Javascript must be enabled to continue!
PEMANFAATAN SLAG BESI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN AGREGAT PADA LAPISAN PONDASI ATAS JALAN
View through CrossRef
Kemampuan daya dukung dari pondasi jalan sangat ditentukan oleh kualitas material dan kualitas pelaksanaan pembuatan pondasi jalan. Pada penelitian ini dianalisis seberapa besar kemampuan dukung dari lapis pondasi atas yang terbuat dari slag besi sebagai agregat halus dan sebagian sebagai substitusi agregat kasar dan batu pecah. Sampel dibuat dalam 6 (enam) komposisi dengan perbandingan berdasarkan berat. Keenam komposisi teridiri dari tipe: A, B, C, D, E, dan F. Sampel uji untuk CBR test dibuat sebanyak 4 buah untuk setiap komposisi. Pengujian CBR laboratorium dilakukan dengan dua metode, kering dan terendam. Dua sampel diuji dengan metode kering, dan dua sampel dengan metode basah/terendam. Dari hasil uji laboratorium, dengan metode kering (unsoaked CBR test) diperoleh hasil daya dukung (nilai CBR) tertinggi pada campuran dengan komposisi tipe D (slag besi halus: slag besi kasar: batu pecah = 3:4:3), dimana nilai CBR pada penurunan 2,5 mm sebesar 60,12 %, dan pada penurunan 5 mm sebesar 73,45%. Dengan metode terendam (soaked CBR test) diperoleh hasil daya dukung (nilai CBR) maksimal, pada komposisi E (slag besi halus: slag besi kasar: batu pecah = 3:5:2) dengan nilai CBR pada penetrasi 2,5 mm, CBR = 80,74 %, dan pada penetrasi 5 mm, nilai CBR = 90,34 %. Dari keenam komposisi yang dibuat, jika ditinjau dari nilai CBR terendam, hanya komposisi tipe E yang memenuhi syarat sebagai Agregat A dengan nilai CBR pada penetrasi 5 mm = 90,34 % ≥ 90%.
Politeknik Negeri Medan
Title: PEMANFAATAN SLAG BESI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN AGREGAT PADA LAPISAN PONDASI ATAS JALAN
Description:
Kemampuan daya dukung dari pondasi jalan sangat ditentukan oleh kualitas material dan kualitas pelaksanaan pembuatan pondasi jalan.
Pada penelitian ini dianalisis seberapa besar kemampuan dukung dari lapis pondasi atas yang terbuat dari slag besi sebagai agregat halus dan sebagian sebagai substitusi agregat kasar dan batu pecah.
Sampel dibuat dalam 6 (enam) komposisi dengan perbandingan berdasarkan berat.
Keenam komposisi teridiri dari tipe: A, B, C, D, E, dan F.
Sampel uji untuk CBR test dibuat sebanyak 4 buah untuk setiap komposisi.
Pengujian CBR laboratorium dilakukan dengan dua metode, kering dan terendam.
Dua sampel diuji dengan metode kering, dan dua sampel dengan metode basah/terendam.
Dari hasil uji laboratorium, dengan metode kering (unsoaked CBR test) diperoleh hasil daya dukung (nilai CBR) tertinggi pada campuran dengan komposisi tipe D (slag besi halus: slag besi kasar: batu pecah = 3:4:3), dimana nilai CBR pada penurunan 2,5 mm sebesar 60,12 %, dan pada penurunan 5 mm sebesar 73,45%.
Dengan metode terendam (soaked CBR test) diperoleh hasil daya dukung (nilai CBR) maksimal, pada komposisi E (slag besi halus: slag besi kasar: batu pecah = 3:5:2) dengan nilai CBR pada penetrasi 2,5 mm, CBR = 80,74 %, dan pada penetrasi 5 mm, nilai CBR = 90,34 %.
Dari keenam komposisi yang dibuat, jika ditinjau dari nilai CBR terendam, hanya komposisi tipe E yang memenuhi syarat sebagai Agregat A dengan nilai CBR pada penetrasi 5 mm = 90,34 % ≥ 90%.
Related Results
PERENCANAAN CAMPURAN MATERIAL SEBAGAI LAPIS PONDASI ATAS JALAN
PERENCANAAN CAMPURAN MATERIAL SEBAGAI LAPIS PONDASI ATAS JALAN
Jalan raya adalah jalur-jalur tanah di atas permukaan bumi yang dibuat oleh manusia dengan bentuk, ukuran-ukuran dan jenis konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk menyalurkan ...
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
Akademi Keperawatan (AKPER) Sumbawa merupakan salah satu universitas yang saat ini dalam proses pembangunan dengan perencanaan 3 lantai dan 1 lantai sebagai basement dengan rencana...
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Analisa Ring Road Ngawi Sta 3+200- Sta 6+200 Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur
Proyek pembangunan jalan Ring Road Ngawi ini merupakan jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan yang terjadi pada ruas jalan dari arah Surabaya menuju Solo dan sebaliknya. Proy...
Redesain Jenis Kontruksi Ruas Jalan Abdul Haris Nasution STA 0+000 S/D STA 2+500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan
Redesain Jenis Kontruksi Ruas Jalan Abdul Haris Nasution STA 0+000 S/D STA 2+500 Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan
Jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ke tempat yang lain. Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yan...
Kelayakan Material Domato Tendeadongi Kabupaten Poso Pada Lapis Pondasi Agregat Kelas S
Kelayakan Material Domato Tendeadongi Kabupaten Poso Pada Lapis Pondasi Agregat Kelas S
Pada campuran lapis pondasi perkerasan jalan, ada beberapa permasalahan yang sering muncul pada saat pencampuran di laksanakan, salah satu permasalahan yang ada adalah ketersediaan...
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar. Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karb...
VARIASI KEKERASAN AGREGAT TERHADAP KINERJA PADA CAMPURAN ASPAL BERPORI
VARIASI KEKERASAN AGREGAT TERHADAP KINERJA PADA CAMPURAN ASPAL BERPORI
Lapisan aspal berpori memiliki ketahanan selip yang baik dan dapat mengurangi efek dari genangan air di saat hujan ekstrim. Permeabilitas merupakan salah satu kinerja fungsional da...
Pendataan Ruas Jalan (Leger Jalan) pada Ruas Jalan Palembang - Betung
Pendataan Ruas Jalan (Leger Jalan) pada Ruas Jalan Palembang - Betung
AbstractAs national assets, roads are vital to establish the means of national development, especially in term of achieving balanced inter-regional development and equitable distri...

