapat ditarik kesimpulan bahwa factor internal dan eksternal mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan pada objek wisata Pantai Setrojenar dan Pantai Ambal. Analisis SWOT merupakan strategi perencanaan dan pengembangan yang dapat diterapkan pada objek wisata Pantai Setrojenar dan Pantai Ambal Sedangkan strategi yang bisa dilakukan dalam pengembangan potensi pariwisata Pantai Setrojenar dan Ambal Kebumen antara lain ialah; 1.Strenght–Oppurtunity (S-O) daya tarik wisata dan strategi pengembangan pantai, 2.Strenght–Threats (S-T) yang menghasilkan strategi peningkatan keamanan dan kenyamanan, 3.Weakness–Oppurtunity (W-O) menghasilkan strategi peningkatan kualitas kerjasama dan peningkatan promosi, dan 4.Weakness–Threat (W-T) menghasilkan strategi pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia masyarakat sekitar
Universitas Bina Sarana Informatika
Title: Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata Pantai Setrojenar dan Pantai Ambal di Kebumen
Description:
Destinasi wisata pantai dapat dikembangkan dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Wisata pantai memang sangat cocok di kembangkan di Indonesia terbukti banyak wisata pantai di Indonesia yang mampu bersaing dengan destinasi pantai di dunia.
Wisata Pantai Setrojenar dan pantai Ambal Kebumen memiliki kemiripan dan keindahan alam yang hampir sama dan jarak ke lokasi dari kota Kebumen cukup dekat, terdapat beberapa kendala untuk pengembangan wisata.
Metodologi penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitis, Teknk pengolahan data menggunakan analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan.
Agar tercapainya tujuan dari penelitian ini, Berdasarkan hasil analisis yang menggunakan metode analisis Strength, Weaknesess, Opportunities Treat (SWOT) maka dapat ditarik kesimpulan bahwa factor internal dan eksternal mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan pada objek wisata Pantai Setrojenar dan Pantai Ambal.
Analisis SWOT merupakan strategi perencanaan dan pengembangan yang dapat diterapkan pada objek wisata Pantai Setrojenar dan Pantai Ambal Sedangkan strategi yang bisa dilakukan dalam pengembangan potensi pariwisata Pantai Setrojenar dan Ambal Kebumen antara lain ialah; 1.
Strenght–Oppurtunity (S-O) daya tarik wisata dan strategi pengembangan pantai, 2.
Strenght–Threats (S-T) yang menghasilkan strategi peningkatan keamanan dan kenyamanan, 3.
Weakness–Oppurtunity (W-O) menghasilkan strategi peningkatan kualitas kerjasama dan peningkatan promosi, dan 4.
Weakness–Threat (W-T) menghasilkan strategi pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia masyarakat sekitar.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PANTAI KALUKU
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PANTAI KALUKU
Strategi pengembangan objek wisata Pantai Kaluku sebagai bentuk dukungan dan upaya memajukan potensi wisata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah potensi dan st...
MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT DI SMK NEGERI 1 KEBUMEN
MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT DI SMK NEGERI 1 KEBUMEN
Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Mengembangkan Minat dan Bakat di SMK Negeri 1 Kebumen. Kajiannya dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti tentang pengelolaan ekstrakuri...
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BAHARI DI PANTAI SENGGIGI KABUPATEN LOMBOK BARAT
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BAHARI DI PANTAI SENGGIGI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Penelitian ini membahas mengenai Strategi Pengembangan Pariwisata Bahari Pantai Senggigi Kabupaten Lombok Barat, Dengan tujuan untuk mengidentifikasi potensi-potensi pariwisata bah...
Potensi Pengembangan Pantai Nyanyi sebagai Daya Tarik Wisata di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.
Potensi Pengembangan Pantai Nyanyi sebagai Daya Tarik Wisata di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.
Pantai Nyanyi merupakan sebuah pantai yang terletak di Kabupaten Tabanan Bali. Pantai ini memiliki berbagai potensi wisata baik itu potensi fisik maupun non fisik. Adanya berbagai ...
STRATEGI PENGEMBANGAN KUTA LOMBOK SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA
STRATEGI PENGEMBANGAN KUTA LOMBOK SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi wisata yang dimiliki oleh destinasi pariwisata Kuta Lombok, kemudian akan dirumuskan strategi yang dapat diterapkan di des...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
KEHIDUPAN WAYANG GOLEK MENAK KEBUMEN PADA MASA KI SINDHU JOTARYONO (1955-1980)
KEHIDUPAN WAYANG GOLEK MENAK KEBUMEN PADA MASA KI SINDHU JOTARYONO (1955-1980)
An article entitled the life of wayang golèk ménak Kebumen on the age of Ki Sindhu Jotaryono from 1955 to 1980 discussed about the existence of Ki Sindhu Jotaryono in developing ...

