Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TARI TELU SERANGKAI PADA MASYARAKAT KARO œKAJIAN TERHADAP GAYA TARI

View through CrossRef
ABSTRACT-This study aims to describe the dance styles contained in the Telu Serangkai Dance in the Karo community. The theoretical basis used in this research is the theory presented by Allan Lomax in Anya Peterson Royce (2007: 171) which states that there are four factors that shape dance styles as a crystallization of daily activity patterns that are very prominent and important in the supporting community, namely body attitude (boddy attitudes), type of transition, number of active body parts, form and effort (effort-shape). The research method used is a qualitative method. This research was conducted for 3 months in Laudah Village, Padang Mas District. The research sample consisted of artists, traditional leaders, and dancers of the Telu Serangkai dance. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, documentation, and literature study. The results showed that the style in the Telu Serangkai dance related to body posture has the power to maintain togetherness, kinship, in life. Through motionless footwork, it shows that the Karo people have a firm attitude in being not easily influenced and consistent in making decisions. The dance style is related to the type of transition, it can be interpreted that the Karo people are always responsive to changing conditions, so that they can adapt to the environment, but are not affected and wisely in responding to changing environments. The dance style is related to the number of active body parts, having different active body parts in each of the various movements of the Telu Serangkai dance showing that the Karo people are people who are actually active in carrying out activities in their daily lives. The dance style is related to form and effort, which is where the Karo community is a dynamic society. Meanwhile, the use of time that is owned by each type of motion shows that the Karo community is a stable society in doing business in their daily lives.Keywords: Dance Style, Telu Serangkai Dance ABSTRAK-Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya tari yang terdapat dalam Tari Telu Serangkai pada masyarakat Karo. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang disampaikan oleh Allan Lomax dalam Anya Peterson Royce (2007:171) yang menyatakan bahwa ada empat faktor yang membentuk gaya tari sebagai kristalisasi dari pola aktivitas setiap hari yang sangat menonjol dan penting dalam masyarakat pendukungnya, yaitu sikap tubuh (boddy attitudes), tipe transisi (Type of transition), jumlah bagian tubuh yang aktif (number of active body part), bentuk dan usaha (effort-shape). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan di desa Laudah Kecamatan Padang Mas. Sampel penelitian terdiri dari seniman, tokoh adat, dan penari tari Telu Serangkai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya dalam tari Telu Serangkai yang terkait sikap tubuh, memiliki kekuatan untuk menjaga kebersamaan, kekerabatan, dalam kehidupannya. Melalui gerak kaki yang tidak banyak bergerak, menunjukkan bahwa masyarakat Karo memiliki keteguhan dalam sikap tidak mudah dipengaruhi dan konsisten pada keputusan. Gaya tari terkait tipe transisi, dapat diartikan bahwa masyarakat Karo selalu tanggap terhadap kondisi yang berubah, agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, namun tidak terpengaruh dan bijaksana menyikapi lingkungan yang berubah. Gaya tari terkait jumlah bagian tubuh yang aktif, memiliki perbedaan bagian tubuh yang aktif pada setiap ragam gerak tari Telu Serangkai menunjukkan bahwa masyarakat Karo adalah masyarakat yang justru aktif melakukan aktivitas di kehidupannya sehari-hari. Gaya tari terkait bentuk dan usaha, yang dimana masyarakat Karo adalah masyarakat yang dinamis. Sedangkan penggunaan waktu yang dimiliki setiap ragam gerak menunjukkan bahwa masyarakat Karo adalah masyarakat yang stabil dalam berusaha di kehidupannya sehari-hari. Kata Kunci : Gaya Tari, Tari Telu Serangkai
Title: TARI TELU SERANGKAI PADA MASYARAKAT KARO œKAJIAN TERHADAP GAYA TARI
Description:
ABSTRACT-This study aims to describe the dance styles contained in the Telu Serangkai Dance in the Karo community.
The theoretical basis used in this research is the theory presented by Allan Lomax in Anya Peterson Royce (2007: 171) which states that there are four factors that shape dance styles as a crystallization of daily activity patterns that are very prominent and important in the supporting community, namely body attitude (boddy attitudes), type of transition, number of active body parts, form and effort (effort-shape).
The research method used is a qualitative method.
This research was conducted for 3 months in Laudah Village, Padang Mas District.
The research sample consisted of artists, traditional leaders, and dancers of the Telu Serangkai dance.
Data collection techniques are carried out through observation, interviews, documentation, and literature study.
The results showed that the style in the Telu Serangkai dance related to body posture has the power to maintain togetherness, kinship, in life.
Through motionless footwork, it shows that the Karo people have a firm attitude in being not easily influenced and consistent in making decisions.
The dance style is related to the type of transition, it can be interpreted that the Karo people are always responsive to changing conditions, so that they can adapt to the environment, but are not affected and wisely in responding to changing environments.
The dance style is related to the number of active body parts, having different active body parts in each of the various movements of the Telu Serangkai dance showing that the Karo people are people who are actually active in carrying out activities in their daily lives.
The dance style is related to form and effort, which is where the Karo community is a dynamic society.
Meanwhile, the use of time that is owned by each type of motion shows that the Karo community is a stable society in doing business in their daily lives.
Keywords: Dance Style, Telu Serangkai Dance ABSTRAK-Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya tari yang terdapat dalam Tari Telu Serangkai pada masyarakat Karo.
Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang disampaikan oleh Allan Lomax dalam Anya Peterson Royce (2007:171) yang menyatakan bahwa ada empat faktor yang membentuk gaya tari sebagai kristalisasi dari pola aktivitas setiap hari yang sangat menonjol dan penting dalam masyarakat pendukungnya, yaitu sikap tubuh (boddy attitudes), tipe transisi (Type of transition), jumlah bagian tubuh yang aktif (number of active body part), bentuk dan usaha (effort-shape).
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif.
Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan di desa Laudah Kecamatan Padang Mas.
Sampel penelitian terdiri dari seniman, tokoh adat, dan penari tari Telu Serangkai.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya dalam tari Telu Serangkai yang terkait sikap tubuh, memiliki kekuatan untuk menjaga kebersamaan, kekerabatan, dalam kehidupannya.
Melalui gerak kaki yang tidak banyak bergerak, menunjukkan bahwa masyarakat Karo memiliki keteguhan dalam sikap tidak mudah dipengaruhi dan konsisten pada keputusan.
Gaya tari terkait tipe transisi, dapat diartikan bahwa masyarakat Karo selalu tanggap terhadap kondisi yang berubah, agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, namun tidak terpengaruh dan bijaksana menyikapi lingkungan yang berubah.
Gaya tari terkait jumlah bagian tubuh yang aktif, memiliki perbedaan bagian tubuh yang aktif pada setiap ragam gerak tari Telu Serangkai menunjukkan bahwa masyarakat Karo adalah masyarakat yang justru aktif melakukan aktivitas di kehidupannya sehari-hari.
Gaya tari terkait bentuk dan usaha, yang dimana masyarakat Karo adalah masyarakat yang dinamis.
Sedangkan penggunaan waktu yang dimiliki setiap ragam gerak menunjukkan bahwa masyarakat Karo adalah masyarakat yang stabil dalam berusaha di kehidupannya sehari-hari.
 Kata Kunci : Gaya Tari, Tari Telu Serangkai.

Related Results

Analisis Ornamen (Gerga) Tradisional Karo pada Bangunan Kantor Bupati Karo Kabupaten Karo
Analisis Ornamen (Gerga) Tradisional Karo pada Bangunan Kantor Bupati Karo Kabupaten Karo
This study aims to determine the extent of the application of traditional Karo ornaments which include the application, shape changes, and color changes in the Karo Regent Office b...
ANALISIS POTENSI AGROWISATADI KABUPATEN KARO
ANALISIS POTENSI AGROWISATADI KABUPATEN KARO
<p>The potential of Agrotourism in Karo Regency is very well developed for the future. Tourism visiting Karo Regency from year to year continues to increase because Karo Rege...
Karo prievolės teisėkūra Lietuvoje (1918–1940)
Karo prievolės teisėkūra Lietuvoje (1918–1940)
Straipsnyje nagrinėjama karo prievolės teisėkūra Lietuvoje 1918–1940 m. Apžvelgiami du tarpukario Lietuvos Respublikos kariuomenės laikotarpio elementai: karo prievolė ir teisėkūra...
Tradisi Pemberian Mahar Pada Masyarakat Batak Karo Sumatera Utara Perspektif Hukum Islam
Tradisi Pemberian Mahar Pada Masyarakat Batak Karo Sumatera Utara Perspektif Hukum Islam
This is a field research which focuses to answer two problems: first, how is the tradition of giving dowry by the people of Batak Karodi, Jaranguda-Merdeka Batak Karo? Second, how ...
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK
Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu...
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN
Penelitian ini memfokuskan pada objek tari Remo Munali Fatah, yaitu tari Remo gaya Surabayan yang menjadi sumber dari konservasi tari Remo gaya Surabayan di Surabaya. Tujuan dari p...
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
INOVASI GERAK TARI JAIPONGAN DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKSI JAQUELINE SMITH
Proses Inovasi Gerak Tari Jaipongan yang terjadi dikalangan generasi muda lebih digemari dari pada bentuk tari Jaipongan bentuk ketuk tilu. Hal menjadi permasalahan penting bagi pa...
PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO
PERKEMBANGAN MUSEUM KARO LINGGA DI DESA LINGGA KABUPATEN KARO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui      “Perkembangan Museum Karo Lingga di Desa Lingga Kabupaten Karo”. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui latar belakang s...

Back to Top