Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Letak Lesi dengan Fungsi Kognitif pada Penderita Stroke

View through CrossRef
Stroke meningkatkan risiko untuk mengalami penurunan fungsi kognitif sebanyak 3 kali, sehingga merupakan efek yang terjadi pada pasien stroke. Kognitif adalah suatu proses berpikir yaitu kemampuan inidividu untuk menghubungkan menilai dan mempertimbangkan masalah atau percakapan. Kognitif dapat diatur oleh letak lesi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengatahui  apakah ada hubungan antara letak lesi dengan fungsi kognitif pada pasien stroke di Stroke Center RSKD Dadi Sulawesi Selatan.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Adapun penentuan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dengan besar sampel sebanyak 48 responden. Uji hubungan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat hubungan antara letak lesi dengan fungsi kognitif (p = 0,008). Kesimpulan dari penelitian ini adalah letak lesi pada pasien stroke yang paling banyak didapat dengan letak lesi hemisfer kiri sebanyak 38 orang. Diharapkan adanya penelitian yang lebih mengenai skor MMSE dengan fungsi kognitif sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh fungsi kognitif terhadap kulitas hidup pasien stroke. Perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan moteode lain dan sampel yang lebih banyak agar mendapatkan hasil yang akurat.
Title: Hubungan Letak Lesi dengan Fungsi Kognitif pada Penderita Stroke
Description:
Stroke meningkatkan risiko untuk mengalami penurunan fungsi kognitif sebanyak 3 kali, sehingga merupakan efek yang terjadi pada pasien stroke.
Kognitif adalah suatu proses berpikir yaitu kemampuan inidividu untuk menghubungkan menilai dan mempertimbangkan masalah atau percakapan.
Kognitif dapat diatur oleh letak lesi.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengatahui  apakah ada hubungan antara letak lesi dengan fungsi kognitif pada pasien stroke di Stroke Center RSKD Dadi Sulawesi Selatan.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Adapun penentuan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dengan besar sampel sebanyak 48 responden.
Uji hubungan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square.
Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat hubungan antara letak lesi dengan fungsi kognitif (p = 0,008).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah letak lesi pada pasien stroke yang paling banyak didapat dengan letak lesi hemisfer kiri sebanyak 38 orang.
Diharapkan adanya penelitian yang lebih mengenai skor MMSE dengan fungsi kognitif sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh fungsi kognitif terhadap kulitas hidup pasien stroke.
Perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan moteode lain dan sampel yang lebih banyak agar mendapatkan hasil yang akurat.

Related Results

HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and  Stroke  Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Three Years Retrospective Study of Melanocytic Lesion in Tertiary Hospital: Comparing Benign & Malignant Data
Three Years Retrospective Study of Melanocytic Lesion in Tertiary Hospital: Comparing Benign & Malignant Data
Abstract Melanocytic lesion is defined as skin symptom due to proliferation of melanocytes. It may be considered benign, commonly diagnosed as melanocytic nevus (MN), or may also b...
Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia
Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia
Lansia merupakan kelompok individu yang telah memasuki tahap akhir fase kehidupan, dimana banyak sekali permasalahan yang sering dihadapi para lansia salah satunya adalah menurunny...
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KELAINAN LETAK JANIN (LETAK SUNGSANG) PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KELAINAN LETAK JANIN (LETAK SUNGSANG) PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG
Abstrak Persentasi bokong atau letak sungsang merupakan letak memanjang dengan kepala janin di fundus dan bokong dibagian bawah kavum uteri. Persalinan sungsang memiliki resiko ber...
Perancangan Tata Letak Gudang Berdasarkan Volume Penyimpanan Bahan Baku dengan Metode Corelap (Studi Kasus: CV Sri Rezeki)
Perancangan Tata Letak Gudang Berdasarkan Volume Penyimpanan Bahan Baku dengan Metode Corelap (Studi Kasus: CV Sri Rezeki)
Abstract. The focus of this paper is on the storage of bread raw materials in warehouses. Based on the results of observations and interviews. In the current storage of raw materia...
Aktivitas Fisik dapat Memelihara Fungsi Kognitif Lansia
Aktivitas Fisik dapat Memelihara Fungsi Kognitif Lansia
Lanjut usia merupakan seseorang yang usianya lebih dari enam puluh tahun. Salah satu gangguan kesehatan pada lansia adalah penurunan fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif menja...

Back to Top