Javascript must be enabled to continue!
Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro Sebagai Tempat Lelaku dan Olah Rasa bagi Masyarakat Desa Samiran, Boyolali
View through CrossRef
Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro, yang terletak di antara lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, merupakan tempat yang dipercayai oleh masyarakat Jawa sebagai lokasi lelaku dan olah rasa yang dilakukan oleh Ki Ageng Kebokanigoro. Kisah dan kepercayaan terhadap Ki Ageng Kebokanigoro berkembang melalui forklor yang diwariskan secara lisan, memperkuat keyakinan masyarakat terhadap nilai-nilai spiritual dan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami forklor terkait Ki Ageng Kebokanigoro, memahami kepercayaan masyarakat setempat, serta mengeksplorasi fungsi petilasan tersebut dalam kehidupan masyarakat Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka, penelitian ini menemukan bahwa Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga berperan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, di mana mereka melakukan berbagai praktik lelaku, seperti meditasi dan tirakat, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat batin. Selain itu, petilasan ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya, memperkuat identitas komunitas, dan melestarikan tradisi leluhur. Kepercayaan masyarakat terhadap petilasan ini tercermin dalam berbagai kegiatan ritual dan tradisi yang terus dilestarikan, seperti tradisi apeman, sadranan, sedekah bumi, dan kirab. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian situs Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro dan menjaga corak khas petilasan tersebut sesuai kegunaan yang bermanfaat secara lahir dan batin.
Kata Kunci: forklor, petilasan, tradisi, ritual
Title: Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro Sebagai Tempat Lelaku dan Olah Rasa bagi Masyarakat Desa Samiran, Boyolali
Description:
Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro, yang terletak di antara lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, merupakan tempat yang dipercayai oleh masyarakat Jawa sebagai lokasi lelaku dan olah rasa yang dilakukan oleh Ki Ageng Kebokanigoro.
Kisah dan kepercayaan terhadap Ki Ageng Kebokanigoro berkembang melalui forklor yang diwariskan secara lisan, memperkuat keyakinan masyarakat terhadap nilai-nilai spiritual dan tradisional.
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami forklor terkait Ki Ageng Kebokanigoro, memahami kepercayaan masyarakat setempat, serta mengeksplorasi fungsi petilasan tersebut dalam kehidupan masyarakat Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kajian pustaka, penelitian ini menemukan bahwa Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga berperan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, di mana mereka melakukan berbagai praktik lelaku, seperti meditasi dan tirakat, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat batin.
Selain itu, petilasan ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya, memperkuat identitas komunitas, dan melestarikan tradisi leluhur.
Kepercayaan masyarakat terhadap petilasan ini tercermin dalam berbagai kegiatan ritual dan tradisi yang terus dilestarikan, seperti tradisi apeman, sadranan, sedekah bumi, dan kirab.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian situs Petilasan Ki Ageng Kebokanigoro dan menjaga corak khas petilasan tersebut sesuai kegunaan yang bermanfaat secara lahir dan batin.
Kata Kunci: forklor, petilasan, tradisi, ritual.
Related Results
Analisis Kebutuhan Masyarakat dalam Pengembangan Dewi Sambi (Desa Wisata Samiran Boyolali) di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali
Analisis Kebutuhan Masyarakat dalam Pengembangan Dewi Sambi (Desa Wisata Samiran Boyolali) di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali
AbstrakDewi Sambi (Desa Wisata Samiran Boyolali) merupakan salah satu bentuk community-based tourism dan merupakan desa wisata unggulan di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertuj...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Nilai Kearifan Lokal Dalam Memperingati Tradisi 1 Suro Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati
Nilai Kearifan Lokal Dalam Memperingati Tradisi 1 Suro Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati
The purpose of this study was to analyze the value of local wisdom in commemorating the tradition of 1 suro nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati. This study used a qualitative approa...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
Peran Aktor Eksternal Dalam Pengembangan Pariwisata Di Desa Wisata Samiran Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali
Peran Aktor Eksternal Dalam Pengembangan Pariwisata Di Desa Wisata Samiran Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali
This research was to analyze The Role of External Agent to Tourism Development of Samiran Tourism Village. Samiran Tourism Village become mainstay tourism attraction at Boyolali Re...
A Optimalisasi Pemolisian Masyarakat guna Memberikan Rasa Aman dan Rasa nyaman pada Masyarakat, Sudut Pandang Ilmu Psikologi.
A Optimalisasi Pemolisian Masyarakat guna Memberikan Rasa Aman dan Rasa nyaman pada Masyarakat, Sudut Pandang Ilmu Psikologi.
ABSTRAK
Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya menerapkan program kegiatan, rapat koordinasi kamtibmas, patroli kamtibmas, cangkrukan kamtibmas sebagai upaya untuk menekan tind...

